Bintang dihatiku




Kau bintang dihatiku
jadilah yang kumau
kusenang kusedih kau ada denganku
(pinjem lirik lagunya agnes)

aku ingin kamu tau
bahwa aku gak bisa tampa kamu
tolong jangan diam lagi
Bicaralah
aku ingin dengar suaramu


Jenuh

Jujur aku merasakan jenuh.
Jenuh dengan kondisi dan situasi yang jauh dari pemikiranku
aku bohong kalau aku bilang aku baek2 saja
aku sakit

Happy B'day Mama

6 Mei mama tepat berusia 52 tahun. Selamat ulang taun ya Mom...
Panjang Umur, Sehat buat mama, Moga berkat Tuhan semakin bertambah tambah buat mama.
Mama Super the best buat kami
walau mama tinggal sendiri tuk mengurus kami anak- anaknya
tapi mama tetap kuat, penuh percaya diri dan bertanggungjawab
We always love u mom....

Wanita Berperan Dalam Dunia Literasi

Kartini adalah pelopor pendidikan bagi kaum wanita. Kartini adalah anak ningrat yang dapat bersekolah dan mengecap dunia pendidikan pada masa penjajahan Belanda pada saat itu. Sedangkan banyak wanita  pribumi  yang tidak bersekolah dan tidak mengerti dunia baca tulis disebabkan penjajahan dan diskriminasi terhadap perempuan. Walau hanya sampai umur 12 tahun, Kartini tetap belajar sendiri dirumah. Kartini rajin menulis dan membaca buku. Dengan banyak membaca, membuka banyak pemikirannya tentang kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Ia melihat kemajuan dunia luar yang dibandingkannya dengan didalam negri. Ia ingin agar wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini melihat bahwa kaumnya sangatlah gelap akan pendidikan, sedangkan  untuk kita  menjadi bangsa yang maju kita harus  pintar dan berpendidikan sehingga tidak tertindas dan dijajah. Perjuangan kartini dengan mendirikan sekolah yang diberi nama sekolah Kartini adalah suatu kemajuan bagi wanita untuk dapat mengenal pendidikan dari yang buta huruf  sekarang tidak lagi.

Wanita memiliki cukup banyak peran dalam kemajuan pendidikan. Kita bisa melihat dan merasakan sebagai anak, ibulah yang banyak mengajari dan memberi waktu yang besar buat kita untuk dapat belajar.  Dirumah ibulah yang memiliki banyak waktu untuk membantu mengerjakan tugas-tugas sekolah kita. Mengajari kita membaca dan menulis. 

Didunia pendidikan kita juga bisa melihat perkembangan wanita untuk menjadi pengajar. Wanita yang memiliki sifat yang lembut, sabar dan mandiri cocok untuk mengajar. Banyak dari wanita memberi dirinya untuk membantu perkembangan dunia baca tulis di Indonesia. Kita bisa melihat ada banyak wanita yang turun kepedalaman berjuang memberikan pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat bersekolah, Kita bisa lihat anak- anak jalanan belajar dibawah kolang jembatan diajar oleh kaum wanita. 

Jadi tidak ada lagi kata bahwa  perempuan tidak bersekolah dan tidak mengenal baca tulis. Karena banyak generasi lahir dan dapat mengenal dunia pendidikan berasal dari kaum wanita. Yang menjadi tugas pemerintah adalah bagaimana pendidikan itu bisa terjangkau oleh seluruh  masyarakat Indonesia dan meratanya sarana dan sumberdayanya. Karena untuk melahirkan generasi yang bermutu adalah berawal dari pendidikan.

Kartini Engkau Pahlawan Kami Para Wanita

Raden Adjeng Kartini  lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.  

Perjuangan apakah yang dilakukan Kartini sehingga dia disebut pahlawan kemerdekaan? Kartini adalah pejuang kemerdekaan pendidikan bagi kaum wanita. Kartini adalah seorang wanita yang pintar, rajin, jenius, dan bijak, serta memiliki banyak teman baik orang pribumi dan orang Belanda. Dengan kepintarannya bisa berbahasa Belanda, Kartini menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Ia rajin menulis dan membaca. Di antara buku yang dibaca Kartini yaitu,buku berjudul Max Havelaar, Surat-Surat Cinta karya Multatuli, De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda. 

Kartini adalah sosok yang berani mengeluarkan pemikiran- pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, semua dituangkannya dalam surat-suratnya kepada teman-temannya di Eropa. Dan beberapa catatan- catatan yang dibuatnya. Pemikiran mengenai kondisi perempuan pribumi saat itu. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air). 

Kartini juga adalah sosok yang penurut dengan aturan orangtuanya. Ia mau menikah dengan dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang telah memiliki tiga istri. Walaupun sudah menikah, Kartini masih tetap meneruskan cita-citanya terhadap kemajuan wanita dalam memperoleh kesetaraan dalam hal pendidikan. Dengan mendirikan Sekolah yaitu  Sekolah Wanita di Rembang, tepatnya di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Banyak hal yang telah diperjuangkan Kartini dalam hal kemerdekaan wanita memperoleh pendidikan. Trimakasih Kartini, engkau pahlawan kami para wanita. 

Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...