Jul 10, 2012

Banjir

pict from google



Malam itu hujan sangat lebat. Dimana orang sudah pada istirahat untuk tidur malam. aku tersadar akan hujan, dan hanya berpikir hujan sebentar saja dan akan segera berhenti. Tiba-tiba mama bangunkan kami. Ayok angkat semua barang-barang yang dibawah, baju dilemari, buku-buku yang terletak dibawah, barang-barang elektronik yang berada cukup rendah. Mama bilang air didepan rumah kita udah hampir penuh bagaikan sungai, mungkin sebentar lagi akan masuk kerumah. Mendengarnya langsung lemas, hmmm  banjir. 

Malas bangat kalo udah dengar kata banjir. Rumah kami itu berada diujung penurunan jalan, dan menjadi tempat pemberhentian terakhir air yang mengalir. Waktu itu belum banyak bangunan disana, tapi akhir-akhir ini semakin berkembang. Ada pembangunan ruko, rumah dan mengakibatkan tanahnya tempat rumah kami berdiri menjadi turun. 

Jam empat pagi dibangunkan untuk antisipasi hujan. Terjaga satu jam untuk antisipasi, dan hujan sudah semakin reda akhirnya aku tidurkan kembali tidurku pagi itu, dan tiba aku bangun sejam kemudian ternyata air sudah masuk kerumah. Oh my God, airnya masuk. Gak tau mau bilang apa lagi dan hanya bisa menerima keadaan ini. Memang airnya tidak setinggi banjir beberapa tahun yang lalu pernah hampir mencapai lututku. Ini hanya air resapan yang masuk dari bawah rumah. Tapi yah tetap saja rumah penuh dengan air. Dimana-mana air,dikamar,ruang nonton, ruang tamu berisi air.

Aksi menguraspun dilakukan. Berhubung hari ini hari kerja dan hari sekolah. Hanya mama yang tinggal dirumah sendiri. Tadi mama bilang dia mau istirahat saja, berhubung air yang diperas toh ngalir lagi. Ya udah dech dalam hatiku, pasti nyokapku capek juga membersihkan itu semuanya sendirian.

Seandainya rumah ini ditinggikan dan ada biaya untuk renov ini rumah, sehingga kalau ada hujan yang sederas itu tidak perlu kami kuatir lagi akan bahaya banjir. Kadang iri liat rumah orang lain, mereka bisa tidur dengan nyenyak saat hujan turun. Sedangkan kami setiap kali hujan, harus was-was akan bahaya banjir. Penciptaku, berilah kami semangat untuk tetap menjalani ini semuanya.





3 comments:

  1. sabar ya. dulu aku juga pernah ngalamin kayak kamu. Rumahku selalu banjir sampai cape deh. Setiap musim hujan selalu ga bisa bobo nyenyak. Sampai sering bolos sekolah, bolos kerja..semua akan berakhir kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak fanny masa iya pernah ngalamin hal seperti ini? jadi bukan aku aja yah. yaa semoga semua akan berakhir

      Delete
  2. itu di Riau atau di Jakarta ya...hehehe

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Kejadian 2 - Penolong

Kejadian 2 Kejadian 2:18 (TB)  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong...