May 18, 2013

Jangan Mengandalkan Kekuatanmu Sendiri


Hai :) aku akhir akhir ini ingin banyak membagi postingan dan kesaksian hidupku :) Rasanya apa yang ada dihati ini, apa yang Tuhan kasih ke diriku ingin aku bagi dalam setiap postingan aku. Menulis itu bagian dari pelayanan buatku. Ini pelayanan yang kumaksud yang sangat cocok dengan talent yang aku punya yang diberikan dari padaNya sumber dari segala hikmat. 

Ini kisah dari seorang cewek yang merasa hebat dan bisa melakukan sesuatu dengan kehendaknya sendiri. Seorang perempuan yang merasa hebat dan bisa tapi akhirnya nangis dan menyerah. Kisah bodoh bagi manusia, tapi kisah bodoh ini berakhir dengan kesaksian hidup dari sipenulis atas karya hebat sang Pencipta.

Siapa yang pernah merasakan perasaan menyukai seseorang dan rasanya ingin selalu diperhatikan dan selalu dihargai dalam segala macam aktivitasnya? Siapa yang pernah merasakan getaran rasa suka terhadap lawan jenis dan merasa ada sesuatu rasa yang tak bisa diungkapin dengan kata atas perasaan tsb? Saat ini memang aku lagi bergumul hebat dengan perasaanku. Aku merasa ada rasa terhadap si dia. Tapi aku masih bertanya -tanya dalam diriku apakah rasa ini hanya sekedar rasa nyaman dan nyambung bercerita kepadanya. Aku ingat akan standar hidup yang aku buat buat calon pasangan hidupku kelak. Sebagian dari standar hidup itu ada dalam dirinya kulihat.Dan hal itu juga yang membuatku bertanya diakah orangny? :)  Tapi ada satu point yang sangat mendasar buat aku yang belum jelas dan kelihatan kuliat didirinya. Standar hidup yang bakalan menjadi pegangan dalam hidupku. Aku masih ragu itu jelas dan hal inilah yang masih dan selalu aku doakan akhir-akhir ini. 

Kedekatan ini masih murni pertemanan karena dari dalam diriku jujur belum confirm dari Tuhan apa maksud dari kedekatan kami. Dan dari dia juga belum pernah mengatakan apa mengenai perasaanya padaku. Jadi intinya kami hanya berteman dan saling mengenal. Jadi ceritanya hampir beberapa hari kami tidak ada komunikasi , dan sebelumnya juga komunikasi kami agak sedikit dingin. Dan dalam masa-masa tidak ada komunikasi aku selalu diingatkan untuk menjadi seorang perempuan yang sabar menunggu. Aku ingat akan sebuah postingan diblog seseorang pendeta muda yang menjabarkan kondisi cewek dan cowok itu seperti apa. Dari postingan itu diajarkan cewek jangan terlalu agresif, jangan mendahului peran dari laki-laki. Karena perbedaan otak kiri dan otak kanan yang berbeda antara man and woman. Biarkan laki-laki dengan otak kirinya mengejar dan jadilah perempuan yang dengan sabar menunggu. Menunggu bukan berarti tidak melakukan apa-apa. But, arti menunggu disini adalah menunggu dengan menyiapkan dirimu sebagai seorang mempelai wanita. Ngertikan maksudnya apa? 

Disinilah letak kebodohan yang dilakukan siperempuan yaitu aku sendiri yang menuliskan kisah ini. Seorang yang merasa hebat yang merasa bisa tetapi ujungnya rapuh dan cengeng. Selama hari diam-diaman itu, aku bukan diam menunggu seperti yang aku katakana tadi. Aku bawa pergumulan ini dalam doa dan tanya terus pada Tuhan, hubungi dia atau gak? Kasih aku jalan atau tutup jalan ini Tuhan, itulah kira-kira doaku saat itu. Menjalani hari hari itu seperti berusaha lari tapi gak lari, berusaha jalan kencang dan ingin melupakan apa yang pernah terjadi tapi kaki ini gak gerak sama sekali. Seperti itulah gambaran diriku saat itu. Ingin bercerita padanya apa yang terjadi tapi tangan dan mulut ini terkunci dan Tuhan bilang ama aku untuk apa mengandalkan manusia, mengapa kamu gak cerita sama Aku. Bukankah Aku ada untuk mendengar keluhmu setiap hari. Benar-benar ditampar mendengar suara hatiku itu, dan aku percaya itu Tuhan yang ngomong sama aku. Aku berusaha tenang menghadapinya. Saat kita bercukacita didalam Tuhan pasti ada musuh kita yang gak senang dengan kondisi kita saat itu yaitu si jahat bapa orang berdusta. Aku tau dia juga berusaha runtuhin rasa sukacita yang aku miliki saat itu. Masa-masa yang kulewati itu gak mudah, beberapa hari itu masa yang sulit buat aku, aku dapat kabar tulangku (saudara dari mamak) itu meninggal dihari sabtu 11 Mei tsb. Dan mamak beserta saudaraku harus pergi pulang kampung selama 3 hari. Belum lagi adekku mendadak sakit demam saat malam hari saat mamak gak dirumah. Wah , betapa aku benar-benar capek, nangis dan gak tau menghadapinya seperti apa. Mengenai demam adekku dan mujizatnya dipostingan selanjutnya akan kuceritakan. 

Kebodohan yang dilakukan siperempuan itu adalah menghubungi dia dengan rasa rindu yang ada didalam hatiku saat itu. Ketidaktaatan yang berbuah kekecewaan. Aku tunggu beberapa saat gak ada respon dari dirinya hingga saat mau pulang kerja aku lihat di Hp ku ada satu miscol dan satu message dari nomor dia. Kebetulan hp ku tinggal diruangan kerja sementara aku berada diruangan kerja yang lain. Setelah membaca sms dari nya senyum dibibirku terbentuk dan rasa senang itu ada. Aku berpikir nanti malam saja menghubunginya kembali dia juga pasti sibuk jam segini. Setelah pulang kerja akhirnya jam 20: 30 jam yang baru bisa aku santai dan pegang hp, aku kirim dia sms membalas sms nya sore tadi. Aku tunggu –tunggu gak ada balasan dari dia dan aku tertidur. 

Sejam berlalu aku terbangun dikarenakan hujan deras dan mati lampu dirumah. Liat hp tak juga ada balasan dari dia. Kalian para cewek jika mengalami hal seperti yang aku alami apa yang ada dalam pikiran kalian? Apa kalian sama dengan aku? marah, kecewa? Ya aku marah, bukan pada dirinya. Tapi aku marah pada diriku, kenapa? Karena aku berjalan dengan kekuatanku sendiri. Aku berjalan tampa tanya Tuhan terlebih dahulu. Aku merasa hebat dan gak mau taat sabar menunggu. Aku begitu ditampar dengan kondisi yang aku terima. Aku nangis dan ngadu sama Tuhan. Dan Tuhan hanya bilang kepadaku “ mengapa kamu berjalan dengan kepintaranmu? “ dan aku benar-benar shok, aku benar-benar kalah dan merasa berada dibawah sekali. Mungkin ini hal yang sepele bagi sebagian orang yang membaca cerita ini. Tapi buatku ini bukan hal sepele seperti dunia liat. Ini hal berhubungan dengan ketaatan akan sang pencipta. Aku nangis aku minta ampun, aku salah karena udah berjalan mendahului rancangan Tuhan. Aku pikir dengan menghubungi dia aku nemukan jawaban yang memuaskan kedaginganku, tapi aku salah besar. Aku malah dikecewakan dan ini adalah proses belajar ketaatan yang sangat berarti buat aku.

Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! ( Yeremia 17 : 5 )
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. ( Yeremia 17 : 6)

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!    ( Yeremia 17 :7)

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. ( Yeremia 17 :8) 

Makasih Tuhanku biat setiap kesempatan yang selalu ada yang selalu mengajarkan aku tumbuh. Ya, malam itu tempat tidurku penuh dengan airmata, untung saja hujan jadi tidak ada yang mendengar aku nangis hehe. Keesokan harinya aku malu mataku bengkak karena semalamam nangis hehe

Setelah hari itu tidak juga ada  kabar dari dia. Dan aku berkata pada diriku cukup untuk pelajaran yang aku terima hari kemarin. Belajar taat pada Tuhan. Jangan pernah mengandalkan kekuatanmu. Jadi aku gak ada menghubungi dia lagi semenjak sms dari aku gak dia tanggapi. Dalam arti disini bukannya aku gak welcome dengan pertemanan atau apa. Ini masalah perasaan yang benar-benar harus diuji. Aku hanya doa dan bilang ama Tuhan, jika ini dari Mu buka kan jalan kami Tuhan, tapi jika bukan dari padaMu tutuplah jalan ini. Biarlah kehendakMu yang jadi atas setiap proses kehidupanku.

Saat kutak melihat jalanMu
saat kutak mengerti rencanaMu
namun tetap kupegang janjiMu
pengharapanku hanya padaMu
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Hatiku percaya 
 selalu kupercaya

So, buat kalian para ladies yang baca ceritaku malam ini jangan pernah mengandalkan kekuatanmu sendiri untuk kasih makan kedaginganmu. Tapi biarkan Tuhan yang buka jalan dan kasih proses buat pergumulan kalian. Jika kalian yang mengalami hal yang sama dengan pergumulanku, mari bawa dalam doa pergumulan hidupmu liatlah cara Tuhan yang ajaib yang gak akan kamu mengerti terjadi. Taat adalah kuncinya.


4 comments:

  1. hahaha tenang ajalah. Jadikan aja hal beginian jadi pelajaran. aku sih termasuk jg yang jatuh bangun soal cinta, tapi ya emang mesti doa yg kenceng biar dapat pasangan hidup yang terbaik dari Tuhan. Dan sejauh ini, ketika mengalami jatuh bangun, aku akuin awalnya emang sakit dan sulit, tapi lama-kelamaan aku jadi ngerti kehendak Tuhan. Entah bagaimana, mataku kemudian dibukakan kalo mereka itu emang bukan yang terbaik dan aku jadi sangat amat bersyukur aku ngalamin patah hati dan tidak berakhir dengan mereka :)

    ReplyDelete
  2. benar jangan andalkan kekuatan kita. karena kita ini tidak ada apa2nya.

    ReplyDelete
  3. Kadang emang suka betein yah kalau nunggu rencana Tuhan terlaksana dalam kehidupan kita. Sama kayak aku juga, Mbak.. Sampai sekarang masih dibuat bingung sama masa depanku. Kerja kerasku nulis kayak sia-sia. Udah jengah juga sama kata2 'kerja dimana' sewaktu ditanya orang2. Mau bilang jadi penulis, nyatanya belum ada yang gol. Naskah novel belum ada konfirmasi, naskah cerpen belum ada yang dimuat. Tapi gak mungkin juga, kan, maksa2 ke orang2 sananya buat nerima? Hahaha.... Malah curcol.... :P

    ReplyDelete
  4. hehe malah curhat :) sama2 tetap semangat aja nuel hehe

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

What a beautiful Name

You were the Word at the beginning One With God the Lord Most High Your hidden glory in creation Now revealed in You our Christ What a ...