Jun 26, 2014

Gak Layak Marah


Gak Layak Marah
Ayat Bacaan : Yunus 4 : 1-11
Yunus 4 :4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"

Martha adalah seorang mahasiswa yang aktif melayani digereja tempat dia beribadah. Martha memiliki keluarga yang lengkap yaitu orangtua dan satu adik cowoknya. Suatu peristiwa kecelakaan mobil yang menewaskan keluarga Martha yang berada didalam mobil tsb membuat kesedihan yang mendalam bagi Martha. Martha sangat marah dan tidak menerima peristiwa tersebut. Dia marah dan bersungut-sungut  kepada Tuhan. Ia berkata bahwa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Dalam kemarahannya ia berkata “cabut jugalah kiranya nyawaku ini Tuhan, kerena lebih baik aku mati daripada hidup ” Mengapa Tuhan mengambil kebahagiaan yang ada dalam hidupku ini? Padahal selama ini aku hidup melayani Tuhan. Semenjak peristiwa tsb Martha memutuskan keluar dari pelayanannya digereja. 

Girls, ingatkah kita pada kisah nabi Yunus yang juga bersunggut-sungut dan marah kepada Tuhan. Saat itu Yunus diberi tugas pelayanan untuk menyampaikan pertobatan kepada kota Niniwe. Untuk memberitaukan jika kota tsb tidak mau bertobat maka murka Tuhan yang akan menghancurkan mereka. Dari kisah dan perjalanan Yunus kita dapat melihat bagaimana Yunus benar-benar diproses Tuhan. Saat disuruh Tuhan melayani kekota Niniwe ia malah berontak dan akhirnya pergi ke Tarsis sehingga ia harus berada dalam perut ikan 3hari 3 malam, dan saat ia kecewa kepada Tuhan karena Tuhan tidak jadi menghukum kota Niniwe, Yunus malah marah dan kecewa pada Tuhan dengan mengatakan “Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."(ayat 3) Tetapai liat apa jawaban Tuhan atas keluh kesahnya Yunus  "Layakkah engkau marah?"

Sobat girls, kadang kala kita merasa gak sanggup menghadapi hal-hal pahit yang terjadi dalam hidup kita sehingga membuat kita kecewa,marah dan bersungut-sungut kepada Tuhan. Seperti kisah Martha diatas, ia sendiri ditinggal kepergian keluarganya dan menumpahkan kemarahan dan kecewaannya pada Tuhan dengan  mengatakan lebih baik mati. Tapi Tuhan hanya berkata Layakkah kita marah? Bukan kah Tuhan telah berjanji pada kita akan memelihara kita, sehelai rambut kitapun diperhitungkannya. Ketahuilah Tuhan sudah terlebih tau mana yang terbaik dalam hidup kita. So, jangan pernah berkata lebih baik mati kita gak layak marah kepadaNya. Uli



No comments:

Post a Comment

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

Wahyu 1 - Berbahagia yang baca,dengar & pelaku Firman Tuhan

31 Okt Wahyu 1 Wahyu 1:1 (TB)  Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba...