Jul 30, 2014

Memperkuat Iman

Aku ngerasa akhir-akhir ini aku memang berada dalam cobaan goncangan akan imanku. Aku belum bisa bukakan secara mendalam cobaan tsb saat ini, namun ketika aku merenungkan kejatuhanku ada suara yang berkata ini semua salahku, aku yang buka jalannya sehingga aku semakin terperosok dalam cobaan itu. Tapi aku bersyukur punya Allah yang gak pernah tinggal diam biarin aku jatuh terus. FirmanNya berkata tujuh kali orang benar jatuh namun ia bangun kembali. Tuhan kasih aku terus kesempatan, kasih aku jalan, bukakan kebenaran-kebenaran yang membukakan mataku untuk tetap teguh berdiri. Thank u Lord Jesus. Engkau sangat baik. Aku bersyukur punya Bapa punya Allah seperti Engkau. 

Tuhan itu tau bagaimana cara untuk mendidik, menegur kita. Ya karena kita ini buatan tanganNya, tentu saja Dia tau bagaimana untuk membangkitkan kita yang jatuh, ngajarin kita kebenaran-kebenaran. Aku bisa merasakan Tuhan itu sering didik/ngajar/negur aku lewat tulisan. Mungkin memang aku suka membaca jadi kebanyakan besar yang aku serap itu dari tulisan. Jadi ketika aku merasa imanku lemah,sebuah tulisan yang kubaca ini sangat bermanfaat buat kuatin imanku yang rada bengkok. Tulisan ini aku ambil dari buku renungan Spirit Women.

Langkah memperkuat iman 
1. Memberi makan iman
Seperti tubuh jasmani membutuhkan makanan, tubuh rohani kita atau iman kita, juga membutuhkan makanan untuk menjaganya tetap dan bahkan bertambah kuta. Roma 10:17 dengan jelas berkata bahwa iman timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Berdoa senantiasa memang perlu dilakukan, namun iman hanya akan bertumbuh ketika  kita mau dengan rutin merenungkan firmanNya dan mengplikasikannya dalam keseharian.
2. Mengasihi sesama
Bagaimana kita bisa mengasihi, dan apalagi mempercayai Tuhan yang tidak keliatan bila kita tidak bisa mengasihi sesama manusia yang jelas-jelas keliatan? Pada kenyataannya, percaya atau tidaknya kita kepadaNya memang ditentukan oleh bagaimana kasih kita terhadap orang lain (Galatia 5:6)
3. Habiskan waktu bersamaNya
Yang harus kita lakukan untuk memiliki iman yang memindahkan gunung hanyalah percaya bahwa Ia menepati janji-janjiNya. Kita tidak bisa percaya kepada Tuhan tanpa pernah menghabiskan banyak waktu bersamaNya. Itulah mengapa penting bagi kita untuk menyediakan waktu bersaat  teduh dan menikmati hadiratNya. Lihatlah Abraham (roma 4:19-21), ia memiliki iman yang kuat karena ia tidak focus terhadap keadaannya dan justru memuji Tuhan serta percaya bahwa Tuhan akan menepati janji-janji-Nya.
4. Melatih iman
Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2:26). Iman bukan sedekar pikiran dan perkataan,namun pebuatan. Hanya dengan berani bertindaklah pada akhirnya kita mendapati bahwa harapan yang sesuai dengan perkenanan Tuhan, pasti tergenapi. Perhatikan matius 9:13 yang berkata Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Percaya adalah sebuah kata kerja dan ini membutuhkan tindakan.
5.Menolak kekhwatiran
Biasakan untuk memuji Tuhan ketika pemikiran-pemikiran yang negative mulai memenuhi kepala. Jika kita memang benar-benar percaya kepadaNya tentu ada banyak pujian yang dapat kita persembahkan untukNya. Memuji Tuhan ketika pemikiran negative muncul sama saja dengan mengundang-Nya masuk dalam hati kita untuk menggatikan pemikiran-pemikiran negative tersebut, sebab Ia bertahta diatas pujian (Mzm 22:4).

No comments:

Post a Comment

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

What a beautiful Name

You were the Word at the beginning One With God the Lord Most High Your hidden glory in creation Now revealed in You our Christ What a ...