Jan 19, 2016

Tulisan Pertama di Tahun Yang Baru

Sudah sangat rindu ingin menulis............. Sempat kepikiran di awal tahun yang baru ini buat postingan yang terbaru juga. Namun, apa daya waktu dan kesempatan yang tiada kunjung sempat. Akhirnya di tengah-tengah kesibukan yang sudah mulai mengurang sedikit (ya sedikit aja ya) dan juga lagi cari ilham dari tadi kepikiran cara mecahkan suatu problem di kerjaan gak nemu2. Akhirnya aku putuskan untuk menulis :) 

Lega rasanya Laporan 1721 A1 Karyawan selesai juga, sudah hampir 2 minggu itu saja yang di kerjakan. Berhubung pembayaran terakhir di tanggal 10 dan pelaporan di tanggal 20. Puji Tuhan akhirnya selesai juga. Ada kelonggaran sedikit bisa bernafas lega hehehe. Ini akan dilanjutkan E- faktur untuk periode Desember.

Sebenarnya bukan mau share postingan kerjaan tapi sesuatu hal yang menyadarkan aku akan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jumat kemarin saat pulang ngantor, aku lihat di kamarku terletak 2 bungkusan dari pos. Satu aku tau adalah pesanan novel yang aku beli online, dan satu lagi aku begitu terkejut karena itu sebuat amplop dari sebuah redaksi penerbit, bukan dari penerbit yang biasa aku terima. Tapi ini baru kali pertama aku mendapatkan kiriman dari redaksi tsb. Gak sabar ingin mengetaui apa isinya aku buka, dan didalamnya ada sebuah buku Renungan Anak Muda. Dan aku baru teringat aku pernah mengirimkan beberapa artikel renungan ke penerbit tsb. Tapi yang menjadi pemikiranku, artikel itu aku kirim sudah lama sekali. Aku sempat pesismis memang waktu mengirim, karena emailku tidak ada tanggapan sama sekali. Aku pikir mungkin tulisan yang aku kirim tidak sesuai dengan kriteria dari penerbit tsb. Jadi gak pernah kepikiran untuk mengirim lagi. Dan ternyata aku salah, tulisan yang pernah aku kirim itu dimuat untuk penerbitan bulan Februari 2016 dan aku baru dapat kabarnya sekarang. Selidik dan selidik aku cari informasi kapan pernah aku kirim emailnya. Dan ternyata itu di tahun 2014 di bulan Juli. Dan baru dapat informasi tulisan aku dimuat di Januari 2016. 

Perasaaanku senang bercampur haru bercampur juga dengan rasa bersalah. Kenapa aku bilang bersalah? karena aku sudah mulai malas dan sangat tidak komitemen lagi untuk menulis. ( ampuni anakMu ini Tuhan). Semoga hal ini bisa membangkitkan aku lagi untuk melayani dalam menulis. Dan trimakasih buat teguranMu dan terimakasih buat sesuatu yang indah yang selalu Tuhan kirim buat aku, yang membuat aku terpesona akan karyaMu yang ajaib. 

Sepertinya udah dulu share ceritanya, mau lanjut kerja lagi. Laporan di tahun baru ini memang benar2 harus cepat karena akan segera masuk laporan SPT Badan. Yo wes lah. Selamat Hari Selasa.


1 comment:

  1. wah selamat li, berarti harus lebih semangat lagi nulis

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

What a beautiful Name

You were the Word at the beginning One With God the Lord Most High Your hidden glory in creation Now revealed in You our Christ What a ...