Apr 1, 2017

Day 1 - Hakim Hakim 8 -9

Hakim Hakim 8 -9

• Ketika suku Efraim komplain kpd Gideon mgp mereka tidak dilibatkan ikut berperang dari awal. Jawab Gideon yang bijaksana menenangkan amarah Efraim. Bukan peperangan awal yang dilihat namum peperangan akhir. Peperangan akhir dimenangkan Efraim dgn membunuh panglima Midian. Disini aku belajar sosok Gideon yang merendahkan dirinya. Ia tidak merasa dirinya hebat.
Aku juga belajar dalam peperangan yang dilihat adalah hasil akhirnya. Ini menjadi suatu peringatan kepadaku juga. Aku harus bisa tetap bertahan dalam pertandingan imanku ini sampai aku dipanggil Tuhan. Aku harus bisa menyelesaikan peperanganku dgn hasil akhir yang baik. Jangan panas2 dimuka, tapi akhirnya hancur. Oh Tuhan terimakasih menegurku hari ini. Mau tetap mempersenjatai diriku dgn Firman Tuhan agar aku tetap kokoh berdiri dalam pertandinganku.
• Keputusan Gideon yang meminta perhiasan umat Israel untuk membuat Efod membuat Gideon Dan keluarganya jahat dalam pandangan Tuhan. Lewat kisah ini, aku belajar agar aku dalam mengambil keputusan atau meminta permintaan, aku harus hati hati. Aku harus Berpikir bijaksana dan memikirkannya Lebih bijak dahulu. Belakangan ini aku memikirkan apa yang pernah aku harapkan dan kini terwujud. Namun, ketika terwujud aku jadi tidak tenang, tidak damai bawaannya. Aku jadi memikir ulang akan apa yang pernah aku inginkan tsb. Jadi hari ini benar2 ditegur agar aku hati2 dalam stp ambil keputusan dan permintaan. Terimakasih Tuhan
• Hari ini juga belajar untuk mengingat setiap kebaikan orang lain yang pernah aku terima. Jangan setelah orangnya tidak ada, aku melupakannya. penduduk sikhem yang tidak berbuat baik kpd keturuan Gideon. Mereka membunuh 69 anak Gideon. Mereka tidak ingat lagi ttg Gideon yang telah menolong mereka.
Disini aku diingatkan aku harus menaruh Kasih pada orang yang telah menolongku bukan hanya pada orangnya Namun pada keluarganya juga. Membaca ini aku benar2 ditegur Tuhan, ada salah seorang orangtua temanku yang tidak aku suka. Karena Ia pernah memarahiku aku didepan banyak orang. Ketika aku memikirkan hal tsb, Tuhan bilang aku harus ingat bahwa temanku itu pernah menolongku. Walau ortunya tdk baik, aku harus menghargai perbuatan baik anaknya kepadaku. Terimakasih Tuhan. Banyak sekali teguran buat aku Hari ini. Mampukan aku merubah karakterku mjd penuh Kasih spt karakter Tuhan.

No comments:

Post a Comment

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Kepada Mulah aku berharap

"Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku! Sungguh, hanya bebera...