Pertama mendengar kata HIV AIDS itu sewaktu duduk
di bangku Sekolah Menengah Umum sudah sekitar sepuluh tahun yang lalu. Waktu
itu sering datang dari dinas kesehatan dan dinas kepolisian memberikan
sosialisasi ke sekolah memberikan informasi mengenai apa itu HIV AIDS. HIV
singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu virus
yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Virus inilah yang membuat
sesorang terkena penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
HIV AIDS erat hubungan juga dengan narkoba. Maka
dari itu pihak dari kepolisian juga datang memberikan sosialisasi bahayanya
penggunaan narkoba dan bahayanya HIV AIDS yang berakibat kematian. Menurutku
gerakan sosialisasi yang diberikan sangat bagus terutama buat pelajar yang
masih muda. Karena remaja dan anak muda sangat rentan terkena akibat pergaulan
yang bebas dan sifat remaja dan anak muda yang ingin mencari jati dirinya. Sebagai generasi penerus bangsa remaja dan anak muda wajib diberikan pengarahan dan sosialisasi mengenai penyakit mematikan ini.
Ngeri juga mendengar kematian akibat penyakit HIV
AIDS. Kok bisa ya? Sampai disebut penyakit mematikan? Yuk kita ulas lebih
lagi mengenai dampak bagi mereka yang terinfeksi HIV AIDS.
AIDS adalah sekumpulan gejala
dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh
manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang
menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Jadi AIDS disebabkan oleh
virus yang namanya HIV (Human Immunodeficiency). Virus HIV adalah virus
yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini
akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.
Dan tentunya kematian. Penderita penyakit HIV AIDS disebut ODHA.
Bagaimana seseorang dapat terkena
Virus HIV AIDS
Penularan HIV AIDS dapat terjadi karena :
1. Penularan Seksual. Hubungan seksual dengan banyak pasangan membuat seseorang mudah terinfeksi virus HIV AIDS. Penularan dapat terjadi jika jika seorang yang sudah terinfeksi terkena HIV melakukan hubungan seksual dengan orang yang belum terkena virus HIV tampa penggunaan kondom.Untuk itu selalu dikatakan setialah pada pasanganmu. Pasangan satu seumur hidup, jadi tidak ada terkena penyakit kelamin dan terlebih penyakit AIDS yang mematikan. Jika seseorang sudah menularkan kepada pasangannya maka ada kemungkinan juga terinfeksi kepada bayi jika seorang Ibu mengandung.
1. Penularan Seksual. Hubungan seksual dengan banyak pasangan membuat seseorang mudah terinfeksi virus HIV AIDS. Penularan dapat terjadi jika jika seorang yang sudah terinfeksi terkena HIV melakukan hubungan seksual dengan orang yang belum terkena virus HIV tampa penggunaan kondom.Untuk itu selalu dikatakan setialah pada pasanganmu. Pasangan satu seumur hidup, jadi tidak ada terkena penyakit kelamin dan terlebih penyakit AIDS yang mematikan. Jika seseorang sudah menularkan kepada pasangannya maka ada kemungkinan juga terinfeksi kepada bayi jika seorang Ibu mengandung.
2. Penularan melalui jarum suntik yang bebas dipakai
orang lain. Penularan seperti ini terjadi biasa pada pemakai Narkoba. Yang
bebas memakai jarum suntik yang telah terkontaminasi dan tercemar karena
pemakaian bersama-sama.
3. Dari transfusi darah dari seseorang yang terinfeksiHIV.
4. Dari Ibu yang terinfeksi HIV ke bayi dalam
kandungannya.
Tahapan –Tahapan Seseorang Terkena Infeksi
HIV AIDS
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
Tahap 1: Periode Jendela
Saat seseorang terinfeksi virus HIV kedalam tubunya maka terbentuklah antibody terhadap HIV dalam dalam. Seseorang yang terkena Virus ini masih tampak sehat dan merasa sehat. Berkisar dua minggu sampai enam bulan.
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:
Tahap 1: Periode Jendela
Saat seseorang terinfeksi virus HIV kedalam tubunya maka terbentuklah antibody terhadap HIV dalam dalam. Seseorang yang terkena Virus ini masih tampak sehat dan merasa sehat. Berkisar dua minggu sampai enam bulan.
Tahap 2 : HIV Positif tanpa gejala
Virus HIV yang sudah terinfeksi pada seseorang
berkembang biak didalam tubuh. Umumnya penderita HIV tampak sehat selama lima
sampai sepuluh tahun tergantung daya tahan tubuhnya.
Tahap 3 : HIV Positif dengan muncul gejala
Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV
semakin menurun. Mulai muncul gejala yang dapat dilihat seperti pembengkakan
kelenjar limfa diseluruh tubuh, diare yang terus menerus,flu. Berlangsung
selama lebih dari satu bulan tergantung daya tahan tubuh seseorang.
Tahap 4 : AIDS
Dalam tahap empat ini sudah terinfeksi AIDS dimana kondisi
sistem kekebalan tubuh sangat lemah dan semakin parah. Berbagai penyakit lain
muncul. Gejala penyakit AIDS yaitu demam
lebih dari 38°C secara berkala atau terus , menurunnya berat badan lebih dari 10% dalam waktu 3 bulan, kelemahan tubuh yang menurunkan aktifitas
fisik, nyeri sandi seperti flu, nyeri tenggorokan,pembesaran kelenjaran getah
bening, diare mencret yang berkala atau terus menerus
dalam waktu yang lama tanpa sebab yang jelas. Umunnya penderita AIDS sangat
kurus, sangat lemah dan menderita infeksi. Gejala klinis utamanya terdapatnya
kanker kulit yang disebut Sarkoma. Juga terdapat infeksi penyakit seperti TBC, pneumonia.
Tidak seharusnya ODHA
dijauhi. Walaupun penyakit ini penyakit mematikan. Virus HIV
tidak menular melalui:
- Bersalaman, berpelukan dengan penderita
- Batuk, bersin didekat penderita AIDS
- Hidup serumah dengan penderita AIDS dan memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
- Gigitan nyamuk
- Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
- Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
Dengan majunya dunia informasi teknologi yang meluas keseluruh
masyarakat tidak ada lagi kata kita tidak mengetahui apa itu penyakit AIDS.
Bagaimana seseorang dapat tertular penyakit AIDS. Remaja dan anak muda sekarang
lebihlah pintar dan canggih akan dunia informasi. Bahaya apa yang muncul jika
seseorang terkena virus HIV tersebut tentulah sudah tau dan mengerti. Perkembangan dunia informasi melalui media sosial dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi penyakit HIV AIDS. Bagaimana penanganan terhadap mereka yang terinfeksi HIV. Kita dapat memanfaatkan dunia sosial blog untuk dapat bercerita mengenai mereka yang terkena HIV AIDS. Mereka yang terkena penyakit AIDS bukanlah dijauhi dari lingkungan sosial, mereka juga berhak mendapatkan layanan yang sama dengan kita yang tidak sakit. Diblog kita dapat bercerita apa kegiatan mereka, apa yang mereka lakukan untuk mereka tetap semangat hidup ketika mereka mengetahui terinfeksi penyakit HIV AIDS. Menulis diblog dapat dimanfaatkan sebagai teman sharing bagi mereka yang terinfeksi HIV. Bagaimana kisah ODHA bersemangat menjalani hidup ketika harus divonis menderita AIDS. Dengan membaca dan berbagi cerita di blog dapat memberikan informasi yang positif bagi semua yang membacanya.

No comments:
Post a Comment
Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all