Nyanyian di siang hari


Kemanakah kami mencari kasih sejati...
Kemanakah kami berseru saat badai datang menderu
yang kami tau hanya Kau yang mampu
memulihkan segala sesuatu

Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuh sentuhan tanganMu
Kami tak dapat berjalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan..........


Tentu tidak asing lagi menyanyikan lirik lagu diatas. Penyanyinya kalau gak salah Nikita. Dan lagu ini aku sangat suka. Terlebih saat ini, dari tadi menyanyikannya dan ini malah menuliskannya. Lirik lagu ini juga hampir mirip dengan nyanyian Mazmur Daud. Daud yang berseru kepada Tuhan ketika dia dikejar-kejar oleh musuhnya. Dan Daud tau kepada siapa dia harus berseru yang dapat memulihkan persoalannya. 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. ( Mazmur 18 :6)


Paulus Orang Yang Berpengetahuan Tinggi

Sudah sampai di Bulan Februari aja :) Banyak sekali yang ingin di share di blog ini. Dan aku juga sudah buat judul laman di isi blog ini  untuk memudahkan pencarian. Awalnya sebenarnya blog ini dibuat untuk belajar menulis dan tentu satu lagi untuk curhat hahaha. Namun, setelah dipertimbangkan adalah lebih baik juga membagikan ilmu yang ada untuk juga diberikan kepada orang lain. Kemungkinan blog ini  akan berisi bermacam-macam cerita mulai dari keseharianku dalam pekerjaan yang akan aku sharing di laman tax learning. Perjalanan traveling yang banyak belum dituliskan di laman traveling dan tentunya ilmu menulis yang akan aku bagikan juga di laman menulis. Doakan saja semoga niat dan harapanku ini dapat terwujud ya. 

Sore semalam seorang bos di kantorku mampir keruangan kerja kami. Dan dia duduk di depan meja kerjaku. Sambil aku kerja dia berkata
Bos :  " jangan mau jadi rakyat biasa di surga kelak."
Me  :  Maksdunya? 
Bos : Ya, kita jangan mau jadi rakyat jelata kalau bisa kita menjadi orang nomor dua Nya, kita jadi  petinggi di Kerajaan Surga kelak. Tau gak Taruli bagaimana caranya? kita harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang Allah. 
Me : mengulangi pertanyaan lagi. Bagaimana caranya Pak? 
Bos : Memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. Umatku binasa karena tidak mengenal Aku ( Hosea 4 ay 6) 
Me : sambil mangut mangut
Bos : kamu tau dari murid-murid Nya Tuhan Yesus siapa yang diapakai kepada bangsa bangsa
Me : Paulus
Bos : Ya, Paulus. Kamu tau kenapa Paulus? karena Paulus memiliki pengetahuan yang luas. Mana mungkin Paulus dapat menyebarkan injil dan dapat melawan orang orang Farisi. Kamu ngerti? 
Me : sambil menggeleng kepala. Gak ngerti pak
Bos : gini loh Taruli... Paulus itu seorang yg berpengetahuan luas. Dia memiliki ilmu pendidikan yang cukup tinggi blabla...( aku lupa persisi kata2 bapak itu) tapi inti nya bisa digambarkan dia itu seorang intelektual. Kamu tau kenapa Tuhan pilih Paulus ke bangsa2? karena hanya Paulus yang dapat bisa beradu argumen dengan para intelektual lainnya seperti Orang Farisi, Orang Roma, Kaisar dan petinggi lainnya. Ngertikan maksud saya?
Me : iya pak saya ngerti...

Setelah pulang kerumah...ambil Alkitab baca Kisah Para Rasul lagi. Dan beberapa pertanyaan yang sebelumnya sempat aku pikirkan saat membaca Kisah Para Rasul akhirnya terjawab. Seperti Mengapa Paulus disebut juga orang Rom.

"Saya orang Yahudi," kata Paulus, "saya lahir di Tarsus di negeri Kilikia, tetapi saya dibesarkan di sini di Yerusalem dan dididik dengan cermat oleh guru besar Gamaliel dalam hukum yang diberikan Musa kepada nenek moyang kita. Sama seperti Saudara-saudara sekalian di sini hari ini, saya pun sangat giat untuk Allah. 
( Kisah Para Rasul 22 : 3) BIS

Tetapi waktu Paulus sudah diikat untuk dicambuk, Paulus berkata kepada perwira yang berdiri di situ, "Apakah diperbolehkan mencambuk seorang warga kerajaan Roma sebelum ia diadili?"
( Kisah Para Rasul 22 : 25 ) BIS 

Maka komandan itu pergi kepada Paulus dan bertanya, "Coba beritahukan, apakah engkau warga negara Roma!" "Ya," kata Paulus, "saya warga negara Roma."
( Kisah Para Rasul 22 : 27 ) BIS 

Komandan itu berkata pula, "Saya menjadi warga negara Roma dengan membayar banyak sekali!" Paulus menjawab, "Tetapi saya lahir sebagai warga negara Roma."
(Kisah Para Rasul 22 : 28 ) BIS 

Tetapi Paulus berkata kepada petugas-petugas polisi itu, "Kami warga negara Roma. Tanpa diadili, kami sudah dicambuk di depan umum dan dimasukkan ke dalam penjara. Dan sekarang mereka menyuruh kami pergi dengan diam-diam? Kami tidak mau! Suruh pejabat-pejabat pemerintah itu datang sendiri ke sini melepaskan kami."
( Kisah Para Rasul  16 : 37)  

Suka tertawa lihat cara Tuhan menjawab doaku

Sebenarnya, aku belum siap untuk nulis dan publis cerita ini.. Namun, karena ada tantangan di Bulan September buat nulis di blog, akhirnya aku punya keberanian untuk share tulisanku ini. 

Pagi di minggu pertama ditahun 2015 tepatnya tgl 04 Januari, aku terbangun lebih awal dan saat terbangun yang dipikiranku adalah dua sahabat masa remajaku yang sudah berkeluarga dan sudah menggendong anak mereka. Aku bertemu dengan  mereka saat datang di hari ulangtahun keponakanku malam minggu taggal 03 Januari. Dipikiranku berkata kapan waktunya aku? kapan aku seperti mereka? mereka punya cerita yang baru, kisah yang baru dan mereka begitu bahagia dengan kehidupan mereka sekarang. 

Aku lansung doa di pagi itu dengan bercucuran air mata. Aku ingin punya pasangan hidupku Tuhan! pintaku dalam doa dipagi itu dan aku juga mendoakan orang yang beberapa bulan ini melintas dipikiranku untuk aku doakan. Walau jujur sebenarnya aku sangat tidak ingin mengingat memori yang dulu-dulu memori 10 tahun yang lalu. Bagaimana aku memperlakukannya dengan cuek dan sekarang mengapa dia harus terpintas dipikiranku. Aku begitu menolaknya dan aku memohon tanda dan petunjuk dari Tuhan apa maksud disetiap kebetulan disetiap minggu melihatnya. Disetiap ibadah jam berapapun rasanya kok selalu kebetulan aku melihatnya bahkan pernah disatu ibadah aku berpapasan dengan dia tapi aku menunduk kebawah tidak berani menolehnya pura-pura tidak tau. Saat aku mendoakan konfirmasi apa yang kudengar pagi itu dan aku memperoleh jawabnya siang hari setelah ibadah aku begitu terkejud saat melihat dinding fb adeknya, disaat aku lagi menunggu busway untuk menuju pulang aku buka fb, dan aku baca status adeknya yang berkata selamat ya bg,semoga sukses persiapan penikhannya. Waw...hatiku menjerit, Tuhan dia mau nikah, dia udah punya pasangan hidup terus buat apa Tuhan aku mendoakannya dan suara yang kudengar? apakah aku memang salah mendengar suaraMU? aku nangis sepanjang jalan dan tiba dirumah aku doa aku menuliskan apa yang terjadi. Apakah ini jawaban dari doa yang kuminta, doa konfirmasi suara yang kudengat? Terus aku harus bagaimana Tuhan? apakah aku harus mendoakan dia lagi?

Sebulan sudah berlalu, dipenghujung bulan Maret 2015. Aku jarang  melihatnya lagi, Namun pernah sesekali dia dan pasangannya terlihat olehku digereja. Rasa sesak itu kini sudah hilang. Aku mengucap syukur Tuhan buat  proses yang tejadi yang aku alamin. Aku suka menduga duga perasaanku, namun Tuhan yang tau apa dibalik semua kejadian itu.

Menjalani proses tsb gak mudah, aku suka jadi berpikir dengan jalanku sendiri. Suka menerka nerka. Tapi aku hanya menceritakan hal tsb sama seorang sahabatku saja mamanya oel. Karna memang aku butuh seorang teman yang bisa suport dan doa kan pergumulanku ini. Dan saat mengetahui bahwa apa yang dipikiranku ternyata salah gak sejalan dengan pikiranku, itu sangat sakit. Nyesak dan rasanya seperti ngalamin namanya sakit hati karena putus cinta lagi. Beriringnya waktu dan saat aku melihat secara langsung dia dan pasangannya aku lega, aku ucap syukur padaNya. Karena aku gak perlu pusing menggumulkan perasaan ini lagi, dan aku tidak pernah mendoakannya lagi semenjak aku tau kebenaranya. Thanks Lord :)

Terkadang aku suka tertawa dan senyum senyum sendiri lihat cara Tuhan menjawab doaku. Apa yang tak penah dilihat mata dan tak pernah didengar telingaku semua Kau berikan indah pada waktunya Tuhan.
Terpujilah Tuhan Yesus. 

Tulisan Pertama di Tahun Yang Baru

Sudah sangat rindu ingin menulis............. Sempat kepikiran di awal tahun yang baru ini buat postingan yang terbaru juga. Namun, apa daya waktu dan kesempatan yang tiada kunjung sempat. Akhirnya di tengah-tengah kesibukan yang sudah mulai mengurang sedikit (ya sedikit aja ya) dan juga lagi cari ilham dari tadi kepikiran cara mecahkan suatu problem di kerjaan gak nemu2. Akhirnya aku putuskan untuk menulis :) 

Lega rasanya Laporan 1721 A1 Karyawan selesai juga, sudah hampir 2 minggu itu saja yang di kerjakan. Berhubung pembayaran terakhir di tanggal 10 dan pelaporan di tanggal 20. Puji Tuhan akhirnya selesai juga. Ada kelonggaran sedikit bisa bernafas lega hehehe. Ini akan dilanjutkan E- faktur untuk periode Desember.

Sebenarnya bukan mau share postingan kerjaan tapi sesuatu hal yang menyadarkan aku akan talenta yang Tuhan sudah berikan. Jumat kemarin saat pulang ngantor, aku lihat di kamarku terletak 2 bungkusan dari pos. Satu aku tau adalah pesanan novel yang aku beli online, dan satu lagi aku begitu terkejut karena itu sebuat amplop dari sebuah redaksi penerbit, bukan dari penerbit yang biasa aku terima. Tapi ini baru kali pertama aku mendapatkan kiriman dari redaksi tsb. Gak sabar ingin mengetaui apa isinya aku buka, dan didalamnya ada sebuah buku Renungan Anak Muda. Dan aku baru teringat aku pernah mengirimkan beberapa artikel renungan ke penerbit tsb. Tapi yang menjadi pemikiranku, artikel itu aku kirim sudah lama sekali. Aku sempat pesismis memang waktu mengirim, karena emailku tidak ada tanggapan sama sekali. Aku pikir mungkin tulisan yang aku kirim tidak sesuai dengan kriteria dari penerbit tsb. Jadi gak pernah kepikiran untuk mengirim lagi. Dan ternyata aku salah, tulisan yang pernah aku kirim itu dimuat untuk penerbitan bulan Februari 2016 dan aku baru dapat kabarnya sekarang. Selidik dan selidik aku cari informasi kapan pernah aku kirim emailnya. Dan ternyata itu di tahun 2014 di bulan Juli. Dan baru dapat informasi tulisan aku dimuat di Januari 2016. 

Perasaaanku senang bercampur haru bercampur juga dengan rasa bersalah. Kenapa aku bilang bersalah? karena aku sudah mulai malas dan sangat tidak komitemen lagi untuk menulis. ( ampuni anakMu ini Tuhan). Semoga hal ini bisa membangkitkan aku lagi untuk melayani dalam menulis. Dan trimakasih buat teguranMu dan terimakasih buat sesuatu yang indah yang selalu Tuhan kirim buat aku, yang membuat aku terpesona akan karyaMu yang ajaib. 

Sepertinya udah dulu share ceritanya, mau lanjut kerja lagi. Laporan di tahun baru ini memang benar2 harus cepat karena akan segera masuk laporan SPT Badan. Yo wes lah. Selamat Hari Selasa.


Hadiah di akhir tahun 2015

Akhir tahun 2015 ini aku dapat hadiah giveaway dari salah satu teman Blogger Echa. Dari tantangan menulis dibulan September, untuk menulis minimal 10 postingan. Dari hasil pengumuman sebenarnya aku gak masuk sebagai finals karena aku gak melakukan daftar atau konfirmasi keikut sertaan. Tapi karena si Echa yang baik hati tetap ikutkan aku...thanks ya Echa, jadi deh aku pemenang ke-3. Dan hadiahnya Echa akan gambar foto unyu unyu kita. Dan inilah hasilnya..........


Terimakasih banyak ya Echa..., mau cerita dikit aja waktu itu aku koment di IG nya echa, di salah satu pic yang dia upload di IG. Aku coment bahwa aku ingin juga di gamabar seperti pict yang dia upload di IG. Gak lama setelah hal itu, Echa buat tantangan nulis di blog dan hadiahnya dia akan gambarin kita. Ya tentu saja hatiku senang dan berusaha untuk nulis di bulan September. Ya hasilnya minimal 10 postingan aku berhasil nulis. 

Tentu saja Echa berharap jejak jejak nulis di blog itu tetap berlangsung, walaupun rintangan dan segudang alasan itu tetap ada untuk tidak menulis. Terkadang rasa malas itu memang susah sekali untuk di kalahkan hahaha.

Sekian dulu ngeposting tulisan hari ini. Semoga setiap hari menjelang tutup tahun 2015 ada tulisan baru lagi. 



Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu.

Ceritaku di Rabu Sore

Tinggal sendiri di kantor dimana waktu udah menunjukkan pukul 6 sore. Hari- hariku sekarang suka malam pulang, dan apabila aku ontime pulang jam lima sore. Security di kantor selalu tanya kok tumben uli nya pulang cepat? hahaha

Besok deadline pembayaran pajak tgl 10. Data baru masuk untuk diolah tanggal 4 dan tanggal 7. Butuh waktu untuk rekonsile atas pemotongan yang udah dibayar dan mana yang harus di gross up atas pajak yang di tanggung perusahaan. Seorang diri dan sangat melelahkan. 

Finish, akhirnya aku siapkan sore ini,walau gak maksimal. Kenapa gak maksimal karena aku gak bisa mengkonpensasi kan pembayran yang seharusnya bulan ini bisa dibayar sedikit. Lagi-lagi data yang harus di betulkan dan dikonpensasikan gak akurat. Dan aku gak bisa sembarangan melakukan konpensasi ke bulan ini. Ya sabar mungkin itu harus aku lakukan. 

Ingin menuliskan ini. Pagi kemarin di dalam angkot seorang Ibu paruh baya sekitar umurnya 50 tahunan bertanya kepadaku. Kemana satu lagi temannya? Biasa naik angkot selalu bareng. Yang mana ya Bu? sahutku. Itu yang biasa sama kamu cowok. Oh...itu adek saya Bu, kebetulan dia sudah selesai magang di kantor saya. Makanya gak pernah liat lagi. Setelah percakapan itu. Dalam hati dan pikiranku aku benar-benar terharu. Kenapa? Disaat seperti itu di dalam angkot ada aja orang -orang yang peduli pada ku. Hal- hal kecil seperti itu ditanyakan benar-benar buat hatiku terharu. Tuhan benar-benar baik pedulikan anak-anakNya. 

Satu lagi saat pulang kerja. aku diberitahu adikku bahwa dia gak bisa jemput aku pulang. Sebenarnya aku pingin pulang jam 5 aja biar gak kemalaman juga pulangnya karena naik angkot. Tapi karena kerjaanku sudah cukup mendesak dan harus aku kejar. Ya, aku urungkan niat untuk pulang cepat. Ya udah lah semoga ada jalan pualng nanti. Setengah jam setelah itu, seorang temanku bertanya "Uli gak dijemput? " dalam hatiku aku aku benar-benar wow...Tuhan begitu pedulinya sama aku. Dia tetap perhatikan aku. Aku pikir ini bukan kebetulan teman tsb tanyakan hal itu, karena juga aku gak ada kasih tau aku gak dijemput atau ya. Tapi tawaran itu aku tolak, dengan alasan aku harus siapkan dulu kerjaan ku ini karena udah sangat mendesak. Namun aku benar-benar tetap bersyukur cara Tuhan yang sangat lembut peduli dan sangat sayang sama aku. Terimakasih Tuhan buat hari-hari yang selalu Engkau Lawat. 

Tuhan, aku punya permintaan untuk pekerjaanku. Tuhan berilah aku hikmat dan kebijakasanaan dalam pekerjaanku. Agar apa yang aku kerjakan bukan semata-mata kerana digaji atau kewajibanku. Namun aku benar-benar ingin bekerja dengan sepenuh hatiku  bekerja dengan benar dan seturut jalanMu. 

Baiklah, cukup curhat malam ini, Aku mau pulang dulu. God bless you all.......

Intinya Percaya

Setelah postingan terakhir di bulan September, kini nongol lagi ngeblog :) semoga ada yang merindukan hahaha #lebay. Baiklah di saat ada kesempatan dan kerinduan yang sangat dalam untuk menulis akhir-akhir ini, maka aku sempatkan menulis walau gak begitu sempurna. 

Bulan ini, bukan dari bulan ini sih sepertinya dari bulan lalu, aku ngalamin kekecewaan dalam diriku. Dan seminggu ini benar-benar aku begitu merasakannya, kekecewaannya berturut turtu mulai  kecewa dalam pekerjaan, persahabatan, keinginan,kesehatan. Hingga sampai suatu kali aku merasakan kok gue seorang diri.

Beberapa Minggu lalu, aku lupa tepatnya kapan, di tempat aku ibadah, hamba Tuhan yang melayani adalah dari GBI Medan Plaza. Hamba Tuhan tsb menjelaskan bagaimana kondisinya saat Medan Plaza terbakar dan semua asset milik gereja juga terbakar. Sound system yang baru dibeli seharga m an terbakar, brankas yang isinya uang yang cukup banyak terbakar, karena gereja juga sedang dalam renovasi. Disaat kejadian terjadi hari Sabtu dan hari Minggu mau ibadah dimana? Dan terlebih pdt tsb sedang tidak berda di Medan saat kerjadian. Saat aku mendengar kesaksian tsb, betapa hancurnya dan kecewa pasti menghadapi masalah seperti itu.

Aku jadi teringat bagaimana setelah tanggal penggajian di bulan ini, aku begitu merasakan kekecewaan yang mendalam. Rasa sakitnya itu seperti rasa kehilangan sesuatu yang berharga. Seperti rasa sakit hati saat putus cinta, rasa sedih saat kehilangan Bokap. Dan itu gak hilang dalam sehari namum hampir 2 mingguan. Kerjaanku cuman nangis, sedih, berontak dalam hati, pikiran udah gak tenang. Betapa aku merasakan kok aku lain sendiri? apa selama ini kinerjaku kurang maksimal sehingga penilaian akan salary ku hanya dihargai segitu. Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu setelah setiap hari kerjaku cuman nangis, tidur gak bisa karena kepikiran terus. Suatu ketika saat aku berdiam diri, merenung dan saat aku ingin memutuskan langkah apa yang harus aku putuskan, suara NYA kembali mengingatkanku. Jangan pergi dari situ..., Perhatikan 3 ribu karyawan. Dalam hati aku berpikir, apa hubungannya itu semua dengan keputusanku. Aku juga hanya staff kecil yang biasa dan gak ada pengaruh apapun. Namun, He say..Aku menyertaimu.

Terlalu sulit buat aku untuk menjelaskan secara terperinci hal ini. Selama hampir 2 minggu mengalami kekecewaan tsb, Tuhan banyak kasih aku pengajaran. Baik lewat buku renungan yang kubaca, lewat Firman yang selalu Dia ingatkan aku tentang Yusuf. Ya lagi lagi Yusuf dan Yusuf. Yusuf yang dijual kakak kakaknya sehingga ia menjadi pembatu Potifar di Mesir, dipenjara dan akhirnya menjadi wakil raja di Mesir. Selalu diingatkan hal itu saat mengalami masalah dalam pekerjaanku.

Maaf kalau tulisan ini agak menggantung dan bercampur aduk dari cerita a ke b dan c. Semoga aku punya kesempatan bisa menuliskannya secara rinci. Berikut ada sebuah pujian baru yang membuat jiwaku tenang. Percaya dan percaya kepadaNya.

Percaya, disaat ‘ku tak mengerti,
percaya, disaat ‘ku tak melihat.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, berkatMu ada bagiku,
percaya, tanganMu tak lepaskanku.
Percaya, ‘ku percaya,
kasihMu sertaku.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu yang terjadi.
Lampaui s’gala pikiranku,
percaya padaMu.

Percaya, ku percaya,
FirmanMu Ya dan Amin.
Lampaui s’gala masalahku,
percaya padaMu.


Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...