Dec 9, 2015

Ceritaku di Rabu Sore

Tinggal sendiri di kantor dimana waktu udah menunjukkan pukul 6 sore. Hari- hariku sekarang suka malam pulang, dan apabila aku ontime pulang jam lima sore. Security di kantor selalu tanya kok tumben uli nya pulang cepat? hahaha

Besok deadline pembayaran pajak tgl 10. Data baru masuk untuk diolah tanggal 4 dan tanggal 7. Butuh waktu untuk rekonsile atas pemotongan yang udah dibayar dan mana yang harus di gross up atas pajak yang di tanggung perusahaan. Seorang diri dan sangat melelahkan. 

Finish, akhirnya aku siapkan sore ini,walau gak maksimal. Kenapa gak maksimal karena aku gak bisa mengkonpensasi kan pembayran yang seharusnya bulan ini bisa dibayar sedikit. Lagi-lagi data yang harus di betulkan dan dikonpensasikan gak akurat. Dan aku gak bisa sembarangan melakukan konpensasi ke bulan ini. Ya sabar mungkin itu harus aku lakukan. 

Ingin menuliskan ini. Pagi kemarin di dalam angkot seorang Ibu paruh baya sekitar umurnya 50 tahunan bertanya kepadaku. Kemana satu lagi temannya? Biasa naik angkot selalu bareng. Yang mana ya Bu? sahutku. Itu yang biasa sama kamu cowok. Oh...itu adek saya Bu, kebetulan dia sudah selesai magang di kantor saya. Makanya gak pernah liat lagi. Setelah percakapan itu. Dalam hati dan pikiranku aku benar-benar terharu. Kenapa? Disaat seperti itu di dalam angkot ada aja orang -orang yang peduli pada ku. Hal- hal kecil seperti itu ditanyakan benar-benar buat hatiku terharu. Tuhan benar-benar baik pedulikan anak-anakNya. 

Satu lagi saat pulang kerja. aku diberitahu adikku bahwa dia gak bisa jemput aku pulang. Sebenarnya aku pingin pulang jam 5 aja biar gak kemalaman juga pulangnya karena naik angkot. Tapi karena kerjaanku sudah cukup mendesak dan harus aku kejar. Ya, aku urungkan niat untuk pulang cepat. Ya udah lah semoga ada jalan pualng nanti. Setengah jam setelah itu, seorang temanku bertanya "Uli gak dijemput? " dalam hatiku aku aku benar-benar wow...Tuhan begitu pedulinya sama aku. Dia tetap perhatikan aku. Aku pikir ini bukan kebetulan teman tsb tanyakan hal itu, karena juga aku gak ada kasih tau aku gak dijemput atau ya. Tapi tawaran itu aku tolak, dengan alasan aku harus siapkan dulu kerjaan ku ini karena udah sangat mendesak. Namun aku benar-benar tetap bersyukur cara Tuhan yang sangat lembut peduli dan sangat sayang sama aku. Terimakasih Tuhan buat hari-hari yang selalu Engkau Lawat. 

Tuhan, aku punya permintaan untuk pekerjaanku. Tuhan berilah aku hikmat dan kebijakasanaan dalam pekerjaanku. Agar apa yang aku kerjakan bukan semata-mata kerana digaji atau kewajibanku. Namun aku benar-benar ingin bekerja dengan sepenuh hatiku  bekerja dengan benar dan seturut jalanMu. 

Baiklah, cukup curhat malam ini, Aku mau pulang dulu. God bless you all.......

5 comments:

  1. Perhatian-perhatian kecil mengingatkan kita kalau Tuhan selalu care dengan umatNya, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yupz benar Indi, Sudah lama aku gak oernah BW ke blog mu, pasti sudah banyak kisah yg ketinggalan untuk aku baca. thanks udah berkunjung Indi

      Delete
  2. Terkadang perhatian orang ke kita itu memang bikin kita jadi bersemangat hidup, walau lagi ada banyak masalah. Contohnya itu, hanya ditanyai kabar aja, kita udah senang banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin rasa senang itu dibuat agar diri kita sendiri tidak menjadi pribadi yg egois. benar gak ya?

      Delete
  3. Entah kenapa somehow kalau ada yang perhatian gitu bikin terharu yaaa :)

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

What a beautiful Name

You were the Word at the beginning One With God the Lord Most High Your hidden glory in creation Now revealed in You our Christ What a ...