Ini ada sebuh artikel yang pernah aku baca
dan ingin aku share disini. Cerita yang hampir sering kita alami. Suka
mengeluh? Ya,hal yang sering tampa kita sadari kita sering kali
mengalaminya. Kurang senang sedikit kita ngeluh, gak suka lihat situasi
kita ngeluh. Pokoknya tiada hari tiada situasi tampa ngeluh. Nah, lewat
cerita singkat dibawah ini, kita bisa ambil rema dan renungan tuk
menyudahi keluhan yang sering kita ucapkan. Ya, Tuhan Yesus sudah lebih
dulu mengalami hal-hal yang rasanya kalau kita alami kita pasti ngeluh.
Coba baca dan renungkan cerita singkat dibawah ini :
Sebentar
lagi gereja akan ngerayain Paskah. Grace yang dipercayakan buat ngedekor
gereja, ngajakin 2 temannya untuk pergi membeli perlengkapan dekor.
“Oke… besok setelah jam makan siang, aku jemput kamu dan Rere ya!” ucap
Grace kepada Rika ditelepon. “Oke!” jawab Rika singkat.
Esok harinya….,
“ka,
ini aku on the way ya, 10 menit paling udah nyampe dirumahmu,” ucap
Grace ketika suara sambungan telepon sudah diangkat. “Aduh Grace, sorry
banget…aku nggak bisa nemenin kamu beli peralatannya, ini nyokab
mendadak sakit .” Dari pesawat telepon Grace mendengar suara Rika
yang terdengar panik. “Oh ya udah, kamu jagain nyokap aja dirumah. Ini
aku langsung jemput Rere aja. Salam buat nyokap ya…” jawab Grace sambil
membuka pintu mobilnya.
Hari ini jalanan macet total, untung aja
dimobil ada AC, jadi setidaknya Grace nggak perlu ngeluh karena macet
and kepanasan seperti orang- orang yang sedang mengendarai sepeda motor.
Grace bersykur Tuhan memberinya berkat mobil yang bisa ia pake ke
kampus dan kegereja. Sambil menikmati kemacetan, tiba- tiba satu buah
pesan diBlackberry .
Message-nya muncul. Sambil tetap memegang
setir mobil ditangan kiri dan Blacberry ditangan kanannya Grace pun
membaca pesan yang dikirim oleh Rere.
“Grace, kamu udah dimana?
Sorry… aku nggak bisa nemenin kamu nih, Rio mendadak datang kerumah and
minta dianterin ke mall, kamu nggak apa-apa kan pergi sendiri?’
“iya nggak apa-apa”
“Kamu marah nggak?”
“Nggak ko Re, have fun ya…”
Setelah
membalas BBM dari Rere, Gracepun kembali menaruh BB-nya dan kedua
tanganya kembali menyetir. “Yah…gitu deh resiko punya teman yang selalu
sibuk sama pacar. Udah janjian jauh-jauh hari sama aku, ya tetap aja
milihnya pergi sama pacar. Huh!” keluh Grace dalam hati.
Setibanya diparkiran toko…
“Maaf
Mba, parkiran dalam penuh. Parkir diluar saja!” Grace kesal, karena kan
bakalan sulit kalo harus mundurin mobilnya keluar. Tapi sekalipun
kesal, ia tetap mengikuti bapak tukang parkir mengantarnya ke tempat
parkir mobil. Sambil menutup mobil ia pun berkata “Pak, dikasih tanda
donk diluar kalo parkiran dalam penuh. Kalo kayak gini kan repot.” Maaf
Mba, itu diluar sudah ada tandanya. “ jawab tukang parkir sambil
menunjukkan lampu yang bertulisakan ‘Parkir Penuh’. Dengan sedikit malu,
Grace pun meminta maaf kerena tidak memperhatikan tulisan itu dengan
benar. Tapi sekalipun salah dan meminta maaf, dalam hati ita tetap saja
ngomel, “Aneh-aneh aja sih, masa tulisan begitu taruhnya diatas!”
Sambil
menenteng tas, Grace pun berjalan kedalam toko. Ia mulai mencari
karton,lem, kertas warna-warni dan alat-alat lain untuk mendekor. Karena
barang yang ia beli cukup banyak, akhirnya Grace mengomel lagi, “Coba
ada Rera dan Rika, pasti nggak bakalan serepot ini kan ngebawanya,”
keluhnya sambil memasukkan barang-barang kebagasi mobil.
Dalam
perjalanan pulang, ia memutar radio kesayangannya. Salah satu lagu
rohani berjudul ‘Karena Salib-Mu' menemani perjalan pulang. Menjelang
paskah lagu- lagu semacam ini pasti sering di request sama para
pendengar. “oke para pendengar Jesus Lover, barusan kita udah denger
lagu True Worshippers sebagai awal petemuan kita sore hari ini, “kata
Rena sang penyiar menyapa para pendengarnya, “seperti yang sudah Rena
janjiin tadi, hari ini satu jam kedepan kita akan ngebahas tentang
Paskah. Nih Rena masih tunggu SMS, dan telepon dari Bapak, Ibu atau
temen-temen yang pengin share tentang Paskah and pengorbanan Yesus dalam
hidup kita.”
Sambil terus menyetir mobilnya, dengan saksama Grace
terus mendengar cuap- cuap si penyiar membaca pesan atau menerima
telepon dari para pendengarnya. Sampai akhirnya Grace tertegun saat Rena
membaca sebuah SMS :
Dear Jesus Lover…. Aku pengen share
nih tentang Paskah. Menurut aku Paskah adalah waktu yang tepat untuk
kita bisa flashback dengan hal- hal yang udah kita terima dari Tuhan;
entah itu hal baik ataupun buruk. So, kalau hari –hari ini kita ngalami
hal yang nggak enak, jangan buru-buru ngeluh, karena Tuhan sendiri udah
mengalaminya. Ingatlah terus pengorbanan yang sudah Tuhan beri dibalik
Salib yang berdiri teguh dibukit Golgota. Tuhan bukan cuma dikhianati,
dicuekin atau hal- hal yang kita alami saat ini. Tuhan dihina, dicambuk,
dan mati buat kita. Segitu deh menurutku tentang Paskah, Tuhan Yesus
bekati!”
Ya, pesan yang dibaca Rena benar-benar
membuat Grace terperangah. Hari ini dia udah banyak sekali mengeluh.
Dimulai dari teman-teman yang nggak bisA nemanin dia beli peralatan
dekorasi, parkiran mobil yang penuh, barang-barang yang seabrek dan
mungkin keluhan-keluhan lainnya. Rasanya dia pengin nangis dan minta
ampun sama Tuhan, karna apa yang dia alami hari ini nggak ada apa-apanya
kalau dibandingkan dengan salib yang Tuhan Yesus sudah terima.
saya tertarik pada paragraf pertama yang menyinggung soal Mengeluh. Orang Barat sering bilang "Stop Complaining". Berhentilah mengeluh. Karena mengeluh tidak banyak membawa kemajuan dan perubahan. Yang penting adalah In Action
ReplyDelete