Jan 31, 2016

Suka tertawa lihat cara Tuhan menjawab doaku

Sebenarnya, aku belum siap untuk nulis dan publis cerita ini.. Namun, karena ada tantangan di Bulan September buat nulis di blog, akhirnya aku punya keberanian untuk share tulisanku ini. 

Pagi di minggu pertama ditahun 2015 tepatnya tgl 04 Januari, aku terbangun lebih awal dan saat terbangun yang dipikiranku adalah dua sahabat masa remajaku yang sudah berkeluarga dan sudah menggendong anak mereka. Aku bertemu dengan  mereka saat datang di hari ulangtahun keponakanku malam minggu taggal 03 Januari. Dipikiranku berkata kapan waktunya aku? kapan aku seperti mereka? mereka punya cerita yang baru, kisah yang baru dan mereka begitu bahagia dengan kehidupan mereka sekarang. 

Aku lansung doa di pagi itu dengan bercucuran air mata. Aku ingin punya pasangan hidupku Tuhan! pintaku dalam doa dipagi itu dan aku juga mendoakan orang yang beberapa bulan ini melintas dipikiranku untuk aku doakan. Walau jujur sebenarnya aku sangat tidak ingin mengingat memori yang dulu-dulu memori 10 tahun yang lalu. Bagaimana aku memperlakukannya dengan cuek dan sekarang mengapa dia harus terpintas dipikiranku. Aku begitu menolaknya dan aku memohon tanda dan petunjuk dari Tuhan apa maksud disetiap kebetulan disetiap minggu melihatnya. Disetiap ibadah jam berapapun rasanya kok selalu kebetulan aku melihatnya bahkan pernah disatu ibadah aku berpapasan dengan dia tapi aku menunduk kebawah tidak berani menolehnya pura-pura tidak tau. Saat aku mendoakan konfirmasi apa yang kudengar pagi itu dan aku memperoleh jawabnya siang hari setelah ibadah aku begitu terkejud saat melihat dinding fb adeknya, disaat aku lagi menunggu busway untuk menuju pulang aku buka fb, dan aku baca status adeknya yang berkata selamat ya bg,semoga sukses persiapan penikhannya. Waw...hatiku menjerit, Tuhan dia mau nikah, dia udah punya pasangan hidup terus buat apa Tuhan aku mendoakannya dan suara yang kudengar? apakah aku memang salah mendengar suaraMU? aku nangis sepanjang jalan dan tiba dirumah aku doa aku menuliskan apa yang terjadi. Apakah ini jawaban dari doa yang kuminta, doa konfirmasi suara yang kudengat? Terus aku harus bagaimana Tuhan? apakah aku harus mendoakan dia lagi?

Sebulan sudah berlalu, dipenghujung bulan Maret 2015. Aku jarang  melihatnya lagi, Namun pernah sesekali dia dan pasangannya terlihat olehku digereja. Rasa sesak itu kini sudah hilang. Aku mengucap syukur Tuhan buat  proses yang tejadi yang aku alamin. Aku suka menduga duga perasaanku, namun Tuhan yang tau apa dibalik semua kejadian itu.

Menjalani proses tsb gak mudah, aku suka jadi berpikir dengan jalanku sendiri. Suka menerka nerka. Tapi aku hanya menceritakan hal tsb sama seorang sahabatku saja mamanya oel. Karna memang aku butuh seorang teman yang bisa suport dan doa kan pergumulanku ini. Dan saat mengetahui bahwa apa yang dipikiranku ternyata salah gak sejalan dengan pikiranku, itu sangat sakit. Nyesak dan rasanya seperti ngalamin namanya sakit hati karena putus cinta lagi. Beriringnya waktu dan saat aku melihat secara langsung dia dan pasangannya aku lega, aku ucap syukur padaNya. Karena aku gak perlu pusing menggumulkan perasaan ini lagi, dan aku tidak pernah mendoakannya lagi semenjak aku tau kebenaranya. Thanks Lord :)

Terkadang aku suka tertawa dan senyum senyum sendiri lihat cara Tuhan menjawab doaku. Apa yang tak penah dilihat mata dan tak pernah didengar telingaku semua Kau berikan indah pada waktunya Tuhan.
Terpujilah Tuhan Yesus. 

Jan 19, 2016

Tulisan Pertama di Tahun Yang Baru

Sudah sangat rindu ingin menulis............. Sempat kepikiran di awal tahun yang baru ini buat postingan yang terbaru juga. Namun, apa daya waktu dan kesempatan yang tiada kunjung sempat. Akhirnya di tengah-tengah kesibukan yang sudah mulai mengurang sedikit (ya sedikit aja ya) dan juga lagi cari ilham dari tadi kepikiran cara mecahkan suatu problem di kerjaan gak nemu2. Akhirnya aku putuskan untuk menulis :) 

Lega rasanya Laporan 1721 A1 Karyawan selesai juga, sudah hampir 2 minggu itu saja yang di kerjakan. Berhubung pembayaran terakhir di tanggal 10 dan pelaporan di tanggal 20. Puji Tuhan akhirnya selesai juga. Ada kelonggaran sedikit bisa bernafas lega hehehe. Ini akan dilanjutkan E- faktur untuk periode Desember.

Sebenarnya bukan mau share postingan kerjaan tapi sesuatu hal yang menyadarkan aku akan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jumat kemarin saat pulang ngantor, aku lihat di kamarku terletak 2 bungkusan dari pos. Satu aku tau adalah pesanan novel yang aku beli online, dan satu lagi aku begitu terkejut karena itu sebuat amplop dari sebuah redaksi penerbit, bukan dari penerbit yang biasa aku terima. Tapi ini baru kali pertama aku mendapatkan kiriman dari redaksi tsb. Gak sabar ingin mengetaui apa isinya aku buka, dan didalamnya ada sebuah buku Renungan Anak Muda. Dan aku baru teringat aku pernah mengirimkan beberapa artikel renungan ke penerbit tsb. Tapi yang menjadi pemikiranku, artikel itu aku kirim sudah lama sekali. Aku sempat pesismis memang waktu mengirim, karena emailku tidak ada tanggapan sama sekali. Aku pikir mungkin tulisan yang aku kirim tidak sesuai dengan kriteria dari penerbit tsb. Jadi gak pernah kepikiran untuk mengirim lagi. Dan ternyata aku salah, tulisan yang pernah aku kirim itu dimuat untuk penerbitan bulan Februari 2016 dan aku baru dapat kabarnya sekarang. Selidik dan selidik aku cari informasi kapan pernah aku kirim emailnya. Dan ternyata itu di tahun 2014 di bulan Juli. Dan baru dapat informasi tulisan aku dimuat di Januari 2016. 

Perasaaanku senang bercampur haru bercampur juga dengan rasa bersalah. Kenapa aku bilang bersalah? karena aku sudah mulai malas dan sangat tidak komitemen lagi untuk menulis. ( ampuni anakMu ini Tuhan). Semoga hal ini bisa membangkitkan aku lagi untuk melayani dalam menulis. Dan trimakasih buat teguranMu dan terimakasih buat sesuatu yang indah yang selalu Tuhan kirim buat aku, yang membuat aku terpesona akan karyaMu yang ajaib. 

Sepertinya udah dulu share ceritanya, mau lanjut kerja lagi. Laporan di tahun baru ini memang benar2 harus cepat karena akan segera masuk laporan SPT Badan. Yo wes lah. Selamat Hari Selasa.


Kejadian 2 - Penolong

Kejadian 2 Kejadian 2:18 (TB)  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong...