Gak Layak Marah
Ayat
Bacaan : Yunus 4 : 1-11
Yunus
4 :4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
Martha
adalah seorang mahasiswa yang aktif melayani digereja tempat dia beribadah.
Martha memiliki keluarga yang lengkap yaitu orangtua dan satu adik cowoknya.
Suatu peristiwa kecelakaan mobil yang menewaskan keluarga Martha yang berada
didalam mobil tsb membuat kesedihan yang mendalam bagi Martha. Martha sangat
marah dan tidak menerima peristiwa tersebut. Dia marah dan bersungut-sungut
kepada Tuhan. Ia berkata bahwa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Dalam
kemarahannya ia berkata “cabut jugalah kiranya nyawaku ini Tuhan, kerena lebih
baik aku mati daripada hidup ” Mengapa Tuhan mengambil kebahagiaan yang ada
dalam hidupku ini? Padahal selama ini aku hidup melayani Tuhan. Semenjak
peristiwa tsb Martha memutuskan keluar dari pelayanannya digereja.
Girls,
ingatkah kita pada kisah nabi Yunus yang juga bersunggut-sungut dan marah
kepada Tuhan. Saat itu Yunus diberi tugas pelayanan untuk menyampaikan
pertobatan kepada kota Niniwe. Untuk memberitaukan jika kota tsb tidak mau
bertobat maka murka Tuhan yang akan menghancurkan mereka. Dari kisah dan
perjalanan Yunus kita dapat melihat bagaimana Yunus benar-benar diproses Tuhan.
Saat disuruh Tuhan melayani kekota Niniwe ia malah berontak dan akhirnya pergi
ke Tarsis sehingga ia harus berada dalam perut ikan 3hari 3 malam, dan saat ia
kecewa kepada Tuhan karena Tuhan tidak jadi menghukum kota Niniwe, Yunus malah
marah dan kecewa pada Tuhan dengan mengatakan “Jadi sekarang, ya TUHAN,
cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada
hidup."(ayat 3) Tetapai liat apa jawaban Tuhan atas keluh kesahnya Yunus
"Layakkah engkau marah?"
Sobat
girls, kadang kala kita merasa gak sanggup menghadapi hal-hal pahit yang
terjadi dalam hidup kita sehingga membuat kita kecewa,marah dan
bersungut-sungut kepada Tuhan. Seperti kisah Martha diatas, ia sendiri
ditinggal kepergian keluarganya dan menumpahkan kemarahan dan kecewaannya pada
Tuhan dengan mengatakan lebih baik mati. Tapi Tuhan hanya berkata
Layakkah kita marah? Bukan kah Tuhan telah berjanji pada kita akan memelihara
kita, sehelai rambut kitapun diperhitungkannya. Ketahuilah Tuhan sudah terlebih
tau mana yang terbaik dalam hidup kita. So, jangan pernah berkata lebih baik
mati kita gak layak marah kepadaNya. Uli
No comments:
Post a Comment
Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all