tiga hari berturut turut
hujan mengguyur setiap tapak yang kupijak
gelap
dingin
beku
mengantarkan kesunyian dari matahari
dia pun malu-malu
malu menampakkan sinarnya
seakan gelapnya awan menutupi sinarnya
tiada lagi kurasakan hangatmu
tiada lagi kulihat senyummu dipagi hari
terbit ditimur yang menandakan
aku harus bangun
kau diam
kau hilang
diterpa gelapnya awan yang hitam
yang menandakan air jatuh dari atas
bersinarlah lagi matahari
jangan malu
kalahkan gelapnya awan yang mendatangkan hujan itu
aku yakin
kamu pasti bisa
aku berharap
Mahari akan segera terbit, sinarnya akan menghangatkan tubuh.
ReplyDeleteSemoga MATAHARI akan segera menampakan sinarnya.
ReplyDelete:) semoga
Deleteentah kenapa yah kebanyakan puisi romantis yang gue baca, yang bikin pasti cewek? Kalau cowok, biasanya puisinya itu jauh dari romantis... -_-
ReplyDeletehahaha masa iya sih nuel :)
Delete