Nehemia 1: 1-4
Nehemia 1: 4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa kehadirat Allah semesta langit.
Tiba dirumah, Ani yang baru saja pulang sekolah melihat Ibu sedang menangis
duduk disofa ruang keluarga. Ani datang mendekati Ibu dan bertanya “Ibu apa
yang terjadi? Mengapa Ibu menangis?” Dengan nangis terisak-isak Ibu mengatakan
bahwa rumah orangtuanya dikampung habis terbakar, Ibu baru saja dapat telepon
dari tante Rina, adek Ibu yang berada disana. Sekarang Kakek dan Nenekmu sedang
dirawat di Rumah Sakit karena mengalami luka bakar. Ani memeluk erat Ibunya
berusaha untuk menghibur Ibu, dan mengajak Ibu untuk berdoa.
Jagoan Kristus renungan kita hari ini mengisahkan kesedihan yang dialami
oleh Nehemia. Nehemia begitu sedih mendengar kota nenek moyangnya Yerusalem
hancur, tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah
terbakar. Hal tersebut diketahuinya dari Hanani salah seorang saudaranya yang
datang menghadapnya untuk memberitahukan kondisi kota nenek moyangnya
Yerusalem. Saat itu Nehemia bekerja sebagai juru minum pada pemerintahan raja
Artahsasta. Mendengar kabar duka tersebut, Nehemia menangis, ia berkabung,
berpuasa dan berdoa memohon kemurahan hati Allah atas kotanya. Bahkan ia
bertindak mau membangun kembali kota Yerusalem.
Jagoan Kristus, apakah saat ini engkau mengalami kesedihan? Atau melihat
keluargamu/ familymu bersedih karena mengalami musibah. Seperti musibah
kebakaran, rumah longsor, kemalingan yang membuat mereka kehilangan rumah
tempat mereka tinggal atau mereka kehilang harta mereka? Sebagai anak- anak
terangnya Tuhan, yuk kita mau ikut merasakan kesedihan mereka, seperti sikapnya
Nehemia. Mari kita ikut berdoa memohon kemurahan hati Allah atas musibah
yang menimpa keluarga/family kita. Percayalah, Tuhan pasti memberi
penghiburan dan pertolongan bagi yang membutuhkannya. Taruli
No comments:
Post a Comment
Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all