Ayub 29-31
Pasal 29 Ayub menceritakan perbuatan perbuatan yang ia lakukan selama ini. Bagaimana waktu dia
menjadi orang kaya dan membantu para janda dan orang sengsara. Bagaimana ayub
duduk sebagai orang yang dituakan dan dianggap sebagai pemimpin. Namun di Pasal 30 Ayub seperti memperhitungkan kebaikan yang selama ini dia
lakukan bagi orang lain. Ayub menganggap orang yang pernah dia tolong tidak
berterimakasih kepadanya malah sekarang mentertawakannya dan menganggap ia
hina.
Sedih membaca kisah
ayub ini, kalau ayub sudah menceritakan kesengsaraannya, ia yang dahulu
terhormat sekarang dipandang hina. Ditambah luka fisik yang hinggap ditubuhnya.
Bagaimana orang2 memperlakukannya sedih kali bacanya Tuhan.
Ayub sepertinya sudah
tidak tahan lagi akan penderitaannya sehingga ia mengucapkan kata2 yang
mempertanyakan Tuhan. Dapat dilihat di ayat 20,21,24,27.
Ayub 30: 20 Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau
tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.
Ayub 30: 21 Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau
memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu.
Ayub 30: 24 Sesungguhnya, masakan orang tidak akan
mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak
ada penolongnya?
Ayub 30: 27 Batinku bergelora dan tak kunjung diam, hari-hari
kesengsaraan telah melanda diriku
Pasal 31 Ayub membela perkaranya dihadapan Tuhan dengan
berkata aku tidak pernah melakukan dosa ini, ataupun dosa yang lain. Jika aku
melakukan dosa aku siap dihukum. Sepertinya ayub mulai menantang Allah akan
penderitaan yang ia derita.
Aplikasi dalam kehidupan
Tuhan, aku juga sering mau seperti Ayub.Ketika ada masalah
dalam hidupku aku suka mempertanyakan Engkau, Suka bertanya mengapa aku? Mengapa
aku menderita padahal aku sudah melakukan kebenaranMu. Aku minta ampun Tuhan.
Ajar aku untuk lebih bisa menyelami setiap rencanaMu dalam kehidupanku.
No comments:
Post a Comment
Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all