# Takut#

Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

S'bab engkau 'kan mengembang ke kanan ke kiri

Lapangkanlah tempat kemahmu
Bentangkan tenda kediamanmu
Jangan menghemat pancangkan talinya
Dan pancangkan kokoh patokmu

Reff :
S'bab engkau 'kan mengembang ke kanan ke kiri
Keturunanmu 'kan memp'roleh bangsa-bangsa
Dan mendiami kota-kota sunyi
Siapkanlah dirimu

Tuhan ini kami hambaMu
Jadilah sesuai kehendakMu
Kami siap jalankan firmanMu
Nyatakanlah kemuliaanMu 


Pernah dengar lirik lagu diatas? atau pernah menyanyikannya? Sudah beberapa hari ini lagu itu terngiang-ngiang dipikiranku dan kunyanyikan. Apalagi dibagian reff lagu ini yang berkata "Sbab engkau kan mengembang kekanan kekiri....., luar biasakan isi dari lagu ini. Lagu ini berisi janji- janji Tuhan yang sangat luar biasa.

Janji Tuhan yang berkata kita akan mengembang kekanan kekiri. Keturunan kita akan memperoleh bangsa-bangsa, Kita mendiami kota- kota. Bukankah ini adalah sebuah janji yang luar biasa. Janji yang diberikan kepada Bapa Abraham dan tentunya kita ahli waris rohani dari bapa Abraham. Janji mendiami kota dimana kita berada. Amazing :) ini janji benar-benar buat aku terkagum kagum betapa Tuhan  itu memelihara anak dan keturunannya. Ini sama seperti janji berkat yang berada dalam Ulangan 28 :) coba deh baca janji-janji berkat yang tertulis dalam kitab Ulangan.

Kita semua berhak menikmati janji dan berkat Tuhan tersebut asal kita mau menjadi hamba yang taat dan setia. Janji dan berkat Tuhan adalah bagian Tuhan dan bagaimana dengan bagian kita? Bagian kita sebagai anaknya ada di lirik bagian pertamanya yaitu lapangkan tempat kemah kita yang berarti melapangkan potensi kita, melapangkan pelayanan kita. Sudahkan kita menggunakan talenta yang ada dalam diri kita untuk melayani Tuhan? mengembangkan talenta kita menjadi 5 bahkan 10 talenta.

"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi ( Ulangan 28 : 1)



# Sabar #

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota
Amsal 16 : 32 

Membantu Orangtua


Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” Keluaran 20 : 12

Seorang Bapak baru pulang kerja dan menemukan kondisi rumahnya berantakan. Rumah terlihat kotor belum disapu dan mainan anak-anaknya masih berserakan diruang keluarga. Lalu sang bapak melihat sang istri sedang mencuci pakaian dan melihat sang putrinya yang telah berstatus mahasiswa dikamar sedang asyik bermain handphone. Sang Bapak marah dan menegur putrinya dan berkata “apakah yang kamu lakukan nak? tidakkah kamu dapat membantu Ibumu mengerjakan pekerjaan rumahnya?”  lihat ibumu sedang sibuk didapur sedangkan kamu dikamar asyik bermain handphone? Bukankah nanti  kamu bisa  melakukan kegiatan kamu nak?  Kata sang Bapak menegur  putrinya. Tetapi sang anak malah balik marah kepada Bapaknya “ itu bukan tugas Putri pak, Putri tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah ,” jawab Putri menyahut ucapan sang Bapak. 

Sobat girls adakah kita sebagai anak perempuan berlaku seperti sikap Putri diatas? Firman Tuhan dalam titahnya kelima berkata “Hormatilah Ayah dan Ibumu agar panjang umurmu dilangit yang Tuhan berikan kepadamu.” Siapa didunia ini yang tidak ingin berbahagia dan panjang umurnya dibumi. Ini janji Tuhan lho panjang umur dan bahagia yaitu dengan kita menghormati Bapak dan Ibu kita. Sebagai anak perempuan membantu pekerjaan Ibu mengurus dan membersihkan rumah  adalah tugas yang menyenangkan. Kita bisa semakin dekat dengan keluarga kita dan tentunya membuat rumah kita bersih dan nyaman jika kita bantu untuk membersihkannya. Kita pasti gak akan tega membiarkan Ibu kita mengerjakan semua pekerjaan rumah tersebut sendirian sedangkan kita asyik sendiri dengan bermain atau tidur-tiduran dikamar. Kita bisa bantu Ibu didapur seperti mencuci piring,menyapu rumah dan hal-hal kecil yang sangat membantu Ibu.

Sobat girls sebagai anak-anak terang yuk mulai menjadi terang dalam keluarga kita. Membantu pekerjaan Ibu dirumah adalah salah satu perbuatan  menghormati orangtua. Jika kita ditegur gak perlu kita  melawan. Jadilah teladan dalam keluarga kita karena disitu engkau memancarkan pribadi Allah yang penuh dengan kasih. 

* Tulisanku yang pernah dimuat 




 

Pakaian Sopan & Pantas



“Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas  , dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas  atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal” ( I Timotius 2 : 9)

Pernahkah kita datang berkunjung ke istana Negara? Atau pernah mendengar/memperhatikan berita mengenai tamu-tamu yang datang keistana Negara. Coba kita memperhatikan bagaimana tampilan dan cara berpakaian mereka.  Tentu kita sudah tau  tamu-tamu yang masuk kesana wajib berpakaian sopan dan rapi  tidak diperkenankan memakai kaus,celana jeans dan sandal. Tamu yang pergi kesana  wajib pake jas atau batik dan peke celana kain/rok .Tentu donk wajib rapi dan sopan karena yang ditemui adalah pejabat tinggi nomor satu di negeri ini. Layaklah setiap warga yang baik memberikan rasa hormat dalam bertemu kepala negara

Girls, bagaimana dengan kita saat ketemu Bapa kita yang empunya bumi dan segala isinya ini. Pernahkah kita memberikan rasa hormat kita kepadaNya dalam hal berpakain? Ayat nats kita hari ini berkata hendaknya setiap kita para wanita berdandan dengan sopan dan pantas serta sederhana. Maksudnya disini pakaian yang sopan adalah kita menghormati Allah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kita. Kita layak memberi rasa hormat dan sopan kita dalam berpakaian saat beribadah. Didunia ini saja kita diajarkan dan diberi aturan kalo mau ketemu sama pak presiden wajib berpakaian yang sopan dan rapi apalagi kalo ketemu Bapa sumber dari segala hidup kita harus melebihi rasa hormat kita pada pemimpin kita didunia ini.  Berpakaian yang pantas mengartikan kita tau menempatkan diri kita dalam berpakaian, kemana kita berada dan dilingkungan mana kita berada. Cara kita berpakaian tentunya   tidak membuat kecemburuan sosial bagi orang lain yang melihatnya, tidak menimbulkan omongan atau gosip dari orang lain yang melihat kita. Tetapi jadilah saksi hidup buat orang  lain sehingga mereka memuliakan Bapa kita. Kita juga diajarkan untuk sederhana. Tampil sederhana dengan rambut jangan berkepang mengartikan kita itu untuk tidak berdandan yang berlebihan yang menonjolkan dandanan/kemewahan dunia ini.




 *Tulisanku yang pernah dimuat disalah satu renungan harian buat cewek/remaja sebelum ada revisi. 


Kembali Pulang

Hai - hai :) :) :)
I am come back in  my love blog  Asyiknya Menulis, setelah 30 hari mengikuti challenge menulis nonstop di blogdetik. Wah, rasanya lega dan senang. Awalnya aku pikir aku gak akan mampu selesaikan tantangan tersebut dan sudah berpikir pesemis tidak mampu. Namun, setelah aku pikir- pikir lagi gak ada salahnya berjuang dulu dan lihat gimana nantinya. Dan finaly aku berhasil selesaikan challenge tsb. Praise the Lord.

Aku berharap dengan challenge yang telah aku selesaikan membuat aku dapat tetap termotivasi terus ngeblog. Walaupun punya blog yang cukup  banyak aku harap aku tetap bisa amen.



Challenge 30 Hari Nonstop Ngeblog

Hai teman-teman blogger tercinta yang aku kasihi :) untuk Tiga Puluh Hari terakhir ini aku akan nulis dan ngeblog di sini . Bukan berarti blog ini tidak aku pakai. Banyak hal yang ingin aku tumpahkan dalam tulisanku diblog kesayanganku ini. Namun, dalam mengikuti tantangan 30 HariNonstopNgeblog di blogdetik aku membuka blog baru diblogdetik. Jadi, untuk sementara aku post postinganku disana.  Jangan lupa berkunjung ya teman-teman :) disini Lembaran Cerita


Kuliah lagi - the year of a new dimension

Hello................... Wah benar-benar rindu menulis di blog ini. Sebentar lagi tahun 2020 ini segera berakhir..dan ada satu hal yang ...