Sep 24, 2020

20 Butir Filosofi CM

 20 Butir Filosofi CM

1. Anak-anak terlahir sebagai pribadi utuh – mereka bukan lembaran kosong atau embrio yang baru berpotensi menjadi pribadi utuh. Mereka adalah pribadi utuh.

 2. Anak-anak tidak terlahir sepenuhnya baik atau buruk, melainkan menyimpan kemungkinan untuk yang baik ataupun buruk.

 3. Prinsip otoritas dan ketaatan berlaku bagi semua orang entah mereka menerimanya atau tidak. Keduanya bersifat alamiah, niscaya, dan mendasar agar satu kelompok atau keluarga hidup teratur dan harmonis.

 4. Prinsip otoritas dan ketaatan harus dibatasi oleh respek pada kepribadian anak. Otoritas bukanlah lisensi untuk menyakiti anak. Orangtua dilarang mempermainkan rasa cinta, rasa takut, sugesti, atau kharisma, atau hasrat-hasrat alamiah anak lainnya.

 5. Hanya ada tiga instrumen pendidikan yang boleh digunakan untuk mendidik anak – atmosfir alamiah, disiplin kebiasaan baik, dan penyajian ide-ide hidup. Inilah motto pendidikan CM, “Pendidikan adalah atmosfir, disiplin, kehidupan”.

 6. “Pendidikan adalah atmosfir” bukan berarti mengurung anak-anak dalam suatu lingkungan buatan yang khusus dirancang bagi anak-anak, namun memanfaatkan kesempatan-kesempatan dalam lingkungan alamiah anak sehari-hari dan membiarkannya belajar dari orang-orang dan benda-benda di sekitarnya secara bebas. Belajar dari hal-hal nyata di dunia nyata. Lingkungan buatan justru menghambat perkembangan kepribadian anak.

 7. “Pendidikan adalah disiplin” – disiplin di sini berarti melatihkan kebiasaan-kebiasaan baik secara terencana, teratur, dan bertujuan, baik kebiasaan mental dalam pikiran maupun tubuh, sesuai dengan hukum-hukum fisiologis.

 8. “Pendidikan adalah hidup” berarti pendidikan harus mengurusi baik tubuh, jiwa, maupun ruh anak. Akalbudi butuh nutrisi berupa ide-ide, oleh karena itu anak berhak memperoleh kurikulum yang kaya.

 9. Pikiran anak bukan ember kosong yang menunggu diisi, melainkan sesuatu yang berdaya hidup, berhakikat spiritual, dengan hasrat akan pengetahuan. Sebagaimana lambung dirancang untuk mencerna makanan, demikianlah akalbudi dirancang untuk mencerna pengetahuan dan tidak membutuhkan latihan atau gemblengan khusus untuk membuatnya siap belajar.

 10. Filosofi Herbart bahwa akalbudi ibarat panggung kosong yang pasif menunggu datangnya informasi dari pihak luar akan membebankan tanggung jawab yang terlalu besar kepada guru untuk menyiapkan pelajaran rinci bagi anak-anak. Padahal, semakin besar upaya guru mencernakan infomrasi, semakin anak-anak tidak belajar apa-apa. Anak-anak yang dididik dengan cara ini ada dalam bahaya menerima terlalu banyak pelajaran namun memahami sedikit saja. Cara mengajar akan dianggap lebih penting ketimbang pengetahuan apa yang anak betul-betul peroleh.

 11. Namun kita, karena yakin bahwa anak-anak punya kemampuan mental untuk mencerna semua pengetahuan yang ia perlukan, menyediakan kurikulum yang kaya dan bervariasi dan dengan cermat menawarkan hanya pengetahuan yang berdaya hidup, tidak pernah menyajikan fakta tanpa ide-ide yang melatarbelakanginya.

 12. “Pendidikan adalah sains tentang relasi-relasi”, artinya secara alamiah anak mengembangkan relasi-relasi dengan sejumlah besar pengalaman dan pengetahuan, maka kita memberinya pendidikan jasmani, pengetahuan alam, hasta karya, sains dan seni, dan banyak living books, karena kita tahu bahwa urusan kita bukanlah mengajarkan segala sesuatu kepadanya, tapi membantunya memiliki sebanyak mungkin relasi dengan perkara dan ide yang ia minati.

 13. Dalam merancang kurikulum bagi seorang anak, tanpa membedakan kelas sosial, ada tiga aspek yang harus dipertimbangkan: (a) kuantitas – anak membutuhkan sejumlah besar pengetahuan sebab, sama seperti tubuh, akalbudi membutuhkan makanan mental yang memadai; (b) variasi – anak membutuhkan pengetahuan yang beragam sebab diet ide yang monoton mematikan selera keingintahuan; (c) kualitas – anak membutuhkan pengetahuan yanag disampaikan dalam bahasa bermutu (well-chosen) sebab secara alamiah ia akan tertarik pada ide yang diungkapkan secara indah (literary form).

 14. Oleh karena pengetahuan belum betul-betul menjadi milik seseorang sebelum ia bisa mengungkapkannya, maka anak-anak musti diminta menarasikan apa yang ia telah baca atau dengar, secara lisan atau tertulis, sebagian atau seluruhnya.

 15. Prinsip ‘sekali baca’ (single reading) harus dijalankan dengan disiplin, sebab anak-anak secara alamiah punya kemampuan besar untuk fokus dan memperhatikan, tapi kemampuan ini akan dilemahkan jika ia diijinkan mengulang-ulang porsi bacaannya, atau dibuatkan ringkasan, atau dituntun dengan pertanyaan-pertanyaan komprehensi, dan sebagainya. Dengan langsung memperhatikan sejak kali pertama, lebih sedikit waktu terbuang untuk mengulang pelajaran, dan lebih banyak waktu untuk lebih banyak pengetahuan. Kapasitas belajar anak sangat luar biasa dan, sebagai ‘perilaku akalbudi’ (behavior of the mind) yang universal, kapasitas itu tidak terlalu terpengaruh oleh faktor turunan seperti IQ atau lingkungan asal.

 16. Ada dua pembimbing pertumbuhan moral dan intelektual yang perlu kita kenalkan kepada anak, yakni hukum kehendak (the way of the will) dan hukum nalar (the way of reason).

 17. Hukum kehendak: Anak-anak patut diajari (a) membedakan antara ‘Aku ingin’ (I want) dan ‘Aku hendak’ (I will); (b) Kehendak disebut efektif jika anak bisa memalingkan pikirannya dari apa yang ia inginkan tapi tidak ia kehendaki. (c) Cara terbaik untuk memalingkan pikiran dari perkara seperti itu adalah memikirkan atau melakukan hal lain yang juga menarik atau membangkitkan minat; (d) Setelah mengambil rehat sesaat seperti itu, kehendak anak mampu kembali menjalankan tugasnya dengan kekuatan baru. Penggunaan sugesti [contohnya, hipnotis] sebagai alat bantu anak dalam berkehendak harus dijauhi karena cenderung mengerdilkan dan mematikan orisinalitas karakternya. Memilih secara spontan adalah syarat pengembangan karakter, dan manusia membutuhkan pengalaman gagal maupun pengalaman sukses untuk mendidik dirinya.

 18. Hukum nalar: Anak-anak patut diajari untuk tidak terlalu bergantung atau mengandalkan penalaran mereka sendiri. Fungsi nalar adalah mendemonstrasikan secara logis (a) kebenaran matematis, (b) kebenaran suatu gagasan dasar atau asumsi yang diterima oleh Kehendak. Dalam kasus pertama, nalar bisa dibilang pembimbing yang otoritatif. Namun untuk menilai ide-ide, nalar belum tentu bisa dipercaya, sebab penalaran kita akan membenarkan segala macam ide yang keliru kalau kita memang berniat mempercayainya.

 19. Menyadari bahwa nalar tidak bisa selalu diandalkan sebagai otoritas tertinggi dalam membentuk opini, anak-anak yang beranjak dewasa patut memahami bahwa tanggung jawab terbesar mereka sebagai seorang pribadi utuh adalah memilih ide-ide mana yang perlu diterima atau ditolak. Latihan kebiasaan-kebiasaan baik, ajaran-ajaran etis, serta wawasan luas dari banyak bacaan dan pengalaman akan membantu mereka membuat pilihan-pilihan itu. Dengan demikian anak akan terhindar dari cara pikir dan tindakan asal-asalan yang sering menyebabkan seseorang hidup lebih rendah dari ideal yang seharusnya ia bisa capai.

 20. Tidak ada alasan untuk mendirikan sekat antara ranah intelektual dan spiritual dalam kehidupan. Kita mengajarkan kepada anak-anak bahwa semua kebenaran adalah milik Tuhan, dan bahwa kajian sekuler sama baiknya dengan kajian religius. Mereka perlu sadar, kehidupan beragama dan kehidupan akademis bukanlah dua dunia yang terpisah, dan apa pun yang ia pelajari atau kerjakan, Tuhan selalu bersama mereka.

sumber terjemahan disini : cmindindonesia

sumber asli disini


Dec 27, 2019

Kemurahan & Kebaikan Tuhan di tahun 2019

Tahun 2019 akan segera berakhir...  I am realy love my blog...

Banyak hal yang Tuhan kasih dalam hidupku. Kesempatan untuk terus merasakan kasih Tuhan, diampuniNya. Dan kesempatan untuk belajar, mencapai harapan dan mimpi yang Tuhan kasih di hatiku. Terimakasih banyak Tuhan.

Siapa yang menyangka aku bisa masuk dalam pelayanan anak di gereja :) sepertinya mustahil diluar pikiran mengajar anak. Jika melihat kediriku ini, sungguh gak layak, gak mampu dan gak mungkin. Tapi.......jika Tuhan udah kasih itu mimpi dihatiku. Tidak ada satupun yang dapat menutupnya. Baca kisahnya disini 

Menjadi gembala cool anak......aku punya anak-anak yang digembalakan. ini mereka: ada Eunike,Misel, Tamado, Felix,Daniel, Neo, Nadine, Nici, Cinat,Febi. air mataku tumpah menuliskan ini. ada suka ada air mata menjadi gembala cool. Sukacitanya itu gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dan tau gak setelah masuk dalam pelayanan anak, aku ingin punya harapan membangun sekolah wow...untuk anak-anak usia dini seperti mereka, pingin sekolah lagi jadi guru :) Dukanya jika berturut turut mereka tidak datang, jika yang diajarkan minggu ini tidak dilakukan dan lupa minggu depannya :(  Aku benar2 harus merendahkan diriku, seperti memang hamba yang melayani. Menghubungi orangtuanya, mencari tau karakter dan pribadi mereka masing-masing, bertanggungjawab atas ajaran yang aku ajarkan, teladan hidup yang aku berikan. Sungguh beratttttt.. tapi semua duka itu terbayar dengan senyum mereka, kepolosan mereka, sukacita dimata mereka. anak-anak itu sungguh berharga dimata Tuhan. aku mengasihi mereka seperti Yesus sungguh mengasihi aku.






aku tau kekuranganku banyak, kreativitasku dalam mengajar itu kurang :( apalagi anak-anak yang aku didik banyak dibawah kelas 3. usia balita yang belum sekolah juga ada....Tugasku untuk terus belajar juga banyak. Sekarang aku lagi belajar sistem pendidikan CM. Pendidikan homeschooling Charlotte masson. Pendidikan karakter bukan akademis. Bersyukur dipertemukan dengan pendidikan CM, mengerti buku-buku living books yang cocok untuk anak. Aku hanya mau bilang Tuhan Yesus terlalu baik sama aku. Disaat aku merenung masa single aku, di umur aku sekarang belum menikah. aku percaya, Tuhan mempersiapkan aku jauhhhhh dari apa yang aku pikirkan. Aku punya masa depan yang indah bersama Tuhan. Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. .. amin.... belajar untuk peduli, merendahkan diri, mengurangi perpectsionistku. Terimakasih Tuhan bawa aku jauh berpikir tentang generasi.......segala pelayanan ini bagi Tuhan. Bukan tentang diriku tapi tentang Tuhan Yesus.


Mau ucapkan SELAMAT NATAL 2019 dan menyambut TAHUN BARU 2020...




Janganlah takut,   sebab Aku menyertai engkau ,  janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan,  bahkan akan menolong  engkau; Aku akan memegang engkau  dengan tangan  kanan-Ku yang membawa kemenangan ( Yesaya 41 : 10)

Jan 25, 2019

KU DAKI GUNUNG YANG TINGGI


KU DAKI GUNUNG YANG TINGGI

Ku daki daki daki daki gunung yang tinggi
ku turun turun turun turun lembah yang dalam
ku melintasi padang rumput hijau terbentang
Yesus besertaku

ku terbang terbang terbang terbang luar angkasa
ku selam selam selam selam dalam samudra
ku dayung dayung dayung dayung prahu di sungai
Yesus besertaku

Di kanan Kau ada
Di kiri Kau ada
Di atas dan di bawah Kau ada
Di suka Kau ada
Di dukaku Kau ada
Karna Engkau Yesusku

Jan 16, 2019

HAFAL 66 KITAB MELALUI PERMAINAN LINGKARAN KITAB PERJANJIAN LAMA


HAFAL 66 KITAB MELALUI PERMAINAN LINGKARAN KITAB
PERJANJIAN LAMA

Kitab Taurat terdiri dari Kejadian Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan

Kitab Sejarah terdiri dari Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-Raja, 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester

Kitab Puisi kumpulannya ialah Ayub Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung

Kitab Nabi-Nabi Besar di dalamnya ada Yesaya Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel

Kitab Nabi-Nabi Kecil terdiri dari Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi

Baca juga: Permainan Sekolah Minggu: Bantu Lindungiku dari Cobaan dan Godaan

PERJANJIAN BARU
Kitab Injil dinamakan sesuai nama penulisnya terdiri dari Matius, Markus, Lukas, Yohanes

Kitab Sejarah terdiri dari Kisah Para Rasul

Surat-Surat Rasuli adalah surat yang ditulis oleh para rasul.

Rasul Paulus menulis 9 surat yang ditujukan kepada jemaat sesuai dengan nama kotanya: Roma, 1 & 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika

4 surat rasul Paulus berikutnya ditujukan pribadi atau pastoral sesuai dengan namanya: 1 Timotius, 2 Timotius, Titus dan Filemon

1 surat yang ditujukan untuk orang Ibrani

7 surat rasuli selanjutnya diberi nama sesuai penulisnya: Yakobus, 1 & 2 Petrus, 1, 2, dan 3 Yohanes, dan Yudas

Kitab Wahyu ditulis oleh Yohanes. Ide utama kitab Wahyu adalah kedatangan Yesus yang kedua kali.

Baca juga: Bermain Ping Pong Asik Sambil Memahami Firman Tuhan tentang Cara Menghadapi “Amarah”

Menghafal Ayat Alkitab Acak Dengan 6 Langkah Mudah

Setelah menjelaskan hal ini ke anak-anak, sekarang ajak anak-anak bermain!

Alat-alat yang dibutuhkan:
1. 2 karton yang sudah digunting berbentuk bulat dengan diameter 30cm

2. 9 potongan karton warna-warni yang sudah ditulis 5 bagian utama Perjanjian Lama (‘KITAB TAURAT’, ‘KITAB SEJARAH’, ‘KITAB PUISI’, ‘ KITAB NABI BESAR’, ‘KITAB NABI KECIL’) dan 4 bagian utama Perjanjian Baru (‘KITAB INJIL’, ‘KITAB SEJARAH’, ‘SURAT-SURAT RASULI’, ‘KITAB WAHYU’)

3. 66 potongan karton putih berukuran lebih kecil yang sudah ditulis masing-masing kitab

4. Spidol

5. Beberapa lem kertas

Cara bermain:
1. Tulis ‘PERJANJIAN LAMA’ dan ‘PERJANJIAN BARU’ di bagian tengah masing-masing karton bulat dengan tulisan berukuran besar menggunakan spidol

2. Bagi anak menjadi 2 tim. Satu tim mengerjakan ‘PERJANJIAN LAMA’, tim yang lain ‘PERJANJIAN BARU’

3. Dengan bimbingan kakak, minta mereka menempelkan karton warna-warni dengan rapi sesuai dengan pembagiannya di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

4. Ajak kedua tim berlomba menempelkan 66 potongan karton putih yang tertulis nama-nama kitab sesuai pembagian utama

5. Penilaian bukan tentang siapa tim yang paling cepat, tapi yang paling tepat dan rapi menempelkan potongan kitab

Sumber: Superbookindonesia.com

TIPS MENGHAFAL AYAT ALKITAB


TIPS MENGHAFAL AYAT ALKITAB DENGAN MUDAH. TIPS TERAKHIR SERU BANGET!

Jika kelas Sekolah Minggu kakak punya fasilitas papan tulis, kami punya 2 tips mudah yang bisa menginspirasi kakak.

1. PERMAINAN HAPUS KATA
Tulis ayat di papan tulis. Baca bersama-sama 2-3 kali. Suruh semua anak membalikkan badan dan minta salah satu anak menghapus satu kata. Suruh mereka menghadap depan lagi dan mengulang ayat dengan tetap menyebutkan kata yang sudah dihapus. Lakukan penghapusan kata terus-menerus sampai semua kata berhasil terhapus.

2. PERMAINAN BESAR KATA
Tulis beberapa kata penting dengan huruf besar. Misalnya “TAKUT akan TUHAN adalah permulaan PENGETAHUAN”. Beri penekanan setiap membaca kata yang ditulis huruf besar

Jika kelas tidak memiliki papan tulis, dua tips pilihan berikut bisa ini membantu kakak menolong mereka menghafal. Bagi kelas menjadi dua kelompok.

1. PERMAINAN LOMBA AYAT
Jika dua kelompok masih dirasa terlalu besar, bagi lagi menjadi empat kelompok. Perkiraan masing-masing kelompok berjumlah 4-5 anak.

Baca ayat bersama-sama berulang kali. Beri mereka waktu. Jika dirasa sudah cukup, buat kompetisi kecil antar kelompok.

Setiap dua kelompok berbalas-balasan mengucapkan ayat yang dihafal. Jika masih ada cukup waktu, masing-masing kelompok mengucapkan ayat yang dihafal di depan kelas.

2. PERMAINAN 'IKUTI PERINTAH-KU'
Baca ayat bersama-sama berulang kali sampai mereka mulai sedikit hafal. Bagilah ayat per dua atau tiga kata, tergantung seberapa panjang ayat tersebut. Setiap pembagian kalimat disimbolkan dengan satu jari.

Gunakan kedua tangan untuk mengkomando mereka. Tangan kiri untuk anak-anak yang di sebelah kiri, tangan kanan untuk anak-anak sebelah kanan. Angkat kedua tangan kakak dan mulai beri aba-aba

Penjelasannya agak susah ya kak? Saya beri contoh.

TAKUT AKAN TUHAN ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN ada 6 kata.

1. Penggal kalimat menjadi dua

-TAKUT AKAN TUHAN disimbolkan dengan jari telunjuk (angka 1)
-ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN disimbolkan dengan jari telunjuk dan tengah (angka 2)

2. Angkat kedua tangan dan beri aba-aba

-Ketika kakak mengisyaratkan angka 1, maka mereka menyebutkan TAKUT AKAN TUHAN.
-Kalau angka 2, mereka menyebut ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN.

3. Buat tantangan lebih seru

-Beri perintah berbeda antara tangan kiri dan kanan. Misalnya tangan kiri mengisyaratkan angka 1 dan tangan kanan angka 2.
-Berarti anak di sebelah kiri menyebutkan TAKUT AKAN TUHAN dan anak di sebelah kanan menyebutkan ADALAH PERMULAAN PENGETAHUAN dalam waktu yang bersamaan


Sumber : superbookindonesia.com

MENGHAFAL AYAT ALKITAB ACAK DENGAN 6 LANGKAH MUDAH


MENGHAFAL AYAT ALKITAB ACAK DENGAN 6 LANGKAH MUDAH

Ini salah satu tips yang bisa kakak gunakan untuk membantu mereka menghafal ayat Alkitab. Kita ambil satu ayat yang bisa dijadikan contoh.

“Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.” Mzm 103:4

Berikut langkah-langkah menghafalnya:

1. Bagi ayat menjadi 6 penggalan kalimat
Contohnya Dia yang menebus - hidupmu dari - lobang kubur - yang memahkotai engkau - dengan kasih setia - dan rahmat

2. Undang 6 anak ke depan dan bagikan penggalan kalimat tersebut
Tidak apa-apa kalau 6 anak itu membaca penggalan kalimat yang mereka pegang

3. Susun 6 anak yang berdiri di depan secara acak
4. Bagi tugas mereka
a. Anak-anak yang duduk membaca urutan ayat Alkitab dengan benar sesuai penggalan kalimat

b. Satu per satu anak yang di depan mengangkat penggalan kalimat yang mereka pegang, dimulai dari anak yang paling kiri dari sudut pandang anak-anak yang duduk

5. Anak-anak yang duduk terus membaca ayat Alkitab yang sedang dihafal sambil mengatur posisi 6 anak yang di depan
6. Setelah tersusun, ajak semua anak membaca ayat tersebut berulang kali sampai dirasa seluruh isi kelas benar-benar hafal

Sumber : SuperbookIndonesia.com

Baby’s Book


Baby’s Book
Artikel berikut ditulis oleh Clara Ng, seorang penulis novel. Sumber : #babybook.

Banyak yang tanya, “Bagaimana kenalin buku buat bayi, Mbak?” Ini utang terakhirku untuk #readingmilestone tingkat bayi 0-1 tahun. Tagarnya #babybook.

Prinsipnya, memperkenalkan buku kepada bayi sama dengan memperkenalkan bahasa kepadanya. Reading skills = language skills. #babybook.

The beginning of language is started long before a baby is born. Bicara sama bayi waktu masih di perut = memperkenalkannya dengan bahasa. #babybook.

Usia 0-1 tahun adalah usia paling ajaib. Menurutku, inilah saatnya menyaksikan pertunjukan mahakarya how the language is born. #babybook.

Pertunjukkan keren ini tidak bisa dinikmati hanya dengan sit back and do nothing. Orang tua harus benar-benar terlibat dalam memperkenalkan buku dan bahasa #babybook.

Usia 0-3 bulan, bayi belum bisa dan  gak tertarik menyentuh buku. Tapi dia akan melirik gambar. Tunjukkan gambar2 sambil bernyanyi atau ngomong. #babybook.

Bayi 0-3 bulan akan tenang dengan suara ibu. Nyanyian & irama adalah cerita pertama yang dimengertinya. Dia sadar dengan lagu yang diulang-ulang terus-terusan. #babybook.

Usia 4-6 bulan, bayi mulai mampu dan tertarik menyentuh buku. Kasih buku-buku mungil yang terbuat dari kain, bahan flannel, board keras. #babybook.

Dia akan mulai menginvestigasi buku. Biarkan dia melakukannya. Bayi akan mengeluarkan suara-suara lucu kalau dibiarkan “ngobrol” dengan buku. #babybook.

Usia 6-12 bulan, dia sudah bisa menyukai buku. Ajarin dia membalik halaman dan bersama-sama tunjuk dan membelai gambar. #babybook.

Dia akan memperlakukan buku seperti barang mainannya. Gabungkan buku di kotak mainannya sehingga dia mengerti kalau buku = fun stuffs. #babybook.

Kalau membacakan buku untuk si 6-12 bulan, tunjuklah gambar lalu tanya, “Apa ini? Apa itu?”. Bayi gak tertarik pada CERITA, tapi pada GAMBAR. #babybook.

Sekitar 1+ tahun, ciptakan jam rutin baca bareng. Bisa sebelum tidur, sesudah bangun, atau habis makan. Inilah awal dari life long of reading habit. #babybook.

Kalau mulai mendongeng, cari cerita-cerita yang pendek saja. Singkat. Gak perlu yang panjang-panjang. Yang penting bergambar, penuh warna ceria. #babybook.

Kenapa bayi perlu dikasih buku? When you read to kids, they’re getting your full attention. Nothing (TV & Ipad) is better than that. #babybook.

Reading to babies is a great way to immerse them in the sounds and rhythms of speech. Penting untuk perkembangan berbahasa. #babybook.

Ortu biasanya cemas kalau anaknya telat bicara. Read them books to boost and speed up their language abilities! #babybook.


20 Butir Filosofi CM

  20 Butir Filosofi CM 1. Anak-anak terlahir sebagai pribadi utuh – mereka bukan lembaran kosong atau embrio yang baru berpotensi menjadi pr...