Apr 16, 2014

Bukittinggi Trip : Lubang Jepang Dan Ngarai Sianok

Hari kedua, Minggu tanggal 30 Maret 2014. Kami mengunjungi Istana Baso Pagaruyung setelah itu siang harinya lanjut ke Lubang Jepang dan Ngarai Sianok Untuk masuk kekawasan Lubang Jepang dikenakan tarif Rp 8.000 ribu/orang dewasa. Sebelum masuk kedalam lubang Jepang kita akan diberitahukan pemandu disana peta lokasi didalamnya. Mereka juga  menawarkan jasa pemandu untuk masuk kedalam. Terserah kita mau pake pemandu atau tidak. Kelebihannya jika memakai pemandu memasuki Lubang Jepang kita akan disuguhi sejarah berdirinya Lubang Jepang. Dan menunjukkan setiap lorong-lorong yang ada disana  lengkap dengan cerita sejarahnya. Jadi jika baru petama kali kesana,ada baiknya menyewa pemandu wisata disana,agar perjalanannya tidak sia-sia. Kita jadi lebih tau sejarah dan kondisi cerita disana. 

Pembangunan Lubang Jepang dipimpin oleh Jendral Watanabe dan pelaksanaannya dilakukan oleh rakyat Indonesia. Tetapi mereka tidak mau memakai warga asli disana, namun memakai warga dari pulau Jawa. Menurut cerita pemandu, hal tsb dilakukan agar tidak ketahuan ada tempat persembunyian didalam gua. Jika memakai warga setempat, mereka pasti tau letak dan lokasi daerah mereka sendiri.

Untuk masuk kedalam kita menuruni sekitar seratus tigapuluh tangga seperti nampak di foto kami dibawah ini. Foto ini diambil saat kami masuk kedalam gua, menuruni sekitar seratus tigapuluh anak tangga (capek juga). Waktu kami kesana penerangan disana kurang banyak, hanya beberapa tempat ada lampunya, jadi ya sebaiknya perginya rame-rame hahaha. 




Didalam gua ada sekitar duapuluh lorong/kamar- kamar seperti ada ruang kamar tidur, ruang persembunyian, ruang perawatan, ruang dapur, ruang penjara dan gudang amunisi. Karena sedikitnya penerangan membuat tidak terlihat semuanya apa isi dari setiap lorong yang ada. Yang paling jelas kami dibawa keruang dapur. Dan disanalah tempat dibantainya para pekerja yang sakit yang tidak bisa bekerja. Sedikit tambahan lubang jepang ini sudah melalui tahap renovasi seperti untuk tinggi guanya sendiri (aku lupa berapa waktu itu dibilang pemandu tingginya hehe) 

Untuk jalur keluar ada dua pintu yang dibuka, satu melalui tangga yang pertama kita masuk tadi dan satunya lagi melalui pintu yang langsung menuju wisata Ngarai Sianok. Jadi kami memilih pintu yang satunya, dikarenakan mobil kami parkir ditempat awal semula, kami harus balik lagi kearah depan dengan menaiki sekitar sembilan puluh anak tangga dengan ukuran besar dan tinggi. Wah  melelahkan sekali, namun dibalik semua itu diatas saat kita sampai kita akan kagum melihat keindahan alam disana. Dari atas kita dapat menikmati keindahan tebing-tebing yang tinggi yang berada disekitar Ngarai Sianok. Bisa dilihat difoto kami yang dibawah ini. Di belakang kami itu jurang yang cukup tinggi namun dari situ kita akan menyaksikan keindahan alam yang sebenarnya. Pokoknya seru, luar biasa, ajaib Tuhan menciptakan alam ini untuk kita nikmati :) praise the Lord :)



Ada satu lagi, setelah kita sampai diatas, walaupun dengan muka yang sangat melelahkan kita akan menikmati belanja pernak pernik khas bukittinggi -padang. Disana ada stan-stan berjejer menjual seperti oleh-oleh khas dari perjalanan ke Bukittinggi. Harganya relatif murah, bisa dijangkau :) :) Pokoknya nanti saat mengunjungi Lubang Jepang saat akan kembali kesemula ada baiknya  memilih jalur yang menuju Ngarai Sianok, agar bisa shoping-shoping dipasar atas tsb :) :)



No comments:

Post a Comment

Saya senang jika sahabat semua memberi komentar
Gbu all

What a beautiful Name

You were the Word at the beginning One With God the Lord Most High Your hidden glory in creation Now revealed in You our Christ What a ...