Nov 30, 2015

Intinya Percaya

Setelah postingan terakhir di bulan September, kini nongol lagi ngeblog :) semoga ada yang merindukan hahaha #lebay. Baiklah di saat ada kesempatan dan kerinduan yang sangat dalam untuk menulis akhir-akhir ini, maka aku sempatkan menulis walau gak begitu sempurna. 

Bulan ini, bukan dari bulan ini sih sepertinya dari bulan lalu, aku ngalamin kekecewaan dalam diriku. Dan seminggu ini benar-benar aku begitu merasakannya, kekecewaannya berturut turtu mulai  kecewa dalam pekerjaan, persahabatan, keinginan,kesehatan. Hingga sampai suatu kali aku merasakan kok gue seorang diri.

Beberapa Minggu lalu, aku lupa tepatnya kapan, di tempat aku ibadah, hamba Tuhan yang melayani adalah dari GBI Medan Plaza. Hamba Tuhan tsb menjelaskan bagaimana kondisinya saat Medan Plaza terbakar dan semua asset milik gereja juga terbakar. Sound system yang baru dibeli seharga m an terbakar, brankas yang isinya uang yang cukup banyak terbakar, karena gereja juga sedang dalam renovasi. Disaat kejadian terjadi hari Sabtu dan hari Minggu mau ibadah dimana? Dan terlebih pdt tsb sedang tidak berda di Medan saat kerjadian. Saat aku mendengar kesaksian tsb, betapa hancurnya dan kecewa pasti menghadapi masalah seperti itu.

Aku jadi teringat bagaimana setelah tanggal penggajian di bulan ini, aku begitu merasakan kekecewaan yang mendalam. Rasa sakitnya itu seperti rasa kehilangan sesuatu yang berharga. Seperti rasa sakit hati saat putus cinta, rasa sedih saat kehilangan Bokap. Dan itu gak hilang dalam sehari namum hampir 2 mingguan. Kerjaanku cuman nangis, sedih, berontak dalam hati, pikiran udah gak tenang. Betapa aku merasakan kok aku lain sendiri? apa selama ini kinerjaku kurang maksimal sehingga penilaian akan salary ku hanya dihargai segitu. Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu setelah setiap hari kerjaku cuman nangis, tidur gak bisa karena kepikiran terus. Suatu ketika saat aku berdiam diri, merenung dan saat aku ingin memutuskan langkah apa yang harus aku putuskan, suara NYA kembali mengingatkanku. Jangan pergi dari situ..., Perhatikan 3 ribu karyawan. Dalam hati aku berpikir, apa hubungannya itu semua dengan keputusanku. Aku juga hanya staff kecil yang biasa dan gak ada pengaruh apapun. Namun, He say..Aku menyertaimu.

Terlalu sulit buat aku untuk menjelaskan secara terperinci hal ini. Selama hampir 2 minggu mengalami kekecewaan tsb, Tuhan banyak kasih aku pengajaran. Baik lewat buku renungan yang kubaca, lewat Firman yang selalu Dia ingatkan aku tentang Yusuf. Ya lagi lagi Yusuf dan Yusuf. Yusuf yang dijual kakak kakaknya sehingga ia menjadi pembatu Potifar di Mesir, dipenjara dan akhirnya menjadi wakil raja di Mesir. Selalu diingatkan hal itu saat mengalami masalah dalam pekerjaanku.

Maaf kalau tulisan ini agak menggantung dan bercampur aduk dari cerita a ke b dan c. Semoga aku punya kesempatan bisa menuliskannya secara rinci. Berikut ada sebuah pujian baru yang membuat jiwaku tenang. Percaya dan percaya kepadaNya.

Percaya, disaat ‘ku tak mengerti,
percaya, disaat ‘ku tak melihat.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, berkatMu ada bagiku,
percaya, tanganMu tak lepaskanku.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu yang terjadi.
Lampaui s’gala pikiranku,
percaya padaMu.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu Ya dan Amin.
Lampaui s’gala masalahku,
percaya padaMu.


Kepada Mulah aku berharap

"Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! Sungguh, hanya bebera...