Bagaimana aku bisa menutup kelopak mataku terpejam dari kebisingan malam. Jika ada seorang yang telah berjuang melawan maut dihari kelahiranku masih membanting tulang di kedinginan malam ini. Aku sungguh tidak tega. Seandainya aku bisa. Ya, seandainya aku bisa.
Aku tidak banyak berbuat apa- apa. Mereka yang tiada rasa bertanggungjawab mengambil hak yang bukan milik mereka. Mereka mengecewakan wanita itu. Wanita pejuang hidup. Wanita itu sungguh kuat. Beda dengan diriku. Mengapa hanya sedikit rasa keberanian wanita itu yang mangalir didalam darahku ini. Beda jauh kurasakan. Dia tetap kuat menghadapi hidup ini. Dikesediriannya ditinggal pasangannya wanita itu tetap menjadi pejuang buatku. Aku mengasihinya.
Aku selalu mendukungmu pejuangku. Aku sedih melihatmu sedih. Aku ingin kau tidak usah bekerja lagi, tapi apa dayaku aku belum cukup memberimu kebahagian. Maafkan diriku.
| Pict from google |
semoga cepat mapan dan mampu membahagiakannya :)
ReplyDeleteaku juga berharap seperti itu Rian
Delete