Oct 15, 2012

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat. Di Indonesia tawuran sering terjadi pada kalangan pelajar, mahasiswa ataupun warga desa. Tawuran sendiri bisa terjadi hanya karena masalah yang sepele tetapi dianggap besar karena ada perasaan tersinggung dan melecehkan salah satu kelompok. Aksi tawuranpun dilakukan terang -terangan di jalan raya seperti beberapa kasus tawuran pelajar yang kita lihat di ibukota akhir-akhir ini. Dan tawuran sendiri menghasilkan dampak yang negatif seperti berakibat kematian,kerusakan fasilitas umum, dan kerusakan mental pelaku serta masyarakat disekitarnya.

Berikut ada beberapa berita  mengenai tawuran antar pelajar:

1. Di Palembang Tawuran antara SMU Karya Sejati dengan Sekolah Menengah Persatuan Guru RI. Sebanyak 15 pelajar ditangkap setelah tawuran yang mengakibatkan seorang siswa tewas dan seorang lainnya terluka.  

2. Tawuran pelajar antara SMA Kartika dan SMA 87 tanggal 06 Agustus 2012 di Jakarta. Tawuran ini menewaskan seorang pelajar yaitu Jeremy Hasibuan siswa SMA Kartika yang tewas karena mendapatkan luka bacok di kepalanya.

3. Tawuran antara SMK Kartika Zeni, Matraman, dan SMA Yayasan Karya 66 (Yake), Kampung MelayuTawuran antar pelajar ini menewaskan Deni Yanuar siswa SMA Yake. Deni  tewas karena terkena sabetan celurit di dada sebelah kirinya. 

4. Tawuran antara SMA 70 dan SMA 6 di Bulungan Jakarta Selatan pada tanggal 24 September 2012 pada pukul 12 :10. Tawuran pelajar ini  menewaskan Alawy Yusianto Putra  siswa SMA 6  yang tidak ikut tawuran, tewas akibat kena bacok. Dan ada beberapa siswa yang luka-luka.

foto

5. Tidak hanya pelajar tingkat sekolah menengah saja yang terlibat tawuran, di Makasar pada tanggal 12 Juli 2006 mahasiswa Universitas Negeri Makasar terlibat tawuran dengan sesama rekannya disebabkan pro dan kontra atas kenaikan biaya kuliah. Tawuran tersebut mengakibatkan sejumlah mahasiswa luka-luka dan 8 unit motor hangus terbakar dan rusaknya ruang perkuliahan.

Berdasarkan data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, ketua komisi Arist Merdeka Sirait berkata "sedikitnya ada 16 siswa lain yang tewas akibat kasus serupa sepanjang tahun 2012. Mereka berasal dari 86 kasus tawuran antar pelajar yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Ada puluhan lain yang mengalami luka berat maupun ringan akibat perkelahian itu."

Sangat tragis korban kasus tawuran yang terjadi setiap tahun terus meningkat.  Komnas Perlindungan Anak  mencatat pada 2011 tawuran pelajar mencapai 339 kasus dan korban tewas 82 orang. Jumlah ini meningkat 165 persen dari 128 kasus tahun sebelumnya.

Penyebab terjadinya Tawuran

Menurut saya ada beberapa penyebab terjadinya tawuran yaitu sebagai berikut :
1. Diri sendiri pelaku
Mental dari setiap individu diuji, dengan  beradunya rasa gengsi dan solidaritas diantara sesamanya. Dikalangan pelajar sendiri penyebab tawuran karena ingin menunujukan siapa diri mereka sendiri, pelajar merasa tertantang dengan sesama pelajar lainnya. Dengan alasan untuk pencarian jati diri sendiri mereka.

2. Keluarga/ Orangtua
Tawuran antar pelajar disebabkan kurangnya perhatian dari orangtua. Orangtua yang sibuk dengan pekerjaannya terkadang melepas perannya kepada pihak sekolah. Memiliki rasa tertolah dirumah/dikeluarga membuat pelajar mencari pelampiasan kepada hal-hal yang dianggapnya bisa menerima dirinya. Keluarga yang broken home juga penyebab adanya kalangan pelajar ingin mencari jalan cerah buat masalahnya. 

3. Sekolah, Masyarakat dan Pemerintah
Tekanan yang diterima pelajar disekolah juga dapat penyebab terjadinya tawuran, pelajar mengalami stress terhadap sistem pendidikan disekolah. Tertolaknya pergaulan pelajar disekolah dikarenakan adanya kelompok-kelpmpok pelajar atau sering disebut geng yang dibentuk sendiri. Juga disebabkan  tuntunan terhadap kemajuan teknologi yang semakin berkembang tetapi tidak diimbangi dengan kemajuan perekonomian pelajar. Tidak tersalurkan secara positif potensi yang ada di dalam diri pelajar karena  kurangnya sarana dan prasarana untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri pelajar tersebut. 

Cara Mencegah Tawuran
Dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab-penyebab terjadinya tawuran maka cara mencegah tawuran tersebut juga terpusat pada tiga kelompok penyebab terjadinya tawuran itu. 
1. Diri sendiri 
Tanamkan dalam diri kita sendiri akan cinta perdamaian, akan cinta kerukuran dan persaudaraan. Kita adalah satu saudara berbangsa dan bernegara yang berinduk pada bangsa kita Indonesia.
2. Keluarga/Orantua
Bagi Orangtua berikan contoh hidup yang baik kepada anggota keluarga dalam perbuatan,perkataan dan hubungan sosial dengan orang lain. Berikan waktu untuk sharing dan mendengar apa yang dirasakan anak dalam sehari- harinya. Berikan contoh untuk taat akan ibadah sehingga kepribadian anak juga dibentuk dengan iman dan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama. Jika anak salah berikan mereka teguran/hukuman yang tepat sehingga ada rasa jera dan takut untuk tidak mengulanginya lagi. Berikan anak kasih dan cinta yang cukup dari orangtua sehingga mereka akan selalu ingat bahwa mereka punya keluarga dan orang-orang terdekat.
3. Sekolah,Masayarakat dan Pemerintah
Bagi sekolah berikan aturan disiplin yang tegas dan teratur kepada pelajar. Berikan hukuman jika bersalah sehingga ada rasa takut dan jerah kepada pelajar. Lakukan razia dan pemeriksaan rutin terhadap apa yang dibawa oleh pelajar. Berikan bimbingan rohani setiap akhir minggu disekolah sesuai agama masing-masing pelajar. Pertambah bidang kegiatan ektrakurikuler disekolah sehingga semua hobi dan kreativitas yang dimiliki pelajar tersalur dengan baik. Juga sekolah ikut berpartisipasi dan mensuport pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan -kegiatan sekolah. Seperti ikut serta dalam perlombaan tingkat pelajar dalam bidang masing-masing pelajar  sehingga meningkatkan motivasi pelajar yang diarahkan kearah yang terdidik. Contoh ikut serta dalam lomba pertandingan olahraga, lomba karya tulis, lomba cerdas cermat, lomba kreativitas sekolah. Jalin hubungan yang baik dengan sekolah-sekolah yang ada disekitar daerah sehingga tercipta kerukuran antar sekolah.
Bagi Masyarakat ikut serta menjaga keamanan dari segala macam bentuk tawuran. Menjaga tutur kata dan perbutan dilingkungan sosial dengan tidak memancing emosi dan rasa cemburu antar warga. Ciptakan lingkungan yang bersahabat dengan sesama warga disekitar tempat tinggal. Bentuk kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan rasa solidaritas dilingkungan sekitar. Seperti adakan kegitan gotong rayong antar kampung, kegiatan poskamling, kegiatan menanam pohon dan peduli lingkungan, serta kegitan positif yang menumbuhkan rasa persaudaraan antar masyarakat.

Bagi Pemerintah berikan sistem pendidikan yang membuat pelajar untuk termotivasi belajar dan berkreativitas. Lengkapi dan ciptakan sistem pendidikan yang rata dan bermutu disetiap sekolah sehingga tidak ada rasa gengsi dan minder antar sekolah. Perlengkapi setiap sekolah dengan komputer dan teknologi yang lengkap serta infrastruktur yang layak dan bemutu sehingga pelajar merasa nyaman dan bersemangat untuk menikmati sistem pendidikan. Perbaharui dan evaluasi cara mendidik disetiap sekolah -sekolah. Lakukan kunjungan dinas ke sekolah-sekolah untuk meninjau langsung proses dan pembelajaran disekolah. Bagi satuan pengamanan lakukan pengamanan 24 jam penuh disetiap daerah-daerah yang merupakan titik terjadinya tawuran. Cepat dan tanggap bila mendengar adanya kabar tawuran dan langsung bertindak mengamankannya.   

Cara Menanggulangi Tawuran

Bagi keluarga jika anak terlibat tawuran jangan mengucilkan dan menghakimi mereka. Memberikan hukuman bukan dengan menyudutkan mereka. Berikan perhatian extra dan lindungi mereka dari pengaruh buruk lingkungan yang salah. Bagi sekolah  beri perhatian khusus bagi pelajar yang sering terlibat tawuran. Beri bimbingan lewat Guru bimbingan yang ada disekolah. Ajak dan kumpul mereka untuk berdiskusi dan bertanya mengapa dan alasan apa mereka melakukan tawuran. Sehingga ada solusi dan  masukan bagi pelajar tersebut untuk tidak melakukannya lagi. Lakukan kunjungan dan diskusi antar sekolah  yang mengalami tawuran, dengan memecahkan masalah yang menjadi alasan pelajar tawuran. Serta terakhir mari Pemerintah dan masyarakat  kembali mengingat sumpah pemuda yang dibacakan pada konggres pemuda tanggal 28 Oktober 1928  yang mengaku  bertumpah darah satu yaitu tanah air Indonesia, mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Mari sama-sama  berkata bahwa kita adalah satu. Satu saudara,satu tanah air satu negara yaitu negara Indonesia yang layaknya hidup rukun dan bersatu.

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu: Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran
Indonesia Bersatu

3 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  2. yang paling penting adalah educated agama & moral pasti bisa teratasi deh :)

    ReplyDelete

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Wahyu 1 - Berbahagia yang baca,dengar & pelaku Firman Tuhan

31 Okt Wahyu 1 Wahyu 1:1 (TB)  Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba...