Aku tertarik dan memilih postingan Menyiapakan Hobby Untuk Hari Tua dalam rangka Giveaway yang diadakan mbak Evi pemilik blog Jurnal Evi Indrawanto.Aku tertarik mengulas postingan tersebut karena menurutku kita perlu invest sesuatu buat masa pensiun kita nanti. Dimulai dari hobby dan kegemaran kita yang positif tentunya agar tetap rutin dilakukan sehingga saat sudah pensiun atau disaat masa tua kita tetap punya aktivitas yang membuat pikiran kita tetap berpikir dan bekerja.
Bicara soal merajut sperti yang pernah dilakukan mbak Evi akupun suka belajar melakukannya. Menurutku perempuan itu harus multi talenta apalagi soal hiasan dalam rumah. Merajut memang butuh kesabaran karena bagiku yang belajar otodidak itu gak semudah yang dibayangkan. Aku hanya belajar merajut dari mamak yang juga dulu waktu masa mudanya suka hal tsb. Dan belajar dari buku-buku untuk pemula yang belajar merajut. Tapi hasil dari rajutanku belum ada yang menjadi karya hanya baru berupa rajutan belajar yang belum selesai aku kerjakan seperi gambar dibawah ini
Lain halnya dengan menyulam, kegiataan ini sangat menyenangkan dilakukan. Menyulam mengaitkan benang-benang pada kain sulaman berdasarkan pola yang sudah ada. Aku juga belajar melakukan hal tsb. Biasanya kegiatan ini aku lakukan disaat hari sabtu hari libur kerjaku. Ketelitian juga diperlukan agar tetap pada pola yang sudah ada. Ini hasil karya sulamanku yang juga baru tiga perempat selesainya
Bicara soal merajut sperti yang pernah dilakukan mbak Evi akupun suka belajar melakukannya. Menurutku perempuan itu harus multi talenta apalagi soal hiasan dalam rumah. Merajut memang butuh kesabaran karena bagiku yang belajar otodidak itu gak semudah yang dibayangkan. Aku hanya belajar merajut dari mamak yang juga dulu waktu masa mudanya suka hal tsb. Dan belajar dari buku-buku untuk pemula yang belajar merajut. Tapi hasil dari rajutanku belum ada yang menjadi karya hanya baru berupa rajutan belajar yang belum selesai aku kerjakan seperi gambar dibawah ini
![]() |
| Rajutanku yang belum berbentuk karya |
![]() |
| Sulaman pola bunga untuk taplak meja |
![]() |
| Masih 3/4 dalam proses penyelesaian |
Apakah merajut dan menyulam adalah hobby yang selama ini aku kerjakan? Aku menjawabnya tidak. Menyulam dan merajut aku mulai belajar barulah dua tahun terakhir. Disaat itu aku berpikir aku sebagai wanita harus punya kreativitas dan multi talent dalam hal rumah tangga. Aku berpikir mengapa wanita-wanita zaman dahulu bisa membuat kerajinan seperti itu? seperti mamaku sendiri tampa harus kursus dapat melakukannya. Semenjak pemikiran itu aku mencari tau bahan dan perlengkapannya dan mulai mempraktekkannya. Dan mulai dari itu aku menambahkan merajut dan menyulam bagian dari hobby baruku :)
Menurut postingan mbak Evi, manusia yang tak punya hobby adalah manusia pemarah. Mereka riskan stress dan sering merasa tak bahagia. Di satu tahap dalam kehidupan waktu seperti di lipat. Timbul berbagai penyesalan, terutama yang ada kaitannya dengan hobbi yang mereka punya di masa muda tapi tidak dikembangkan gara-gara berbagai alasan.
Membaca postingan tsb membuatku semakin semangat untuk terus mengerjakan hobbyku. Jika ada seseorang yang bertanya apa yang menjadi hobby utamaku? aku pasti menjawabnya membaca dan menulis. Dulu aku agak risih menjawab membaca dan menulis adalah hobbyku karena membaca dan menulis itu adalah sebuah keharusan dan kebutuhan dalam kehidupan ini.Terutama disaat masa-masa pendidikan. Itu bukan hobby tetapi keharusan yang harus dilakukan untuk memperoleh ilmu. Tetapi sekarang setelah waktu terus berputar dan aku bukan duduk dibangku pendidikan lagi aku dengan bangga akan menjawab dengan tegas hobbyku adalah Membaca dan Menulis.
Buktinya blog ini hadir sehagai persembahan dari hobbyku menulis. Menuangkan apa yang dalam pikiran kedalam tulisan. Aku berharap blog ini dapat sebagai tempat penyaluran hobbyku kemasa depan sampai masa tuaku kelak :) Membantu bagian anggota tubuhku agar tetap bekerja dan berfungsi :)
Sobat blogger apa yang hendak kamu lakukan dimasa tuamu kelak ?



Merajut dan menyulam merupakan hobby yang aku kagumi Mbak. Bagaimana tidak. Pekerjaan itu membutuhkan kesabaran tingkat dewa. Makanya suka kagum pada mereka yang melakoninya. Termasuk dirimu. Dan menulis sampai tua juga harapannku untuk dilakoni.
ReplyDeleteMakasih ya Mbak Taruli atas keikutsertaannya :)
hehe Terimakasih kembali mbakl :) smoga sukses GA nya :)
DeleteInsya Allah kalau istiqomah menulis. blog ini nanti akan menjadi semacam investasi nostalgia buat anda mbak
ReplyDeleteterima kasih sudah turut menyemarakkan GA mbak Evi.. sudah tercatat sebagai peserta ya..
salam kenal mbak