Sep 21, 2015

Hati- hati terhadap Keinginanmu

Dulu....mungkin ini masa-masa aku kuliah, aku lupa pastinya umur aku berapa saat itu. Aku itu punya list dan keinginan yang banyak. Dulunya  list yang kubuat maunya di umur aku sekarang ini aku dah punya anak 3, udah lulus kuliah S2, punya mini market, jadi dosen . Pokoknya umur aku sekarang udah perfect lah apa yang ku capai. Namun......dari list itu untuk apa yang ku harapkan di umur ku sekarang belum ada yang kesampaian. Saat- saat aku berpikir dan membanding kan diriku dengan beberapa temanku yang udah selesai kuliah S1 nya, udah punya Ph, punya baby . Dan aku belum . lol !

Saat aku pernah memikirkan tentang keinginan - keinginanku tsb. Tuhan ingatin aku tentang keinginan bangsa Israel tentang keinginan mereka ingin punya raja seperti bangsa - bangsa lain. Saat kepergian Musa lalu Yosua yang membawa mereka keluar dari Mesir. Terus mereka di pimpin Samuel seorang nabi Allah. Namun,setelah Samuel tua dan anak-anaknya tidak bisa menggantikannya. Bangsa Israel protes dan menginginkan seorang raja seperti bangsa lain.
dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." ( 1 Samuel 8 : 5)
Saat mereka menyampaikan hal tsb kepada Samuel nabi Allah itu, Samuel tidak suka akan protes mereka. Karena mereka sudah punya Raja yaitu Allah sendiri yang menjadi Raja yang memerintah mereka. Yang memimpin mereka keluar dari bangsa Mesir menuju tanah Kanaan. Yang memelihara mereka siang dan malam. Yang menjauhkan mereka dari bahaya maut. Tapi mereka tetap kekeh mau raja seperti bangsa lain yang dipimpin oleh raja.

Saat Samuel menyampaikan keinginan bangsa Israel kepada Allah, ini jawaban Allah kepada Samuel
TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. ( 1 Samuel  8 : 7)
Ya...Tuhan meyetujui bangsa itu memiliki raja, namun Tuhan juga ingatkan bahwa ada kosekunsi yang harus mereka patuhi ketika keinginan mereka itu dilaksanakan.
Oleh sebab itu dengarkanlah permintaan mereka, hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka." ( 1 Samuel 8 : 9)
Seorang raja memiliki hak atas bangsa itu, dapat kita baca di ayat selanjutnya :
katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; ( 1 Samuel 8 : 11 )
ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. ( 1 Samuel 8 : 12 )
Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. ( 1 Samuel 8 : 17 )
Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu." ( 1 Samuel 8 : 18 )
Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; ( 1 Samuel 8 : 19 )
maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang." ( 1 Samuel 8 : 20 )
Ketika keinginan - keinginan yang kita buat sama seperti apa yang kita lihat dari orang lain. Apa samanya kita dengan bangsa Isreal. Ketika keinginan kita memiliki PH karena lihat teman-teman kita sudah pada merid dan kita belum. Apa bedanya keinginan kita sama dengan bangsa Isreal yang menginginkan sesuatu karena ingin seperti bangsa- bangsa lain?

Saat aku  menyadari keinginan- keinginanku yang termotivasi hanya karena perbandingan dengan orang-orang lain, aku menyesali keinginanku itu. Namun, bukan berarti kita tidak boleh memiliki keinginan yang akan kita miliki. Hal itu boleh,sepanjang apa yang kita inginkan bukan karena keirii hatian kita kepada orang lain. Tapi biarlah keinginan itu lahir dari hati kita untuk kemuliaan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin....



2 comments:

  1. Thank. Sekali lagi, gue merasa ditegur lagi sama tulisan mbak uli ini. Makasih ya!!! Gue sadar kayaknya udah gitu juga. Milih ikut-ikutan yang lain. Hehe. Sekali lagi, thanks

    ReplyDelete
  2. ya bener. kdg keinginan kita ga sesuai dg keinginan Tuhan ya

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Wahyu 1 - Berbahagia yang baca,dengar & pelaku Firman Tuhan

31 Okt Wahyu 1 Wahyu 1:1 (TB)  Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba...