Aug 5, 2012

Welcome Agustus







Teryata sudah memasuki bulan kedelapan di tahun 2012 ini. Tujuh bulan berlalu pencapaian apakah yang sudah aku capai? Apa mimipi-mimpi hanya tinggal mimpi buatku. Aku tidak mau. Aku mau mengejarnya. Terlalu banyak kisah dibulan sebelumnya. Air mata. Ya, aku memaknainya seperti itu. Memang air mata tidaklah menyelesaikan masalah. Tapi cukup kesedihanku dibulan itu. Aku tidak mau bersedih lagi. 
 Kisah dari banjir yang buatku mengeluh. Kisah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab mencuri usaha nyokapku. Ketika aku liat dia bersedih. Kisah tentang aku kehilangan seseorang. Aku ingin marah, aku ingin nangis, aku ingin berteriak sekuat-kuatnya. Aku capek. Aku capek menghadapi hal yang kuhadapi didepanku. Aku ingin protes sama siapa. Aku gak tau. Suatu saat aku membaca ayat firman yang menegurku langsung yang berkata "Layakkah aku marah?"  Membaca ayat ini dipagi hari sebelum beraktivitas menyadarkanku. Bahkan kata tersebut dua kali tertulis dalam kitab yang kubaca. "Layakkah aku marah?" 

   
Tuhan baek. Dia memang baek. Sampai aku ditempat kantorpun aku teringat akan ayat itu. Dan sampai     dirumah aku membaca kisah itu lagi. Kisah ketika Nabi Yunus yang berkata bahwa dia lebih baek mati dari pada hidup. Dan Tuhan mengatakan kepadanya "layakkah engkau marah'?  Ayat ini untuk aku. Aku nangis membaca ayat ini. Aku gak pantas marah. Aku gak layak marah akan apa yang terjadi padaku. Aku gak layak untuk itu. 

Yunus 4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia
Yunus 4:2  Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya
Yunus 4 :3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
Yunus 4 : 4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
Praise the Lord. Ini jawabannya. Aku tidak layak marah. Tuhan sudah berjanji akan memelihara aku. Aku percaya akan hal itu. Dan memasuki Agustus ini aku berkata dan berdoa pada Tuhan. Terimakasih buat pelajaran yang kurasa sakit itu. Tapi mungkin memang harus sakit agar aku sadar siapa diriku ini dihadapanMu.  Mampukan aku untuk tetap semangat dan tetap bersukacita melewati Agustus ini. Aku ingin meraih mimpi2 yang kudoakan padaMu. Jadilah padaku seturut kehendakMu.

Agustusku tetaplah semangat. Ada DIA yang tidak pernah meninggalkan aku. Tetap semangat. Tetap Bersyukur. Nantikan hal- hal yang tidak pernah engkau pikirkan akan terjadi. Gbu




1 comment:

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Wanita dan Menudungi Kepalanya

Waktu itu bacaan gorup kita diambil dari 1 Kointus 11 dengan judul perikop Hiasan Kepala Wanita. Ada seorang teman yang tanya kenapa  wanit...