Aku ngerasa akhir-akhir ini aku memang berada dalam cobaan goncangan akan imanku. Aku belum bisa bukakan secara mendalam cobaan tsb saat ini, namun ketika aku merenungkan kejatuhanku ada suara yang berkata ini semua salahku, aku yang buka jalannya sehingga aku semakin terperosok dalam cobaan itu. Tapi aku bersyukur punya Allah yang gak pernah tinggal diam biarin aku jatuh terus. FirmanNya berkata tujuh kali orang benar jatuh namun ia bangun kembali. Tuhan kasih aku terus kesempatan, kasih aku jalan, bukakan kebenaran-kebenaran yang membukakan mataku untuk tetap teguh berdiri. Thank u Lord Jesus. Engkau sangat baik. Aku bersyukur punya Bapa punya Allah seperti Engkau.
Tuhan itu tau bagaimana cara untuk mendidik, menegur kita. Ya karena kita ini buatan tanganNya, tentu saja Dia tau bagaimana untuk membangkitkan kita yang jatuh, ngajarin kita kebenaran-kebenaran. Aku bisa merasakan Tuhan itu sering didik/ngajar/negur aku lewat tulisan. Mungkin memang aku suka membaca jadi kebanyakan besar yang aku serap itu dari tulisan. Jadi ketika aku merasa imanku lemah,sebuah tulisan yang kubaca ini sangat bermanfaat buat kuatin imanku yang rada bengkok. Tulisan ini aku ambil dari buku renungan Spirit Women.
1. Memberi makan iman
Seperti tubuh jasmani membutuhkan makanan, tubuh rohani kita
atau iman kita, juga membutuhkan makanan untuk menjaganya tetap dan bahkan
bertambah kuta. Roma 10:17 dengan jelas berkata bahwa iman timbul dari
pendengaran akan Firman Tuhan. Berdoa senantiasa memang perlu dilakukan, namun
iman hanya akan bertumbuh ketika kita
mau dengan rutin merenungkan firmanNya dan mengplikasikannya dalam keseharian.
2. Mengasihi sesama
Bagaimana kita bisa mengasihi, dan apalagi mempercayai Tuhan
yang tidak keliatan bila kita tidak bisa mengasihi sesama manusia yang
jelas-jelas keliatan? Pada kenyataannya, percaya atau tidaknya kita kepadaNya
memang ditentukan oleh bagaimana kasih kita terhadap orang lain (Galatia 5:6)
3. Habiskan waktu bersamaNya
Yang harus kita lakukan untuk memiliki iman yang memindahkan
gunung hanyalah percaya bahwa Ia menepati janji-janjiNya. Kita tidak bisa
percaya kepada Tuhan tanpa pernah menghabiskan banyak waktu bersamaNya. Itulah mengapa
penting bagi kita untuk menyediakan waktu bersaat teduh dan menikmati hadiratNya. Lihatlah
Abraham (roma 4:19-21), ia memiliki iman yang kuat karena ia tidak focus terhadap
keadaannya dan justru memuji Tuhan serta percaya bahwa Tuhan akan menepati
janji-janji-Nya.
4. Melatih iman
Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2:26). Iman bukan
sedekar pikiran dan perkataan,namun pebuatan. Hanya dengan berani bertindaklah
pada akhirnya kita mendapati bahwa harapan yang sesuai dengan perkenanan Tuhan,
pasti tergenapi. Perhatikan matius 9:13 yang berkata Tidak ada yang mustahil
bagi orang yang percaya. Percaya adalah sebuah kata kerja dan ini membutuhkan
tindakan.
5.Menolak kekhwatiran
Biasakan untuk memuji Tuhan ketika pemikiran-pemikiran yang negative
mulai memenuhi kepala. Jika kita memang benar-benar percaya kepadaNya tentu ada
banyak pujian yang dapat kita persembahkan untukNya. Memuji Tuhan ketika
pemikiran negative muncul sama saja dengan mengundang-Nya masuk dalam hati kita
untuk menggatikan pemikiran-pemikiran negative tersebut, sebab Ia bertahta
diatas pujian (Mzm 22:4).
No comments:
Post a Comment
Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all