Intinya Percaya

Setelah postingan terakhir di bulan September, kini nongol lagi ngeblog :) semoga ada yang merindukan hahaha #lebay. Baiklah di saat ada kesempatan dan kerinduan yang sangat dalam untuk menulis akhir-akhir ini, maka aku sempatkan menulis walau gak begitu sempurna. 

Bulan ini, bukan dari bulan ini sih sepertinya dari bulan lalu, aku ngalamin kekecewaan dalam diriku. Dan seminggu ini benar-benar aku begitu merasakannya, kekecewaannya berturut turtu mulai  kecewa dalam pekerjaan, persahabatan, keinginan,kesehatan. Hingga sampai suatu kali aku merasakan kok gue seorang diri.

Beberapa Minggu lalu, aku lupa tepatnya kapan, di tempat aku ibadah, hamba Tuhan yang melayani adalah dari GBI Medan Plaza. Hamba Tuhan tsb menjelaskan bagaimana kondisinya saat Medan Plaza terbakar dan semua asset milik gereja juga terbakar. Sound system yang baru dibeli seharga m an terbakar, brankas yang isinya uang yang cukup banyak terbakar, karena gereja juga sedang dalam renovasi. Disaat kejadian terjadi hari Sabtu dan hari Minggu mau ibadah dimana? Dan terlebih pdt tsb sedang tidak berda di Medan saat kerjadian. Saat aku mendengar kesaksian tsb, betapa hancurnya dan kecewa pasti menghadapi masalah seperti itu.

Aku jadi teringat bagaimana setelah tanggal penggajian di bulan ini, aku begitu merasakan kekecewaan yang mendalam. Rasa sakitnya itu seperti rasa kehilangan sesuatu yang berharga. Seperti rasa sakit hati saat putus cinta, rasa sedih saat kehilangan Bokap. Dan itu gak hilang dalam sehari namum hampir 2 mingguan. Kerjaanku cuman nangis, sedih, berontak dalam hati, pikiran udah gak tenang. Betapa aku merasakan kok aku lain sendiri? apa selama ini kinerjaku kurang maksimal sehingga penilaian akan salary ku hanya dihargai segitu. Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu setelah setiap hari kerjaku cuman nangis, tidur gak bisa karena kepikiran terus. Suatu ketika saat aku berdiam diri, merenung dan saat aku ingin memutuskan langkah apa yang harus aku putuskan, suara NYA kembali mengingatkanku. Jangan pergi dari situ..., Perhatikan 3 ribu karyawan. Dalam hati aku berpikir, apa hubungannya itu semua dengan keputusanku. Aku juga hanya staff kecil yang biasa dan gak ada pengaruh apapun. Namun, He say..Aku menyertaimu.

Terlalu sulit buat aku untuk menjelaskan secara terperinci hal ini. Selama hampir 2 minggu mengalami kekecewaan tsb, Tuhan banyak kasih aku pengajaran. Baik lewat buku renungan yang kubaca, lewat Firman yang selalu Dia ingatkan aku tentang Yusuf. Ya lagi lagi Yusuf dan Yusuf. Yusuf yang dijual kakak kakaknya sehingga ia menjadi pembatu Potifar di Mesir, dipenjara dan akhirnya menjadi wakil raja di Mesir. Selalu diingatkan hal itu saat mengalami masalah dalam pekerjaanku.

Maaf kalau tulisan ini agak menggantung dan bercampur aduk dari cerita a ke b dan c. Semoga aku punya kesempatan bisa menuliskannya secara rinci. Berikut ada sebuah pujian baru yang membuat jiwaku tenang. Percaya dan percaya kepadaNya.

Percaya, disaat ‘ku tak mengerti,
percaya, disaat ‘ku tak melihat.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, berkatMu ada bagiku,
percaya, tanganMu tak lepaskanku.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu yang terjadi.
Lampaui s’gala pikiranku,
percaya padaMu.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu Ya dan Amin.
Lampaui s’gala masalahku,
percaya padaMu.


Doa Nehemia #Doakan Pekanbaru

Sudah sebulan lebih kabar kabut asap melanda beberapa kota di Indonesia,dan salah satunya adalah kota Pekanbaru tempat aku berpijak. Kondisi udara disini sungguh sangat tidak sehat. Kondisi berbahaya sudah ditetapkan sampai tanggal 10 oktober. Penerbangan Pekanbaru ditutup, sekolah di tutup. Sungguh aku miris melihat hal ini, bagaimana sekolah libur dan bagaimana kondisi anak-anak Pekanbaru? Pelajaran banyak tertinggal, kesehatan memburuk. Oh...sungguh aku menyesali kondisi seperti itu terus tiap tahun terjadi. Sampai kapan pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan ini dapat bertanggung jawab? yang telah merusak hutan dan alam Indonesia

Teringat tentang doa Nehemia. Saat itu Nehemia mendengar berita bahwa bangsanya berada dalam kesukaran besar akibat penawanan yang dilakukan terhadap bangsanya. Dikabarkan bahwa mereka yang terhindar dari penawanan dalam keadaan tercela dan kesukaran besar, juga dikarbarkan bahwa tembok Yerusalem telah dibongkar dan pintu-pintunya terbakar. Setelah mendengar berita tsb di ayat 4 dikatakan Nehemia menangis dan berkabung beberapa hari,berpuasa dan berdoa buat bangsa Israel. Dengan mengakui segala dosa bangsa Israel dan dosa keluarganya memohon belas kasihan daripada Allah buat bangsanya. Nehemia memiliki hati yang mau peduli terhadap bangsanya. Ia merendahkan dirinya berdoa dan berjuang buat kesejahteraan kota dan bangsanya. 

Nehemia 1 : 6 “ berilah telinga_mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba_mu yang sekarang kupanjatkan kehadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel,…

Maukah kita bersikap seperti Nehemia? saat ini bangsa kita butuh kerendahan hati kita untuk mau berdoa dan merendahkan diri dihadapan Allah buat ngakuin dosa- dosa bangsa kita dan memohon belas kasihan Allah atas bangsa ini. Seperti yang dilakukan Nehemia berdoa dan berpuasa bagi bangsanya. Berdoaalah buat kota-kota yang dilanda bencana asap. Pekanbaru,jambi palembang,kalimantan. Doakan khususnya anak-anak,bayi,ibu hamil yang pasti sangat terganggu pernafasan nya agar selalu dalam lindungan Tuhan. Doakan kami warga Pekanbaru. Mohon belas kasihan Tuhan atas Pekanbaru. Dan tentu mari juga berdoa buat pemerintah kita agar diberi kebijaksanaan dalam menanggulangi bencana asap ini. Biarlah berkat Tuhan tercurah atas kota dimana kami berpijak. Kemakmuran, kesejahteraan, keadilan tercurah buat Pekanbaru.

Peka Akan Suara Tuhan

Pernahkah kalian mendengar suara yang berasal dari dalam hati kalian? Dan bagaimana kita menanggapinya? Pernah sutu hari aku mendengar suara didalam hatiku yang berkata agar aku segera menghubungi salah seorang teman sekolah aku dulu waktu SMA untuk menanyakan kabarnya. Namun, aku tidak menanggapi suara tersebut karena kami juga sudah jarang komunikasi. Besok harinya suara itu terdengar lagi dan mengatakan hal yang sama agar aku menghubunginya. Dan akhirnya aku ambil HP dan menghubungi temanku itu. Ternyata temanku itu  sedang berada dirumah sakit karena  besok pagi akan melakukan operasi persalinan melahirkan anak pertamanya.  Dia minta didoakan kerena  takut dan kuatir akan operasi persalinannya besok. Akupun langsung mendoakan  pergumulan temanku itu. 

Pernah gak mengalami hal seperti itu? Cerita diatas bukan hanya yang pertama, tapi bisa aku bilang cukup sering aku mengalaminya. Bahkan aku mau bersikap cuek akan hal itu, maafkan aku Tuhan.
Well, pembaca blog ini,seberapa sering kita pernah mendengar suara yang terdengar dari hati kita?  Dan seberapa kita yang mau meresponnya atau hanya cuek tidak mau peduli? Bagaimana jika aku tidak peduli dengan suara tsb? yang pasti aku akan sangat menyesal  jika mendengar sesuatu terjadi dengan teman ku tsb. Aku pasti akan menyalahkan diriku karena aku tidak mau mendengar suara Tuhan yang berkata dari dalam hatiku.  

Lalu datanglah Tuhan, berdiri disana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah,sebab hamba-Mu ini mendengar.” 1 Samuel 3 :10
Saat Samuel yang muda itu  menjadi pelayan Tuhan dibait Allah dalam asuhan nabi Eli, Samuel mendengar ada suara yang memanggil namanya sampai tiga kali. Pada awalnya ia berpikir bahwa Nabi Elilah yang memanggilnya. Namun Eli berkata bahwa suara itu adalah suara Tuhan. Sehingga saat suara yang ketiga saat Tuhan memanggilnya Samuel menjawab “ Berbicaralah,sebab hamba-Mu ini mendengar.”(ay 10) Semenjak dari itu Samuel semakin dipakai Tuhan untuk menyatakan firmanNya bagi bangsa Israel sehingga Samuel dipercayakan nabi Tuhan.

Banyak cara Tuhan untuk menyatakan firman dan isi hatiNya kepada kita. Bisa itu lewat suara yang berasal dari hati kita, bisa lewat kejadian yang kita alami. Satu hal yang pasti semakin kita dekat dan mengenal Tuhan semakin kita  tau suaraNya dan isi hatiNya. 

Berharap akan selalu peka akan suara Tuhan.

#Ceritaku dihari Jumat

Ini di hari Jumat......
Prepare laporan PPN akhirnya kelar, tinggal disetor hari Senin dan lapor SPTnya. Senang juga laporan yang satu ini kelar, karena laporan PPN ini sangat penting dan serba teliti mengerjakannya. Jangan sampai ada denda-denda yang diakibatkan kesalahan dalam mengerjakannya. Dendanya besar bok......

Walaupun aku agak sedikit kecewa, para bos-bos ku pada cuti, Mau tanda tangan orangnya pada gak ada. #efekhariterjepit. Sebenarnya aku juga pingin cuti pingin ke Tarutung dan Samosir. Udah lama sekali ingin kesana,waktu libur lebaran kemarin ada planing mau kesana, tapi berhubung ongkos dua kali lipat naiknya dan pasti tempat wisata yang dikunjungi ntar cukup padat, aku batalkan niatku tsb. Dan kepikiran sebenarnya bulan ini, tapi aku gak beranjak juga mau pergi. Aku juga belum hubungi temanku yang tinggal disana yang akan jadi guide aku selama disana. Dia juga pasti kerja, dianya bisanya kalau libur anak sekolah baru dia bisa libur. Ya sudahlah, semoga ada waktunya nanti :)

Hari ini setelah siapin SSP untuk pembayaran PPN di bulan Agustus, aku lanjutkan segera pengimputan untuk bulan September. Sebenarnya ini sudah telat, udah akhir bulan baru mau mulai September. Lagi-lagi alasan laporan dari unit yang cukup lama baru diemail. Udah berkali-kali diminta agar jangan suka kirim laporan sekaligus pada akhir bulan, tapi tetap saja masih begitu. Tapi aku harus kudu sabar dan penuh kasih. Aku juga harus bisa mengkodisikan keadaan disana seperti apa, belum lagi dia oang baru, sepertinya baru jalan 3 bulan.

Tadi saat-saat aku makan siang, entah mengapa aku berpikir tentang sebuah kebaikan. Mengingat kebaikan-kebaikan yang orang pernah lakukan kepadaku. Saat aku memikirkan hal itu, suatu pikiran yang berkata (aku percaya ini adalah Roh Kudus yang berkerja) Uli....jangan karena orang pernah baik kepadamu baru kamu baik kepadanya. Jika dia tidak pernah berbuat baik kepadamu tetaplah baik kepadanya. Jangan membalas kebaikan orang hanya karena dia udah pernah baik kepadamu. Tapi tetap perlakukanlah semua orang dengan sama baiknya. Entah mengapa muncul pemikiran seperti itu waktu makan siang. Apakah akan terjadi sesuatu???? gak taulah, tapi satu hal aku mengucap syukur Tuhan ingatin aku tentang hal ini. Thank You Lord.

Oh iya, pagi ini aku dapat kabar duka dari salah seorang rekan kerja dikantorku. Istrinya telah dipanggil Tuhan. Bapak itu sudah risegn awal tahun 2015 ini, tapi komunikasi sama dia masih ada. Turut berduka ya Pak Sihombing buat kehilangan istrinya, semoga diberi kekuatan dan penghiburan dari pada Tuhan. Banyak kenangan juga bersama bapak ini, Dia suka ngajakin makan siang bareng ( walau aku orangnya paling susah diajakin keluar makan siang), Dia kebapakan, waktu managerku risegn aku jadi lebih sering diskusi sama dia sebelum ada pengganti bosku yang baru. Aku pernah dikirimnya foto- foto waktu kami ada perjalanan natal ke Toba. Waktu itu cuman minta foto kami makan bersama rombongan, namaun Bapak itu kirim banyak foto termasuk foto-foto dia sama keluarganya termasuk istri dan anaknya. Jadi aku tau mana istrinya. Sedih mendengarnya, Bapak usianya masih cukup dibilang muda. Kehilangan itu menyakitkan :( seperti aku kehilangan Bokapku. Semoga yang terbaik Tuhan berikan buat keluarga Pak Sihombing.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan ( Roma 8 :28a)

Ulang tahun Kak Bertha #Ceritaku di hari Selasa

Baiklah mari kita lanjut cerita di hari Selasa. Tanggal 20 an keatas adalah tanggal-tanggal sibuk dengan pembayaran AP. Dan kesibukanku adalah menghitung dan membuat bukti potong serta buku equalisasi pajak pph 23. Untuk setiap pembayaran service, jasa perawatan kendaraan, dan lain lagi pokoknya yang bersifat jasa. Cukup banyak karena data yang dikasih juga sehari sebelum dibayar gimana aku gak puyeng kerjakannya :( 

Tapi akhirnya semuanya beres hari itu juga. Kabar dari unit di hari Selasa juga belum datang, pekerjaanku untuk selesaikan laporan PPN juga masih terpending. Dari share ceritaku di hari Senin dan pengajaran dari Tuhan tentang pekerjaan dan menjadi orang berhasil, hari selasa kulewati dengan semangat :) Thank u Lord Jesus buat pengajaranMu. Tuhanlah yang membuat aku berhasil...amin...

Sore harinya  pulang kerja aku dan sahabatku pergi makan malam merayakan ulang tahun kakak Bertha. Ada aku,Tika,bu Anny, kak Bertha, pak Dedy,Pak Jery dan Bg Happy. Sebenarnya Ultahnya tanggal 11 September, tapi kami nya baru bisa ngumpul sama ya hari Selasa. Ada yang dinas luar kota,ada yang cuti. Jadi anggota pada gak lengkap. Jadilah di hari Selasa. 

Selamat ulang tahun ya kakak Bertha. Semoga hal yang terbaik yang selalu mengikutimu. God bless you.
Mau cerita sedikit tentang kakak bertha . Jadi pertama kenal kak ber,tahun 2011. Awalnya kita satu ruangan karena kk itu dibagian accounting dan aku di tax. Tapi di tahun 2014 dia mutasi walau masih tetap satu kantor. Tapi jarang ketemu lagi walau satu kantor hehehe. Dia di lantai satu,aku di lantai tiga. Paling kalau ketemu di tempat absen pagi,kadang di tempat makan (kadang sih). Pokoknya gak setiap hari seperti waktu kita satu ruangan. Kakak orangnya smart, dia lulusan dari Swiss dan balik lagi ke Indonesia. Dia juga sangat bertanggung jawab kepada orangtuanya. Saat ini dia tinggal sama ortunya yang udah cukup berumur sepertinya udah 75 keatas umur gaek kk itu. Dan hal yang kuingat selalu,aku tuh sering dapat tumpangan dari dia kalau pulang kerja. Bisa tampa ada janjian,tapi tiba-tiba aku dipertemukan ama kk itu dan nebeng dia pulang. (Ceritanya aku pernah tulis juga disini ). Banyak kebaikannya yang lain lagi, semoga aku bisa menuliskan kisah-kisah kebaikan sahabatku disini. Semoga saja :) Aku percaya,setiap pertemuan sama seseorang bukanlah suatu kebetulan. Aku percaya Tuhan turut campur dalam segala kehidupan anakNya.
Tahun yang bertambah terus
Ada usia juga yang bertambah
Kiranya kebajikan dan kebaikan
Selalu menyertaimu kakak Bertha
Sampai dirumah,keponakanku dah pada tidur. Biasanya aku.suka main dulu sama mereka terutama Nadine,si boru siagian itu yang selalu kurindukan untuk ajakin main. Peluk sayang buat Nadine, sorry bou uli nya lama pulang 

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu ( Filifi 1 :3 ) 

* Kisahku di hari Selasa 22 September 2015 

Selalu diajarkan tentang Kasih & Pengampunan

Minggu pagi tanggal 06 September aku sibuk beres-beres rumah, karena semalamnya ada acara arisan marga dirumah. Pagi harinya aku mengapel semua lantai depan sampai belakang. Saat aku mengepel lantai rumah, terlintas di pikiranku maunya ini bersih terus, gak ada kotoran jejak-jejak kaki orang, jejak makanan yang nempel hahaha. Namun itu gak mungkin karena dirumah ada anak kecil dua orang yang tentu gak mungkin bisa rumah bersih selamanya. Harus setiap hari dibersihkan. Dan aku harus bisa menerima kenyataan tsb ( aku tuh merasa seperti ada dua orang yang saling adu pemikiran di pikiranku). Terus muncul lagi di pemikiranku saat aku berharap rumah ini bersih. "Uli....., Aku saja menerima anak-anakku yang kotor, yang hidupnya rusak datang kehadapanku. Aku menerima mereka, walau kadang mereka suka jatuh dalam kotoran yang sama dan datang lagi padaku. Aku menerimaNya. Aku gak pernah bersungut-sungut."

Tuhan Yesus sangat baik memberikan aku pengajaran  tentang kasih dan pengampunan. Dalam hal perkara kecil membersihkan rumahpun Dia mengajari aku tentang KasihNya yang sangat dalam. Thank u Lord Jesus.

Well guys, jangan teralalu sepele dengan Kasih pengampunan Tuhan. Saat menuliskan hal ini aku jadi teringat tentang anak bungsu yang diterima kembali oleh ayahnya. Setelah dia pergi dan menghabiskan segala hal miliknya dan kembali kerumah bapanya. Bapanya menyambut dia dengan sukacita membuat pesta yang meriah dan sangat wow....anaknya yg hilang kini telah kembali. tampa peduli apa yang telah dilakukan anak tsb kepadanya. Ia menerimanya dengan tulus, penuh kebahagiaan.

So...inti pelajaran yang aku ambil dari apa yang kukerjakan bersih-bersih rumah tsb. Kerjakanlah pekerjaan rumah itu dengan tulus,,,,walaupun baru dipel terus kotor lagi, ingatlah Kasih Tuhan yang gak pernah mengeluh menerima anakNya kembali pulang dengan tangan  kotor. Ia menerimaNya dengan tulus dan tampa mengeluh.

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." ( Markus 2 : 17)
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat." ( Lukas 5 : 32 ) 
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." ( Lukas 19 : 10 )
Happy Wednesday...........




Menjadi Orang Yang Berhasil. #Ceritaku di hari Senin

Hari ini aku mau share apa yang terjadi padaku sepanjang hari ini, efek ikutan tantangan nulis di bulan ini. Dari tadi pikir,mau nulis apa ya? Apalagi ini mingu- minggu terakhir bulan ini. Dan isi blog ku belum memenuhi tantangan nulis dari Echa.

Baiklah, ayok bercerita dalam menulis. Mingu ini aku prepare laporan PPN yang deadline akhir bulan ini wajib kudu bayar dan lapor. Belum lagi aku di tagih tagih terus ama bagian acc untuk laporan aku yang belum kelar periode agustus. Tapi mau gimana aku bilang, aku juga belum dapat data yang fix dari unit, ada yang mesti di revisi. Lagi lagi kendala komunikasi untuk kirim file terkendala jaringan internet. Jadi aku harus tunggu lama sampai mereka dapat jaringan tuk kirim file.Dari pagi kerjaku mencek seluruh faktur pajak masukan. Mencek dan memilah mana yang harus dikreditkan sebagai pengurang pembayaran PPN dan mana yang sebagai biaya . Cukup menguras waktu, karena aku harus mencek manual keteranag faktur digunakan kemana. Belum lagi banyak nya faktur yang kutemukan harus di revisi. Lagi lagi akibat penerapan e-faktur di tahun ini. Aku benar benar harus lebih teliti. Salah sedikit setelah di approve sungguh sangat gak suka proses pembetulan nya. Karena rumit :( belum lagi harus dikomunikasi kan dengan lawan transaksi   akibat di lakukan nya revisi .

Sampai siang setelah luch, kabar dari unit belum juga ada. Terpaksa ambil tindakan telpon langsung. Katanya udah di revisi tinggal nunggu jaringan untuk kirim file nya. Oke lah aku tunggu. Tapi sampai aku pulang kerja email belum juga masuk. Ya sudah lah .Sore sekitar jam tiga..., aku nangis hanya karena job desk ku. Entahlah, kadang aku suka terlalu memikirkan kerjaanku, aku selalu ingin hasil kerjaku perfect, di sisi lain aku meraskan kerjaku itu udah over terlalu banyak, sehingga tanggung jawabku pun semakin jadi beban kurasakan. Aku pergi menenangkan pikiranku yang kacau hanya karena mimirkan kerjaku ini. Aku merasakan ketidak adilan pembagian tugas dan tanggung jawab..merasa gak dinpedulikan sama manajemen perusahaan. Mengapa semua beban di bebankan ke aku? Padahal gak sesuai dengan apa yang kudapat.
Saat aku sedih dan nangis sore tadi....Tuhan, beri aku gambaran kehidupan Yusuf. Yusuf ada 2 tahun di penjara dan di lupakan jasa nya oleh juru minum . Dua tahun uli????

Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya. ( Kejadian 40 : 23) 
Yusuf dilupakan oleh juru minum, padahal dia sudah berpesan agar diingat saat juru minum sudah keluar dari penjara. Namun, dia dilupakan :(  dan setelah dua tahun lamanya, ia baru diingat oleh juru minum karena mimpi Firaun. Coba kita bayangkan, dua tahun di dalam penjara menjadi tawanan. Sedih pastinya. Udah di negeri orang, di jual, dijadikan budak, dipenjara :( padahal Yusuf melakukan pekejaannya dengan baik dan berhasil. 
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil. ( Kejadian 41 : 1) 
Dan apa yang terjadi setelah ia keluar dari penjara. Ia menjadi penguasa di Mesir.
Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. ( Kejadian 41 : 43)
Aku suka nangis baca cerita Yusuf, kadang suka bacanya berkali-kali. Apalagi baca cerita dia ketemu sama saudara- saudaranya yang tidak mengenal dia, sedangkan dia masih ingat. Dia memperlakukan saudaranya dengan baik. Bahkan di ceritakan dia menangis saat menyatakan identitasnya kepada saudaranya itu. Sungguh air mataku juga ikut mengalir jika baca kisah Yusuf menangis.

Okelah....itu sedikit cerita dari pagi sampai sore di kantor.. Lakukanlah pekerjaanmu dengan segenap hati dan lakukanlah itu seolah-olah untuk Tuhan. Apa yang kau kerjakan dibumi ini, persembhakan lah sebagai persembahan pelayananmu kepadaNya. Dimanapun kita berada biarlah kita menjadi sinarnya Tuhan.

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; ( Kejadian 39 : 2a) 
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. ( Kejadian 39 : 21) 
 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. ( Kejadian 41 : 39)
Sungguh luar biasa Tuhan memelihara kehidupan Yusuf dan menyertainya sehingga ia selalu berhasil dalam pekerjaanya. Dan Firman ini juga buat aku...Tuhan menyertai Uli sehingga aku menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaanku. Amin....Janji FirmanMu Tuhan kusimpan dalam hatiku.

* Kisahku di hari Senin 21 September 2015 
 

Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...