Hai :) aku akhir akhir ini ingin
banyak membagi postingan dan kesaksian hidupku :) Rasanya apa yang ada dihati
ini, apa yang Tuhan kasih ke diriku ingin aku bagi dalam setiap postingan aku.
Menulis itu bagian dari pelayanan buatku. Ini pelayanan yang kumaksud yang
sangat cocok dengan talent yang aku punya yang diberikan dari padaNya sumber
dari segala hikmat.
Ini kisah dari seorang cewek yang
merasa hebat dan bisa melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri. Seorang
perempuan yang merasa hebat dan bisa tapi akhirnya nangis dan menyerah. Kisah
bodoh bagi manusia, tapi kisah bodoh ini berakhir dengan kesaksian hidup dari
sipenulis atas karya hebat sang Pencipta.
Siapa yang pernah merasakan
perasaan menyukai seseorang dan rasanya ingin selalu diperhatikan dan selalu
dihargai dalam segala macam aktivitasnya? Siapa yang pernah merasakan getaran
rasa suka terhadap lawan jenis dan merasa ada sesuatu rasa yang tak bisa
diungkapin dengan kata atas perasaan tsb? Saat ini memang aku lagi bergumul
hebat dengan perasaanku. Aku merasa ada rasa terhadap si dia. Tapi aku masih
bertanya -tanya dalam diriku apakah rasa ini hanya sekedar rasa nyaman dan
nyambung bercerita kepadanya. Aku ingat akan standar hidup yang aku buat buat
calon pasangan hidupku kelak. Sebagian dari standar hidup itu ada dalam
dirinya kulihat.Dan hal itu juga yang membuatku bertanya diakah orangny? :) Tapi ada satu point yang sangat mendasar buat aku yang belum jelas dan
kelihatan kuliat didirinya. Standar hidup yang bakalan menjadi pegangan dalam
hidupku. Aku masih ragu itu jelas dan hal inilah yang masih dan selalu aku
doakan akhir-akhir ini.
Kedekatan ini masih murni
pertemanan karena dari dalam diriku jujur belum confirm dari Tuhan apa maksud
dari kedekatan kami. Dan dari dia juga belum pernah mengatakan apa mengenai
perasaanya padaku. Jadi intinya kami hanya berteman dan saling mengenal. Jadi ceritanya
hampir beberapa hari kami tidak ada komunikasi , dan sebelumnya juga komunikasi
kami agak sedikit dingin. Dan dalam masa-masa tidak ada komunikasi aku selalu diingatkan
untuk menjadi seorang perempuan yang sabar menunggu. Aku ingat akan sebuah
postingan diblog seseorang pendeta muda yang menjabarkan kondisi cewek dan
cowok itu seperti apa. Dari postingan itu diajarkan cewek jangan terlalu
agresif, jangan mendahului peran dari laki-laki. Karena perbedaan otak kiri dan
otak kanan yang berbeda antara man and woman. Biarkan laki-laki dengan otak
kirinya mengejar dan jadilah perempuan yang dengan sabar menunggu. Menunggu
bukan berarti tidak melakukan apa-apa. But, arti menunggu disini adalah
menunggu dengan menyiapkan dirimu sebagai seorang mempelai wanita. Ngertikan maksudnya
apa?
Disinilah letak kebodohan yang
dilakukan siperempuan yaitu aku sendiri yang menuliskan kisah ini. Seorang yang
merasa hebat yang merasa bisa tetapi ujungnya rapuh dan cengeng. Selama hari
diam-diaman itu, aku bukan diam menunggu seperti yang aku katakana tadi. Aku bawa
pergumulan ini dalam doa dan tanya terus pada Tuhan, hubungi dia atau gak? Kasih
aku jalan atau tutup jalan ini Tuhan, itulah kira-kira doaku saat itu. Menjalani
hari hari itu seperti berusaha lari tapi gak lari, berusaha jalan kencang dan
ingin melupakan apa yang pernah terjadi tapi kaki ini gak gerak sama sekali.
Seperti itulah gambaran diriku saat itu. Ingin bercerita padanya apa yang terjadi
tapi tangan dan mulut ini terkunci dan Tuhan bilang ama aku untuk apa
mengandalkan manusia, mengapa kamu gak cerita sama Aku. Bukankah Aku ada untuk
mendengar keluhmu setiap hari. Benar-benar ditampar mendengar suara hatiku itu,
dan aku percaya itu Tuhan yang ngomong sama aku. Aku berusaha tenang
menghadapinya. Saat kita bercukacita didalam Tuhan pasti ada musuh kita yang
gak senang dengan kondisi kita saat itu yaitu si jahat bapa orang berdusta. Aku
tau dia juga berusaha runtuhin rasa sukacita yang aku miliki saat itu. Masa-masa
yang kulewati itu gak mudah, beberapa hari itu masa yang sulit buat aku, aku
dapat kabar tulangku (saudara dari mamak) itu meninggal dihari sabtu 11 Mei
tsb. Dan mamak beserta saudaraku harus pergi pulang kampung selama 3 hari.
Belum lagi adekku mendadak sakit demam saat malam hari saat mamak gak dirumah. Wah
, betapa aku benar-benar capek, nangis dan gak tau menghadapinya seperti apa. Mengenai
demam adekku dan mujizatnya dipostingan selanjutnya akan kuceritakan.
Kebodohan yang dilakukan
siperempuan itu adalah menghubungi dia dengan rasa rindu yang ada didalam
hatiku saat itu. Ketidaktaatan yang berbuah kekecewaan. Aku tunggu beberapa saat gak ada respon dari dirinya hingga
saat mau pulang kerja aku lihat di Hp ku ada satu miscol dan satu message dari
nomor dia. Kebetulan hp ku tinggal diruangan kerja sementara aku berada
diruangan kerja yang lain. Setelah membaca sms dari nya senyum dibibirku
terbentuk dan rasa senang itu ada. Aku berpikir nanti malam saja menghubunginya
kembali dia juga pasti sibuk jam segini. Setelah pulang kerja akhirnya jam 20: 30 jam yang baru bisa aku santai
dan pegang hp, aku kirim dia sms membalas sms nya sore tadi. Aku tunggu –tunggu
gak ada balasan dari dia dan aku tertidur.
Sejam berlalu aku terbangun
dikarenakan hujan deras dan mati lampu dirumah. Liat hp tak juga ada balasan
dari dia. Kalian para cewek jika mengalami hal seperti yang aku alami apa yang
ada dalam pikiran kalian? Apa kalian sama dengan aku? marah, kecewa? Ya aku
marah, bukan pada dirinya. Tapi aku marah pada diriku, kenapa? Karena aku
berjalan dengan kekuatanku sendiri. Aku berjalan tampa tanya Tuhan terlebih dahulu. Aku
merasa hebat dan gak mau taat sabar menunggu. Aku begitu ditampar dengan
kondisi yang aku terima. Aku nangis dan ngadu sama Tuhan. Dan Tuhan hanya
bilang kepadaku “ mengapa kamu berjalan dengan kepintaranmu? “ dan aku
benar-benar shok, aku benar-benar kalah dan merasa berada dibawah sekali. Mungkin
ini hal yang sepele bagi sebagian orang yang membaca cerita ini. Tapi buatku
ini bukan hal sepele seperti dunia liat. Ini hal berhubungan dengan ketaatan
akan sang pencipta. Aku nangis aku minta ampun, aku salah karena udah berjalan
mendahului rancangan Tuhan. Aku pikir dengan menghubungi dia aku nemukan jawaban yang memuaskan kedaginganku, tapi aku salah besar. Aku malah dikecewakan dan ini adalah proses belajar ketaatan yang sangat berarti buat aku.
Beginilah firman TUHAN:
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan
kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! ( Yeremia 17 : 5
)
Ia akan seperti semak bulus di
padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan
tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak
berpenduduk. ( Yeremia 17 : 6)
Diberkatilah orang yang
mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! ( Yeremia 17 :7)
Ia akan seperti pohon yang
ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang
tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak
kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. ( Yeremia
17 :8)
Makasih Tuhanku biat setiap
kesempatan yang selalu ada yang selalu mengajarkan aku tumbuh. Ya, malam itu
tempat tidurku penuh dengan airmata, untung saja hujan jadi tidak ada yang
mendengar aku nangis hehe. Keesokan harinya aku malu mataku bengkak karena
semalamam nangis hehe
Setelah hari itu tidak juga ada kabar dari dia. Dan aku berkata pada diriku cukup untuk pelajaran yang aku
terima hari kemarin. Belajar taat pada Tuhan. Jangan pernah mengandalkan
kekuatanmu. Jadi aku gak ada menghubungi dia lagi semenjak sms dari aku gak dia
tanggapi. Dalam arti disini bukannya aku gak welcome dengan pertemanan atau
apa. Ini masalah perasaan yang benar-benar harus diuji. Aku hanya doa dan
bilang ama Tuhan, jika ini dari Mu buka kan jalan kami Tuhan, tapi jika bukan
dari padaMu tutuplah jalan ini. Biarlah kehendakMu yang jadi atas setiap proses
kehidupanku.
So, buat kalian para ladies yang baca ceritaku malam ini jangan pernah mengandalkan kekuatanmu sendiri untuk kasih makan kedaginganmu. Tapi biarkan Tuhan yang buka jalan dan kasih proses buat pergumulan kalian. Jika kalian yang mengalami hal yang sama dengan pergumulanku, mari bawa dalam doa pergumulan hidupmu liatlah cara Tuhan yang ajaib yang gak akan kamu mengerti terjadi. Taat adalah kuncinya.
Saat kutak melihat jalanMu
saat kutak mengerti rencanaMu
namun tetap kupegang janjiMu
pengharapanku hanya padaMu
Hatiku percaya
Hatiku percaya
saat kutak mengerti rencanaMu
namun tetap kupegang janjiMu
pengharapanku hanya padaMu
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Hatiku percaya
selalu kupercaya
hahaha tenang ajalah. Jadikan aja hal beginian jadi pelajaran. aku sih termasuk jg yang jatuh bangun soal cinta, tapi ya emang mesti doa yg kenceng biar dapat pasangan hidup yang terbaik dari Tuhan. Dan sejauh ini, ketika mengalami jatuh bangun, aku akuin awalnya emang sakit dan sulit, tapi lama-kelamaan aku jadi ngerti kehendak Tuhan. Entah bagaimana, mataku kemudian dibukakan kalo mereka itu emang bukan yang terbaik dan aku jadi sangat amat bersyukur aku ngalamin patah hati dan tidak berakhir dengan mereka :)
ReplyDeletebenar jangan andalkan kekuatan kita. karena kita ini tidak ada apa2nya.
ReplyDeleteKadang emang suka betein yah kalau nunggu rencana Tuhan terlaksana dalam kehidupan kita. Sama kayak aku juga, Mbak.. Sampai sekarang masih dibuat bingung sama masa depanku. Kerja kerasku nulis kayak sia-sia. Udah jengah juga sama kata2 'kerja dimana' sewaktu ditanya orang2. Mau bilang jadi penulis, nyatanya belum ada yang gol. Naskah novel belum ada konfirmasi, naskah cerpen belum ada yang dimuat. Tapi gak mungkin juga, kan, maksa2 ke orang2 sananya buat nerima? Hahaha.... Malah curcol.... :P
ReplyDeletehehe malah curhat :) sama2 tetap semangat aja nuel hehe
ReplyDelete