Journey Trans Studio Bandung 05 Mei 2016

Akhirnya kesampaian juga ke Bandung...., dengan modal tiket PP 1.300.000 dari Pekanbaru by Air Asia. Aku dan ketiga sahabat serta si kecil Ella berangkat ke Bandung. Penerbangan yang delay sekitar 40 menit yang semula 10.10 WIB berubah jadwal menjadi 11.00 dan arrival 13.00 telat 30 menit juga akibat cuaca buruk sehingga tidak bisa landing. Puji Tuhan semua berjalan dengan aman dan penuh pelindungan Tuhan. 

Setiba di bandara Husein Sastranegara agak sedikit kaget melihat tempat bandaranya. Cukup sederhana dan sedikit kurang teratur. Sesampai disana kita langsung otw ke Trans Studio Bandung yang berada di Jl. Gatot Subroto. Dengan harga tiket terusan Rp 270.000/ org untuk hari sabtu dan minggu dan hari Libur. Jika hari biasa hanya Rp 170.000/org.  Tidak semua wahana dicoba karena jujur takut :) karena rata-rata wahanya memacu adrenalin kita seperti Yamaha Racing Coaster, Vertigo melihatnya saja sudah mual hahaha. 

Tapi aku suka interior didalam Trans Studio, kita bisa sampai malam disana menikmati wahananya karena tempatnya yang indor. Gak perlu takut gelap, hujan dan terik matahari. Didalam juga tersedia outlet makanan dan minuman karena catatan masuk kesana dilarang membawa makanan dan minuman dari luar karena tas kita akan diperiksa loh. 

Saat delay menunggu di Bandara Sultan Syarif Kasim



Trans Studio Theme Park adalah salah satu indoor theme park memiliki 20 wahana yang fantantis, terbagi menjadi tiga zona, yaitu: Studio Central, kemegahan klasik ala Hollywood dan New York; Lost City, negeri para petualang yang haus tantangan; dan Magic Corner, kawasan sejuta keajaiban yang tiada habisnya.

  • Studio Central: Sebuah kawasan menakjubkan yang menampilkan gemerlap dunia layar lebar dan televisi dalam tampilan ala Hollywood era tahun 60-an. Zona ini menyingkap rahasia-rahasia di balik layar.
  • Magic Corner: Suasana penuh magis membuat Anda begitu yakin pada apa yang ada di depan mata. Pengunjung akan hanyut dalam sensasi yang ditimbulkan oleh dunia penuh keajaiban.
  • Lost City: Suatu kawasan super seru yang dikemas secara apik untuk dinikmati para penjelajah dan petualang sejati.




Kalau gak salah setiap pukul lima sore ada atraksi karnaval. Saat kami keluar dari sebuah wahana karnavalnya sudah selesai, tapi kami masih bisa foto-foto dengan latar aksi karnaval tsb :) Besok lagi ya sambung ceritanya...



Pujian dipagi hari

Dengan apakah kami membalas kebaikanMu
Dengan apakah kami membalas kasihMu
Kami hanyalah debu yang kau jadikan berarti
Kami adalah yang seharusnya binasa

Oleh karena Kau baik bagi kami
Kau telah selesaikan  segalanya
Kau telah selesaikan segalanya

Dengan darahMu kau sucikan kami
Dengan tubuhMu Kau tanggung dosa kami
Dengan darahMu Kau lepaskan kami 
dari maut yang mematikan

Yesus....Yesus...Yesus...Tuhan
Mulialah namaMu...
Yesus...Yesus...Yesus...Tuhan
Mulialah namaMu...



Pembelajaran dari seorang stokar bus

Mau  share pembelajaran yang kudapat semalam. Siang hari saat aku dan keponakanku menaiki bus kota, aku memperhatikan stokar bus tsb saat dia bicara dan nagih ongkos kepadaku. Saat itu aku kasih uang dua puluh ribu (20.000) untuk kami tiga orang, dan saat dia berbicara suaranya tidak begitu jelas, tapi yang aku tangkap dia bertanya apa ada uang pas, karena saat itu dia mempertihatkan uang pecahan besar semua kepadaku. Aku katakan tidak adaaa, dan dia ngomong lagi ngu..sebentar ya dengan nada gak jelas. Karena aku duduk di belakang, saat dia berjalan kearah depan menuju supir bus, aku memperhatikan lagi ternyata kaki nya juga cacat, bukan hanya tangan saja dan suara nya yang cacat. Saat dia kembalikan uang kembaliannya kepadaku, aku memperhatikan dia begitu cekatan mengeluarkan uang dari saku celanannya, tampa ada jari yang membantunya. Dia gak punya 10 jari lengkap seperti aku. Tangannya memang ada dan 10 jari itu tidak tumbuh. Aku begitu memperhatikannya dengan mata mau nangis. Dia berdiri pas disamping aku, sambil ambil uang dari sakunya dan merapikan lembaran-lembaran uang yang dia terima.  Dan dia bisa melakukan itu dengan sukacita. Kenapa aku bilang dia sukacita? karena dia begitu menikmati pekerjaan yang dia kerjakan. Dia begitu peduli pada penumpang yang ada didalam bus tsb, dia berdiri di pinggiran pintu dengan menanyakan apakah ada yang mau turun di jalan a, jalan b, jalan c dengan suaranya yang gak jelas. Dia begitu semangat bekerja dengan cacat fisik yang dia miliki. 

Saat aku memperhatikan hal itu, Tuhan ingatin aku bahwa di tengah-tengah kekurangan yang dia miliki dia memiliki semagat hidup yang kuat. Saat itu aku pejamkan mataku sebentar dan berdoa didalam bus tsb, berdoa buat keselamatan stokar bus tsb. 

Terimakasih Tuhan buat pembelajaran yang Tuhan kasih. Pembelajaran agar selalu tetap bersukacita dalam pekerjaan yang aku kerjakan. Pembelajaran untuk bisa menerima diri sendiri, menerima kekurangan/ kelebihan orang lain. Satu yang kupinta Tuhan ajari aku selalu untuk tetap mengasihi. Mengasihi Engkau dan mengasihi sesamaku. Jangan ambil kasihMu dari padaku. 
 

Nyanyian di siang hari


Kemanakah kami mencari kasih sejati...
Kemanakah kami berseru saat badai datang menderu
yang kami tau hanya Kau yang mampu
memulihkan segala sesuatu

Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuh sentuhan tanganMu
Kami tak dapat berjalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan..........


Tentu tidak asing lagi menyanyikan lirik lagu diatas. Penyanyinya kalau gak salah Nikita. Dan lagu ini aku sangat suka. Terlebih saat ini, dari tadi menyanyikannya dan ini malah menuliskannya. Lirik lagu ini juga hampir mirip dengan nyanyian Mazmur Daud. Daud yang berseru kepada Tuhan ketika dia dikejar-kejar oleh musuhnya. Dan Daud tau kepada siapa dia harus berseru yang dapat memulihkan persoalannya. 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. ( Mazmur 18 :6)


Paulus Orang Yang Berpengetahuan Tinggi

Sudah sampai di Bulan Februari aja :) Banyak sekali yang ingin di share di blog ini. Dan aku juga sudah buat judul laman di isi blog ini  untuk memudahkan pencarian. Awalnya sebenarnya blog ini dibuat untuk belajar menulis dan tentu satu lagi untuk curhat hahaha. Namun, setelah dipertimbangkan adalah lebih baik juga membagikan ilmu yang ada untuk juga diberikan kepada orang lain. Kemungkinan blog ini  akan berisi bermacam-macam cerita mulai dari keseharianku dalam pekerjaan yang akan aku sharing di laman tax learning. Perjalanan traveling yang banyak belum dituliskan di laman traveling dan tentunya ilmu menulis yang akan aku bagikan juga di laman menulis. Doakan saja semoga niat dan harapanku ini dapat terwujud ya. 

Sore semalam seorang bos di kantorku mampir keruangan kerja kami. Dan dia duduk di depan meja kerjaku. Sambil aku kerja dia berkata
Bos :  " jangan mau jadi rakyat biasa di surga kelak."
Me  :  Maksdunya? 
Bos : Ya, kita jangan mau jadi rakyat jelata kalau bisa kita menjadi orang nomor dua Nya, kita jadi  petinggi di Kerajaan Surga kelak. Tau gak Taruli bagaimana caranya? kita harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang Allah. 
Me : mengulangi pertanyaan lagi. Bagaimana caranya Pak? 
Bos : Memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. Umatku binasa karena tidak mengenal Aku ( Hosea 4 ay 6) 
Me : sambil mangut mangut
Bos : kamu tau dari murid-murid Nya Tuhan Yesus siapa yang diapakai kepada bangsa bangsa
Me : Paulus
Bos : Ya, Paulus. Kamu tau kenapa Paulus? karena Paulus memiliki pengetahuan yang luas. Mana mungkin Paulus dapat menyebarkan injil dan dapat melawan orang orang Farisi. Kamu ngerti? 
Me : sambil menggeleng kepala. Gak ngerti pak
Bos : gini loh Taruli... Paulus itu seorang yg berpengetahuan luas. Dia memiliki ilmu pendidikan yang cukup tinggi blabla...( aku lupa persisi kata2 bapak itu) tapi inti nya bisa digambarkan dia itu seorang intelektual. Kamu tau kenapa Tuhan pilih Paulus ke bangsa2? karena hanya Paulus yang dapat bisa beradu argumen dengan para intelektual lainnya seperti Orang Farisi, Orang Roma, Kaisar dan petinggi lainnya. Ngertikan maksud saya?
Me : iya pak saya ngerti...

Setelah pulang kerumah...ambil Alkitab baca Kisah Para Rasul lagi. Dan beberapa pertanyaan yang sebelumnya sempat aku pikirkan saat membaca Kisah Para Rasul akhirnya terjawab. Seperti Mengapa Paulus disebut juga orang Rom.

"Saya orang Yahudi," kata Paulus, "saya lahir di Tarsus di negeri Kilikia, tetapi saya dibesarkan di sini di Yerusalem dan dididik dengan cermat oleh guru besar Gamaliel dalam hukum yang diberikan Musa kepada nenek moyang kita. Sama seperti Saudara-saudara sekalian di sini hari ini, saya pun sangat giat untuk Allah. 
( Kisah Para Rasul 22 : 3) BIS

Tetapi waktu Paulus sudah diikat untuk dicambuk, Paulus berkata kepada perwira yang berdiri di situ, "Apakah diperbolehkan mencambuk seorang warga kerajaan Roma sebelum ia diadili?"
( Kisah Para Rasul 22 : 25 ) BIS 

Maka komandan itu pergi kepada Paulus dan bertanya, "Coba beritahukan, apakah engkau warga negara Roma!" "Ya," kata Paulus, "saya warga negara Roma."
( Kisah Para Rasul 22 : 27 ) BIS 

Komandan itu berkata pula, "Saya menjadi warga negara Roma dengan membayar banyak sekali!" Paulus menjawab, "Tetapi saya lahir sebagai warga negara Roma."
(Kisah Para Rasul 22 : 28 ) BIS 

Tetapi Paulus berkata kepada petugas-petugas polisi itu, "Kami warga negara Roma. Tanpa diadili, kami sudah dicambuk di depan umum dan dimasukkan ke dalam penjara. Dan sekarang mereka menyuruh kami pergi dengan diam-diam? Kami tidak mau! Suruh pejabat-pejabat pemerintah itu datang sendiri ke sini melepaskan kami."
( Kisah Para Rasul  16 : 37)  

Suka tertawa lihat cara Tuhan menjawab doaku

Sebenarnya, aku belum siap untuk nulis dan publis cerita ini.. Namun, karena ada tantangan di Bulan September buat nulis di blog, akhirnya aku punya keberanian untuk share tulisanku ini. 

Pagi di minggu pertama ditahun 2015 tepatnya tgl 04 Januari, aku terbangun lebih awal dan saat terbangun yang dipikiranku adalah dua sahabat masa remajaku yang sudah berkeluarga dan sudah menggendong anak mereka. Aku bertemu dengan  mereka saat datang di hari ulangtahun keponakanku malam minggu taggal 03 Januari. Dipikiranku berkata kapan waktunya aku? kapan aku seperti mereka? mereka punya cerita yang baru, kisah yang baru dan mereka begitu bahagia dengan kehidupan mereka sekarang. 

Aku lansung doa di pagi itu dengan bercucuran air mata. Aku ingin punya pasangan hidupku Tuhan! pintaku dalam doa dipagi itu dan aku juga mendoakan orang yang beberapa bulan ini melintas dipikiranku untuk aku doakan. Walau jujur sebenarnya aku sangat tidak ingin mengingat memori yang dulu-dulu memori 10 tahun yang lalu. Bagaimana aku memperlakukannya dengan cuek dan sekarang mengapa dia harus terpintas dipikiranku. Aku begitu menolaknya dan aku memohon tanda dan petunjuk dari Tuhan apa maksud disetiap kebetulan disetiap minggu melihatnya. Disetiap ibadah jam berapapun rasanya kok selalu kebetulan aku melihatnya bahkan pernah disatu ibadah aku berpapasan dengan dia tapi aku menunduk kebawah tidak berani menolehnya pura-pura tidak tau. Saat aku mendoakan konfirmasi apa yang kudengar pagi itu dan aku memperoleh jawabnya siang hari setelah ibadah aku begitu terkejud saat melihat dinding fb adeknya, disaat aku lagi menunggu busway untuk menuju pulang aku buka fb, dan aku baca status adeknya yang berkata selamat ya bg,semoga sukses persiapan penikhannya. Waw...hatiku menjerit, Tuhan dia mau nikah, dia udah punya pasangan hidup terus buat apa Tuhan aku mendoakannya dan suara yang kudengar? apakah aku memang salah mendengar suaraMU? aku nangis sepanjang jalan dan tiba dirumah aku doa aku menuliskan apa yang terjadi. Apakah ini jawaban dari doa yang kuminta, doa konfirmasi suara yang kudengat? Terus aku harus bagaimana Tuhan? apakah aku harus mendoakan dia lagi?

Sebulan sudah berlalu, dipenghujung bulan Maret 2015. Aku jarang  melihatnya lagi, Namun pernah sesekali dia dan pasangannya terlihat olehku digereja. Rasa sesak itu kini sudah hilang. Aku mengucap syukur Tuhan buat  proses yang tejadi yang aku alamin. Aku suka menduga duga perasaanku, namun Tuhan yang tau apa dibalik semua kejadian itu.

Menjalani proses tsb gak mudah, aku suka jadi berpikir dengan jalanku sendiri. Suka menerka nerka. Tapi aku hanya menceritakan hal tsb sama seorang sahabatku saja mamanya oel. Karna memang aku butuh seorang teman yang bisa suport dan doa kan pergumulanku ini. Dan saat mengetahui bahwa apa yang dipikiranku ternyata salah gak sejalan dengan pikiranku, itu sangat sakit. Nyesak dan rasanya seperti ngalamin namanya sakit hati karena putus cinta lagi. Beriringnya waktu dan saat aku melihat secara langsung dia dan pasangannya aku lega, aku ucap syukur padaNya. Karena aku gak perlu pusing menggumulkan perasaan ini lagi, dan aku tidak pernah mendoakannya lagi semenjak aku tau kebenaranya. Thanks Lord :)

Terkadang aku suka tertawa dan senyum senyum sendiri lihat cara Tuhan menjawab doaku. Apa yang tak penah dilihat mata dan tak pernah didengar telingaku semua Kau berikan indah pada waktunya Tuhan.
Terpujilah Tuhan Yesus. 

Tulisan Pertama di Tahun Yang Baru

Sudah sangat rindu ingin menulis............. Sempat kepikiran di awal tahun yang baru ini buat postingan yang terbaru juga. Namun, apa daya waktu dan kesempatan yang tiada kunjung sempat. Akhirnya di tengah-tengah kesibukan yang sudah mulai mengurang sedikit (ya sedikit aja ya) dan juga lagi cari ilham dari tadi kepikiran cara mecahkan suatu problem di kerjaan gak nemu2. Akhirnya aku putuskan untuk menulis :) 

Lega rasanya Laporan 1721 A1 Karyawan selesai juga, sudah hampir 2 minggu itu saja yang di kerjakan. Berhubung pembayaran terakhir di tanggal 10 dan pelaporan di tanggal 20. Puji Tuhan akhirnya selesai juga. Ada kelonggaran sedikit bisa bernafas lega hehehe. Ini akan dilanjutkan E- faktur untuk periode Desember.

Sebenarnya bukan mau share postingan kerjaan tapi sesuatu hal yang menyadarkan aku akan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jumat kemarin saat pulang ngantor, aku lihat di kamarku terletak 2 bungkusan dari pos. Satu aku tau adalah pesanan novel yang aku beli online, dan satu lagi aku begitu terkejut karena itu sebuat amplop dari sebuah redaksi penerbit, bukan dari penerbit yang biasa aku terima. Tapi ini baru kali pertama aku mendapatkan kiriman dari redaksi tsb. Gak sabar ingin mengetaui apa isinya aku buka, dan didalamnya ada sebuah buku Renungan Anak Muda. Dan aku baru teringat aku pernah mengirimkan beberapa artikel renungan ke penerbit tsb. Tapi yang menjadi pemikiranku, artikel itu aku kirim sudah lama sekali. Aku sempat pesismis memang waktu mengirim, karena emailku tidak ada tanggapan sama sekali. Aku pikir mungkin tulisan yang aku kirim tidak sesuai dengan kriteria dari penerbit tsb. Jadi gak pernah kepikiran untuk mengirim lagi. Dan ternyata aku salah, tulisan yang pernah aku kirim itu dimuat untuk penerbitan bulan Februari 2016 dan aku baru dapat kabarnya sekarang. Selidik dan selidik aku cari informasi kapan pernah aku kirim emailnya. Dan ternyata itu di tahun 2014 di bulan Juli. Dan baru dapat informasi tulisan aku dimuat di Januari 2016. 

Perasaaanku senang bercampur haru bercampur juga dengan rasa bersalah. Kenapa aku bilang bersalah? karena aku sudah mulai malas dan sangat tidak komitemen lagi untuk menulis. ( ampuni anakMu ini Tuhan). Semoga hal ini bisa membangkitkan aku lagi untuk melayani dalam menulis. Dan trimakasih buat teguranMu dan terimakasih buat sesuatu yang indah yang selalu Tuhan kirim buat aku, yang membuat aku terpesona akan karyaMu yang ajaib. 

Sepertinya udah dulu share ceritanya, mau lanjut kerja lagi. Laporan di tahun baru ini memang benar2 harus cepat karena akan segera masuk laporan SPT Badan. Yo wes lah. Selamat Hari Selasa.


Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...