"aku memilih Diam"

Kau tau pelangi
telinga ini rasanya tidak mau mendengar omongan orang lain
aku sudah menduga
ini akan menjadi bahan perbincangan
orang-orang dilingkungan kita

Kau tau apa yang dikatakan?
kau mungkin tidak memikirkan ini
karna kau jauh tidak berada di kota ini
jadi kau tidak merasa risih
akan suara2 itu 

tapi aku

Omongan  dua,tiga,empat orang
aku yakin ini akan bertambah
untung apa bagi mereka
atau memang kebiasaan mereka
aku tidak tau

Seandainya kau disini
kau mendengar sendiri apa kata mereka
apa yang kau bela
kau hanya memikirkan dirimu
tekanan2 yang kau alami
tidak kau pikirkan tekanan ku nantinya

Kau tau begitu malasnya aku menanggapi
semua tudingan orang2
aku gak tau siapa yang memutar balikkan fakta
jejakmu ini
sungguh tidak bagus kelihatannya
kau memutar balikkan kondisi yang sebenarnya
aku sudah menduga
suara2 yang beribu-ribu kudengarkan
aku memilih DIAM

Aku yang tau
dan kurasa kau pun tau
apa penyebabnya


Welcome Agustus







Teryata sudah memasuki bulan kedelapan di tahun 2012 ini. Tujuh bulan berlalu pencapaian apakah yang sudah aku capai? Apa mimipi-mimpi hanya tinggal mimpi buatku. Aku tidak mau. Aku mau mengejarnya. Terlalu banyak kisah dibulan sebelumnya. Air mata. Ya, aku memaknainya seperti itu. Memang air mata tidaklah menyelesaikan masalah. Tapi cukup kesedihanku dibulan itu. Aku tidak mau bersedih lagi. 
 Kisah dari banjir yang buatku mengeluh. Kisah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab mencuri usaha nyokapku. Ketika aku liat dia bersedih. Kisah tentang aku kehilangan seseorang. Aku ingin marah, aku ingin nangis, aku ingin berteriak sekuat-kuatnya. Aku capek. Aku capek menghadapi hal yang kuhadapi didepanku. Aku ingin protes sama siapa. Aku gak tau. Suatu saat aku membaca ayat firman yang menegurku langsung yang berkata "Layakkah aku marah?"  Membaca ayat ini dipagi hari sebelum beraktivitas menyadarkanku. Bahkan kata tersebut dua kali tertulis dalam kitab yang kubaca. "Layakkah aku marah?" 

   
Tuhan baek. Dia memang baek. Sampai aku ditempat kantorpun aku teringat akan ayat itu. Dan sampai     dirumah aku membaca kisah itu lagi. Kisah ketika Nabi Yunus yang berkata bahwa dia lebih baek mati dari pada hidup. Dan Tuhan mengatakan kepadanya "layakkah engkau marah'?  Ayat ini untuk aku. Aku nangis membaca ayat ini. Aku gak pantas marah. Aku gak layak marah akan apa yang terjadi padaku. Aku gak layak untuk itu. 

Sinopsis "One Last Chance - Stephanie Zen"

Judul : One Last Chance
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012

Sinopsis

Adrienne Hanjaya, novelis muda berbakat yang buku-bukunya selalu bestseller, mempunyai satu prinsip: Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti.

Setiap kisah cintanya yang berantakan selalu dituangkan Adrienne dalam naskah. Semuanya. Dengan nama tokoh pria yang sering kali menggunakan nama sebenarnya, dengan ending buruk bagi si tokoh pria dan kebahagiaan bagi si tokoh wanita. Adrienne berpendapat, para pria itu layak mendapatkannya karena telah menyia-nyiakan cintanya.

Sampai akhirnya, Adrienne bertemu Danny Husein, calon dokter muda yang bahkan sempat dikiranya too good to be true. Kali ini Adrienne mengira akhirnya ia bisa menulis novel roman yang berakhir dengan tokoh pria dan wanita bahagia bersama.

Tapi perkiraan Adrienne salah. Salah satu cowok yang pernah dijadikan tokoh novelnya memberitahu Danny tentang prinsip menulis Adrienne. Bagaimana reaksi Danny mendengar itu? Apakah ia memilih meninggalkan Adrienne? Dan berhasilkah Adrienne membuktikan bahwa ia sungguh-sungguh mencintai Danny?

Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti, itulah prinsip Adrienne, seorang novelis muda berbakat. Setiap kali dia patah hati maka kisah cintanya yang sad ending itu akan dituangkannya dalam bentuk novel dengan akhir kisah : si tokoh pria akan mendapatkan ketidakbahagiaan, sedangkan si tokoh wanita akan mendapatkan kebahagiaan. Tidak hanya itu, Adrienne juga selalu menggunakan nama asli para pria yang telah membuatnya patah hati.  

Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...