Jul 14, 2014

Cerita Dibalik Salib

Ini ada sebuh artikel yang pernah aku baca dan ingin aku share disini. Cerita yang hampir sering kita alami. Suka mengeluh? Ya,hal yang sering tampa kita sadari kita sering kali mengalaminya. Kurang senang sedikit kita ngeluh, gak suka lihat situasi kita ngeluh. Pokoknya tiada hari tiada situasi tampa ngeluh. Nah, lewat cerita singkat dibawah ini, kita bisa ambil rema dan renungan tuk menyudahi keluhan yang sering kita ucapkan. Ya, Tuhan Yesus sudah lebih dulu mengalami hal-hal yang rasanya kalau kita alami kita pasti ngeluh. Coba baca dan renungkan cerita singkat dibawah ini :

Sebentar lagi gereja akan ngerayain Paskah. Grace yang dipercayakan buat ngedekor gereja, ngajakin 2 temannya untuk pergi membeli perlengkapan dekor. “Oke… besok setelah jam makan siang, aku jemput kamu dan Rere ya!” ucap Grace kepada Rika ditelepon. “Oke!” jawab Rika singkat.

Esok harinya….,
“ka, ini aku on the way ya, 10 menit paling udah nyampe dirumahmu,” ucap Grace ketika suara sambungan telepon  sudah diangkat. “Aduh Grace, sorry banget…aku nggak bisa nemenin kamu beli peralatannya, ini nyokab mendadak sakit .” Dari pesawat telepon Grace mendengar suara Rika yang terdengar panik. “Oh ya udah, kamu jagain nyokap aja dirumah. Ini aku langsung jemput Rere aja. Salam buat nyokap ya…” jawab Grace sambil membuka pintu mobilnya.

Hari ini jalanan macet total, untung aja dimobil ada AC, jadi setidaknya Grace nggak perlu ngeluh karena macet and kepanasan seperti orang- orang yang sedang mengendarai sepeda motor. Grace bersykur Tuhan memberinya berkat mobil yang bisa ia pake ke kampus dan kegereja. Sambil menikmati kemacetan, tiba- tiba satu buah pesan diBlackberry .
Message-nya muncul. Sambil tetap memegang setir mobil ditangan kiri dan Blacberry ditangan kanannya Grace pun membaca pesan yang dikirim oleh Rere.
“Grace, kamu udah dimana? Sorry… aku nggak bisa nemenin kamu nih, Rio mendadak datang kerumah and minta dianterin ke mall, kamu nggak apa-apa kan pergi sendiri?’
“iya nggak apa-apa”
“Kamu marah nggak?”
“Nggak ko Re, have fun ya…”
Setelah membalas BBM dari Rere, Gracepun kembali menaruh BB-nya dan kedua tanganya  kembali menyetir. “Yah…gitu deh resiko punya teman yang selalu sibuk sama pacar. Udah janjian jauh-jauh hari sama aku, ya tetap aja milihnya pergi sama pacar. Huh!” keluh Grace dalam hati.

Setibanya diparkiran toko…
“Maaf Mba, parkiran dalam penuh. Parkir diluar saja!” Grace kesal, karena kan bakalan sulit kalo harus mundurin mobilnya keluar. Tapi sekalipun kesal, ia tetap  mengikuti bapak tukang parkir mengantarnya ke tempat parkir mobil. Sambil menutup mobil ia pun berkata “Pak, dikasih tanda donk diluar kalo parkiran dalam penuh. Kalo kayak gini kan repot.” Maaf Mba, itu diluar sudah ada tandanya. “ jawab tukang parkir sambil menunjukkan lampu yang bertulisakan ‘Parkir Penuh’. Dengan sedikit malu, Grace pun meminta maaf kerena tidak memperhatikan tulisan itu dengan benar. Tapi sekalipun salah dan  meminta maaf, dalam hati ita tetap saja ngomel, “Aneh-aneh aja sih, masa tulisan begitu taruhnya diatas!”
Sambil menenteng tas, Grace pun berjalan kedalam toko. Ia mulai mencari karton,lem, kertas warna-warni dan alat-alat lain untuk mendekor. Karena barang yang ia beli cukup banyak, akhirnya Grace mengomel lagi, “Coba ada Rera dan Rika, pasti nggak bakalan serepot ini kan ngebawanya,” keluhnya sambil memasukkan barang-barang kebagasi mobil.

Dalam perjalanan pulang, ia memutar radio kesayangannya. Salah satu lagu rohani berjudul ‘Karena Salib-Mu' menemani perjalan pulang. Menjelang paskah lagu- lagu semacam ini pasti sering di request sama para pendengar. “oke para pendengar Jesus Lover, barusan kita udah denger lagu True Worshippers sebagai awal petemuan kita sore hari ini, “kata Rena sang penyiar menyapa para pendengarnya, “seperti yang sudah Rena janjiin tadi, hari ini satu jam kedepan kita akan ngebahas tentang Paskah. Nih Rena masih tunggu SMS, dan telepon dari Bapak, Ibu atau temen-temen yang pengin share tentang Paskah and pengorbanan Yesus dalam hidup kita.”

Sambil terus menyetir mobilnya, dengan saksama Grace terus mendengar cuap- cuap si penyiar membaca pesan atau menerima telepon dari para pendengarnya. Sampai akhirnya Grace tertegun saat Rena membaca sebuah SMS :

Dear Jesus Lover…. Aku pengen share nih tentang Paskah. Menurut aku Paskah adalah waktu yang tepat untuk kita bisa flashback dengan hal- hal yang udah kita terima dari Tuhan; entah itu hal baik ataupun buruk. So, kalau hari –hari ini kita ngalami hal yang nggak enak, jangan buru-buru ngeluh, karena Tuhan sendiri udah mengalaminya. Ingatlah terus pengorbanan yang sudah Tuhan beri dibalik Salib yang berdiri teguh dibukit Golgota. Tuhan bukan cuma dikhianati, dicuekin atau hal- hal yang kita alami saat ini. Tuhan dihina, dicambuk, dan mati buat kita. Segitu deh menurutku tentang Paskah, Tuhan Yesus bekati!”

Ya, pesan yang dibaca Rena benar-benar membuat Grace terperangah. Hari ini dia udah banyak sekali mengeluh. Dimulai dari teman-teman yang nggak bisA nemanin dia beli peralatan dekorasi, parkiran mobil yang penuh, barang-barang yang seabrek dan mungkin keluhan-keluhan lainnya. Rasanya dia pengin nangis dan minta ampun sama Tuhan, karna apa yang dia alami hari ini nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan salib yang Tuhan Yesus sudah terima.

1 comment:

  1. saya tertarik pada paragraf pertama yang menyinggung soal Mengeluh. Orang Barat sering bilang "Stop Complaining". Berhentilah mengeluh. Karena mengeluh tidak banyak membawa kemajuan dan perubahan. Yang penting adalah In Action

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Wanita dan Menudungi Kepalanya

Waktu itu bacaan gorup kita diambil dari 1 Kointus 11 dengan judul perikop Hiasan Kepala Wanita. Ada seorang teman yang tanya kenapa  wanit...