Tulisan Pertama di Tahun Yang Baru

Sudah sangat rindu ingin menulis............. Sempat kepikiran di awal tahun yang baru ini buat postingan yang terbaru juga. Namun, apa daya waktu dan kesempatan yang tiada kunjung sempat. Akhirnya di tengah-tengah kesibukan yang sudah mulai mengurang sedikit (ya sedikit aja ya) dan juga lagi cari ilham dari tadi kepikiran cara mecahkan suatu problem di kerjaan gak nemu2. Akhirnya aku putuskan untuk menulis :) 

Lega rasanya Laporan 1721 A1 Karyawan selesai juga, sudah hampir 2 minggu itu saja yang di kerjakan. Berhubung pembayaran terakhir di tanggal 10 dan pelaporan di tanggal 20. Puji Tuhan akhirnya selesai juga. Ada kelonggaran sedikit bisa bernafas lega hehehe. Ini akan dilanjutkan E- faktur untuk periode Desember.

Sebenarnya bukan mau share postingan kerjaan tapi sesuatu hal yang menyadarkan aku akan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jumat kemarin saat pulang ngantor, aku lihat di kamarku terletak 2 bungkusan dari pos. Satu aku tau adalah pesanan novel yang aku beli online, dan satu lagi aku begitu terkejut karena itu sebuat amplop dari sebuah redaksi penerbit, bukan dari penerbit yang biasa aku terima. Tapi ini baru kali pertama aku mendapatkan kiriman dari redaksi tsb. Gak sabar ingin mengetaui apa isinya aku buka, dan didalamnya ada sebuah buku Renungan Anak Muda. Dan aku baru teringat aku pernah mengirimkan beberapa artikel renungan ke penerbit tsb. Tapi yang menjadi pemikiranku, artikel itu aku kirim sudah lama sekali. Aku sempat pesismis memang waktu mengirim, karena emailku tidak ada tanggapan sama sekali. Aku pikir mungkin tulisan yang aku kirim tidak sesuai dengan kriteria dari penerbit tsb. Jadi gak pernah kepikiran untuk mengirim lagi. Dan ternyata aku salah, tulisan yang pernah aku kirim itu dimuat untuk penerbitan bulan Februari 2016 dan aku baru dapat kabarnya sekarang. Selidik dan selidik aku cari informasi kapan pernah aku kirim emailnya. Dan ternyata itu di tahun 2014 di bulan Juli. Dan baru dapat informasi tulisan aku dimuat di Januari 2016. 

Perasaaanku senang bercampur haru bercampur juga dengan rasa bersalah. Kenapa aku bilang bersalah? karena aku sudah mulai malas dan sangat tidak komitemen lagi untuk menulis. ( ampuni anakMu ini Tuhan). Semoga hal ini bisa membangkitkan aku lagi untuk melayani dalam menulis. Dan trimakasih buat teguranMu dan terimakasih buat sesuatu yang indah yang selalu Tuhan kirim buat aku, yang membuat aku terpesona akan karyaMu yang ajaib. 

Sepertinya udah dulu share ceritanya, mau lanjut kerja lagi. Laporan di tahun baru ini memang benar2 harus cepat karena akan segera masuk laporan SPT Badan. Yo wes lah. Selamat Hari Selasa.


Hadiah di akhir tahun 2015

Akhir tahun 2015 ini aku dapat hadiah giveaway dari salah satu teman Blogger Echa. Dari tantangan menulis dibulan September, untuk menulis minimal 10 postingan. Dari hasil pengumuman sebenarnya aku gak masuk sebagai finals karena aku gak melakukan daftar atau konfirmasi keikut sertaan. Tapi karena si Echa yang baik hati tetap ikutkan aku...thanks ya Echa, jadi deh aku pemenang ke-3. Dan hadiahnya Echa akan gambar foto unyu unyu kita. Dan inilah hasilnya..........


Terimakasih banyak ya Echa..., mau cerita dikit aja waktu itu aku koment di IG nya echa, di salah satu pic yang dia upload di IG. Aku coment bahwa aku ingin juga di gamabar seperti pict yang dia upload di IG. Gak lama setelah hal itu, Echa buat tantangan nulis di blog dan hadiahnya dia akan gambarin kita. Ya tentu saja hatiku senang dan berusaha untuk nulis di bulan September. Ya hasilnya minimal 10 postingan aku berhasil nulis. 

Tentu saja Echa berharap jejak jejak nulis di blog itu tetap berlangsung, walaupun rintangan dan segudang alasan itu tetap ada untuk tidak menulis. Terkadang rasa malas itu memang susah sekali untuk di kalahkan hahaha.

Sekian dulu ngeposting tulisan hari ini. Semoga setiap hari menjelang tutup tahun 2015 ada tulisan baru lagi. 



Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu.

Ceritaku di Rabu Sore

Tinggal sendiri di kantor dimana waktu udah menunjukkan pukul 6 sore. Hari- hariku sekarang suka malam pulang, dan apabila aku ontime pulang jam lima sore. Security di kantor selalu tanya kok tumben uli nya pulang cepat? hahaha

Besok deadline pembayaran pajak tgl 10. Data baru masuk untuk diolah tanggal 4 dan tanggal 7. Butuh waktu untuk rekonsile atas pemotongan yang udah dibayar dan mana yang harus di gross up atas pajak yang di tanggung perusahaan. Seorang diri dan sangat melelahkan. 

Finish, akhirnya aku siapkan sore ini,walau gak maksimal. Kenapa gak maksimal karena aku gak bisa mengkonpensasi kan pembayran yang seharusnya bulan ini bisa dibayar sedikit. Lagi-lagi data yang harus di betulkan dan dikonpensasikan gak akurat. Dan aku gak bisa sembarangan melakukan konpensasi ke bulan ini. Ya sabar mungkin itu harus aku lakukan. 

Ingin menuliskan ini. Pagi kemarin di dalam angkot seorang Ibu paruh baya sekitar umurnya 50 tahunan bertanya kepadaku. Kemana satu lagi temannya? Biasa naik angkot selalu bareng. Yang mana ya Bu? sahutku. Itu yang biasa sama kamu cowok. Oh...itu adek saya Bu, kebetulan dia sudah selesai magang di kantor saya. Makanya gak pernah liat lagi. Setelah percakapan itu. Dalam hati dan pikiranku aku benar-benar terharu. Kenapa? Disaat seperti itu di dalam angkot ada aja orang -orang yang peduli pada ku. Hal- hal kecil seperti itu ditanyakan benar-benar buat hatiku terharu. Tuhan benar-benar baik pedulikan anak-anakNya. 

Satu lagi saat pulang kerja. aku diberitahu adikku bahwa dia gak bisa jemput aku pulang. Sebenarnya aku pingin pulang jam 5 aja biar gak kemalaman juga pulangnya karena naik angkot. Tapi karena kerjaanku sudah cukup mendesak dan harus aku kejar. Ya, aku urungkan niat untuk pulang cepat. Ya udah lah semoga ada jalan pualng nanti. Setengah jam setelah itu, seorang temanku bertanya "Uli gak dijemput? " dalam hatiku aku aku benar-benar wow...Tuhan begitu pedulinya sama aku. Dia tetap perhatikan aku. Aku pikir ini bukan kebetulan teman tsb tanyakan hal itu, karena juga aku gak ada kasih tau aku gak dijemput atau ya. Tapi tawaran itu aku tolak, dengan alasan aku harus siapkan dulu kerjaan ku ini karena udah sangat mendesak. Namun aku benar-benar tetap bersyukur cara Tuhan yang sangat lembut peduli dan sangat sayang sama aku. Terimakasih Tuhan buat hari-hari yang selalu Engkau Lawat. 

Tuhan, aku punya permintaan untuk pekerjaanku. Tuhan berilah aku hikmat dan kebijakasanaan dalam pekerjaanku. Agar apa yang aku kerjakan bukan semata-mata kerana digaji atau kewajibanku. Namun aku benar-benar ingin bekerja dengan sepenuh hatiku  bekerja dengan benar dan seturut jalanMu. 

Baiklah, cukup curhat malam ini, Aku mau pulang dulu. God bless you all.......

Intinya Percaya

Setelah postingan terakhir di bulan September, kini nongol lagi ngeblog :) semoga ada yang merindukan hahaha #lebay. Baiklah di saat ada kesempatan dan kerinduan yang sangat dalam untuk menulis akhir-akhir ini, maka aku sempatkan menulis walau gak begitu sempurna. 

Bulan ini, bukan dari bulan ini sih sepertinya dari bulan lalu, aku ngalamin kekecewaan dalam diriku. Dan seminggu ini benar-benar aku begitu merasakannya, kekecewaannya berturut turtu mulai  kecewa dalam pekerjaan, persahabatan, keinginan,kesehatan. Hingga sampai suatu kali aku merasakan kok gue seorang diri.

Beberapa Minggu lalu, aku lupa tepatnya kapan, di tempat aku ibadah, hamba Tuhan yang melayani adalah dari GBI Medan Plaza. Hamba Tuhan tsb menjelaskan bagaimana kondisinya saat Medan Plaza terbakar dan semua asset milik gereja juga terbakar. Sound system yang baru dibeli seharga m an terbakar, brankas yang isinya uang yang cukup banyak terbakar, karena gereja juga sedang dalam renovasi. Disaat kejadian terjadi hari Sabtu dan hari Minggu mau ibadah dimana? Dan terlebih pdt tsb sedang tidak berda di Medan saat kerjadian. Saat aku mendengar kesaksian tsb, betapa hancurnya dan kecewa pasti menghadapi masalah seperti itu.

Aku jadi teringat bagaimana setelah tanggal penggajian di bulan ini, aku begitu merasakan kekecewaan yang mendalam. Rasa sakitnya itu seperti rasa kehilangan sesuatu yang berharga. Seperti rasa sakit hati saat putus cinta, rasa sedih saat kehilangan Bokap. Dan itu gak hilang dalam sehari namum hampir 2 mingguan. Kerjaanku cuman nangis, sedih, berontak dalam hati, pikiran udah gak tenang. Betapa aku merasakan kok aku lain sendiri? apa selama ini kinerjaku kurang maksimal sehingga penilaian akan salary ku hanya dihargai segitu. Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu setelah setiap hari kerjaku cuman nangis, tidur gak bisa karena kepikiran terus. Suatu ketika saat aku berdiam diri, merenung dan saat aku ingin memutuskan langkah apa yang harus aku putuskan, suara NYA kembali mengingatkanku. Jangan pergi dari situ..., Perhatikan 3 ribu karyawan. Dalam hati aku berpikir, apa hubungannya itu semua dengan keputusanku. Aku juga hanya staff kecil yang biasa dan gak ada pengaruh apapun. Namun, He say..Aku menyertaimu.

Terlalu sulit buat aku untuk menjelaskan secara terperinci hal ini. Selama hampir 2 minggu mengalami kekecewaan tsb, Tuhan banyak kasih aku pengajaran. Baik lewat buku renungan yang kubaca, lewat Firman yang selalu Dia ingatkan aku tentang Yusuf. Ya lagi lagi Yusuf dan Yusuf. Yusuf yang dijual kakak kakaknya sehingga ia menjadi pembatu Potifar di Mesir, dipenjara dan akhirnya menjadi wakil raja di Mesir. Selalu diingatkan hal itu saat mengalami masalah dalam pekerjaanku.

Maaf kalau tulisan ini agak menggantung dan bercampur aduk dari cerita a ke b dan c. Semoga aku punya kesempatan bisa menuliskannya secara rinci. Berikut ada sebuah pujian baru yang membuat jiwaku tenang. Percaya dan percaya kepadaNya.

Percaya, disaat ‘ku tak mengerti,
percaya, disaat ‘ku tak melihat.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, berkatMu ada bagiku,
percaya, tanganMu tak lepaskanku.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu yang terjadi.
Lampaui s’gala pikiranku,
percaya padaMu.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu Ya dan Amin.
Lampaui s’gala masalahku,
percaya padaMu.


Doa Nehemia #Doakan Pekanbaru

Sudah sebulan lebih kabar kabut asap melanda beberapa kota di Indonesia,dan salah satunya adalah kota Pekanbaru tempat aku berpijak. Kondisi udara disini sungguh sangat tidak sehat. Kondisi berbahaya sudah ditetapkan sampai tanggal 10 oktober. Penerbangan Pekanbaru ditutup, sekolah di tutup. Sungguh aku miris melihat hal ini, bagaimana sekolah libur dan bagaimana kondisi anak-anak Pekanbaru? Pelajaran banyak tertinggal, kesehatan memburuk. Oh...sungguh aku menyesali kondisi seperti itu terus tiap tahun terjadi. Sampai kapan pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan ini dapat bertanggung jawab? yang telah merusak hutan dan alam Indonesia

Teringat tentang doa Nehemia. Saat itu Nehemia mendengar berita bahwa bangsanya berada dalam kesukaran besar akibat penawanan yang dilakukan terhadap bangsanya. Dikabarkan bahwa mereka yang terhindar dari penawanan dalam keadaan tercela dan kesukaran besar, juga dikarbarkan bahwa tembok Yerusalem telah dibongkar dan pintu-pintunya terbakar. Setelah mendengar berita tsb di ayat 4 dikatakan Nehemia menangis dan berkabung beberapa hari,berpuasa dan berdoa buat bangsa Israel. Dengan mengakui segala dosa bangsa Israel dan dosa keluarganya memohon belas kasihan daripada Allah buat bangsanya. Nehemia memiliki hati yang mau peduli terhadap bangsanya. Ia merendahkan dirinya berdoa dan berjuang buat kesejahteraan kota dan bangsanya. 

Nehemia 1 : 6 “ berilah telinga_mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba_mu yang sekarang kupanjatkan kehadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel,…

Maukah kita bersikap seperti Nehemia? saat ini bangsa kita butuh kerendahan hati kita untuk mau berdoa dan merendahkan diri dihadapan Allah buat ngakuin dosa- dosa bangsa kita dan memohon belas kasihan Allah atas bangsa ini. Seperti yang dilakukan Nehemia berdoa dan berpuasa bagi bangsanya. Berdoaalah buat kota-kota yang dilanda bencana asap. Pekanbaru,jambi palembang,kalimantan. Doakan khususnya anak-anak,bayi,ibu hamil yang pasti sangat terganggu pernafasan nya agar selalu dalam lindungan Tuhan. Doakan kami warga Pekanbaru. Mohon belas kasihan Tuhan atas Pekanbaru. Dan tentu mari juga berdoa buat pemerintah kita agar diberi kebijaksanaan dalam menanggulangi bencana asap ini. Biarlah berkat Tuhan tercurah atas kota dimana kami berpijak. Kemakmuran, kesejahteraan, keadilan tercurah buat Pekanbaru.

Peka Akan Suara Tuhan

Pernahkah kalian mendengar suara yang berasal dari dalam hati kalian? Dan bagaimana kita menanggapinya? Pernah sutu hari aku mendengar suara didalam hatiku yang berkata agar aku segera menghubungi salah seorang teman sekolah aku dulu waktu SMA untuk menanyakan kabarnya. Namun, aku tidak menanggapi suara tersebut karena kami juga sudah jarang komunikasi. Besok harinya suara itu terdengar lagi dan mengatakan hal yang sama agar aku menghubunginya. Dan akhirnya aku ambil HP dan menghubungi temanku itu. Ternyata temanku itu  sedang berada dirumah sakit karena  besok pagi akan melakukan operasi persalinan melahirkan anak pertamanya.  Dia minta didoakan kerena  takut dan kuatir akan operasi persalinannya besok. Akupun langsung mendoakan  pergumulan temanku itu. 

Pernah gak mengalami hal seperti itu? Cerita diatas bukan hanya yang pertama, tapi bisa aku bilang cukup sering aku mengalaminya. Bahkan aku mau bersikap cuek akan hal itu, maafkan aku Tuhan.
Well, pembaca blog ini,seberapa sering kita pernah mendengar suara yang terdengar dari hati kita?  Dan seberapa kita yang mau meresponnya atau hanya cuek tidak mau peduli? Bagaimana jika aku tidak peduli dengan suara tsb? yang pasti aku akan sangat menyesal  jika mendengar sesuatu terjadi dengan teman ku tsb. Aku pasti akan menyalahkan diriku karena aku tidak mau mendengar suara Tuhan yang berkata dari dalam hatiku.  

Lalu datanglah Tuhan, berdiri disana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah,sebab hamba-Mu ini mendengar.” 1 Samuel 3 :10
Saat Samuel yang muda itu  menjadi pelayan Tuhan dibait Allah dalam asuhan nabi Eli, Samuel mendengar ada suara yang memanggil namanya sampai tiga kali. Pada awalnya ia berpikir bahwa Nabi Elilah yang memanggilnya. Namun Eli berkata bahwa suara itu adalah suara Tuhan. Sehingga saat suara yang ketiga saat Tuhan memanggilnya Samuel menjawab “ Berbicaralah,sebab hamba-Mu ini mendengar.”(ay 10) Semenjak dari itu Samuel semakin dipakai Tuhan untuk menyatakan firmanNya bagi bangsa Israel sehingga Samuel dipercayakan nabi Tuhan.

Banyak cara Tuhan untuk menyatakan firman dan isi hatiNya kepada kita. Bisa itu lewat suara yang berasal dari hati kita, bisa lewat kejadian yang kita alami. Satu hal yang pasti semakin kita dekat dan mengenal Tuhan semakin kita  tau suaraNya dan isi hatiNya. 

Berharap akan selalu peka akan suara Tuhan.

#Ceritaku dihari Jumat

Ini di hari Jumat......
Prepare laporan PPN akhirnya kelar, tinggal disetor hari Senin dan lapor SPTnya. Senang juga laporan yang satu ini kelar, karena laporan PPN ini sangat penting dan serba teliti mengerjakannya. Jangan sampai ada denda-denda yang diakibatkan kesalahan dalam mengerjakannya. Dendanya besar bok......

Walaupun aku agak sedikit kecewa, para bos-bos ku pada cuti, Mau tanda tangan orangnya pada gak ada. #efekhariterjepit. Sebenarnya aku juga pingin cuti pingin ke Tarutung dan Samosir. Udah lama sekali ingin kesana,waktu libur lebaran kemarin ada planing mau kesana, tapi berhubung ongkos dua kali lipat naiknya dan pasti tempat wisata yang dikunjungi ntar cukup padat, aku batalkan niatku tsb. Dan kepikiran sebenarnya bulan ini, tapi aku gak beranjak juga mau pergi. Aku juga belum hubungi temanku yang tinggal disana yang akan jadi guide aku selama disana. Dia juga pasti kerja, dianya bisanya kalau libur anak sekolah baru dia bisa libur. Ya sudahlah, semoga ada waktunya nanti :)

Hari ini setelah siapin SSP untuk pembayaran PPN di bulan Agustus, aku lanjutkan segera pengimputan untuk bulan September. Sebenarnya ini sudah telat, udah akhir bulan baru mau mulai September. Lagi-lagi alasan laporan dari unit yang cukup lama baru diemail. Udah berkali-kali diminta agar jangan suka kirim laporan sekaligus pada akhir bulan, tapi tetap saja masih begitu. Tapi aku harus kudu sabar dan penuh kasih. Aku juga harus bisa mengkodisikan keadaan disana seperti apa, belum lagi dia oang baru, sepertinya baru jalan 3 bulan.

Tadi saat-saat aku makan siang, entah mengapa aku berpikir tentang sebuah kebaikan. Mengingat kebaikan-kebaikan yang orang pernah lakukan kepadaku. Saat aku memikirkan hal itu, suatu pikiran yang berkata (aku percaya ini adalah Roh Kudus yang berkerja) Uli....jangan karena orang pernah baik kepadamu baru kamu baik kepadanya. Jika dia tidak pernah berbuat baik kepadamu tetaplah baik kepadanya. Jangan membalas kebaikan orang hanya karena dia udah pernah baik kepadamu. Tapi tetap perlakukanlah semua orang dengan sama baiknya. Entah mengapa muncul pemikiran seperti itu waktu makan siang. Apakah akan terjadi sesuatu???? gak taulah, tapi satu hal aku mengucap syukur Tuhan ingatin aku tentang hal ini. Thank You Lord.

Oh iya, pagi ini aku dapat kabar duka dari salah seorang rekan kerja dikantorku. Istrinya telah dipanggil Tuhan. Bapak itu sudah risegn awal tahun 2015 ini, tapi komunikasi sama dia masih ada. Turut berduka ya Pak Sihombing buat kehilangan istrinya, semoga diberi kekuatan dan penghiburan dari pada Tuhan. Banyak kenangan juga bersama bapak ini, Dia suka ngajakin makan siang bareng ( walau aku orangnya paling susah diajakin keluar makan siang), Dia kebapakan, waktu managerku risegn aku jadi lebih sering diskusi sama dia sebelum ada pengganti bosku yang baru. Aku pernah dikirimnya foto- foto waktu kami ada perjalanan natal ke Toba. Waktu itu cuman minta foto kami makan bersama rombongan, namaun Bapak itu kirim banyak foto termasuk foto-foto dia sama keluarganya termasuk istri dan anaknya. Jadi aku tau mana istrinya. Sedih mendengarnya, Bapak usianya masih cukup dibilang muda. Kehilangan itu menyakitkan :( seperti aku kehilangan Bokapku. Semoga yang terbaik Tuhan berikan buat keluarga Pak Sihombing.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan ( Roma 8 :28a)

Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...