Mar 29, 2016

Pujian dipagi hari

Dengan apakah kami membalas kebaikanMu
Dengan apakah kami membalas kasihMu
Kami hanyalah debu yang kau jadikan berarti
Kami adalah yang seharusnya binasa

Oleh karena Kau baik bagi kami
Kau telah selesaikan  segalanya
Kau telah selesaikan segalanya

Dengan darahMu kau sucikan kami
Dengan tubuhMu Kau tanggung dosa kami
Dengan darahMu Kau lepaskan kami 
dari maut yang mematikan

Yesus....Yesus...Yesus...Tuhan
Mulialah namaMu...
Yesus...Yesus...Yesus...Tuhan
Mulialah namaMu...



Mar 7, 2016

Pembelajaran dari seorang stokar bus

Mau  share pembelajaran yang kudapat semalam. Siang hari saat aku dan keponakanku menaiki bus kota, aku memperhatikan stokar bus tsb saat dia bicara dan nagih ongkos kepadaku. Saat itu aku kasih uang dua puluh ribu (20.000) untuk kami tiga orang, dan saat dia berbicara suaranya tidak begitu jelas, tapi yang aku tangkap dia bertanya apa ada uang pas, karena saat itu dia mempertihatkan uang pecahan besar semua kepadaku. Aku katakan tidak adaaa, dan dia ngomong lagi ngu..sebentar ya dengan nada gak jelas. Karena aku duduk di belakang, saat dia berjalan kearah depan menuju supir bus, aku memperhatikan lagi ternyata kaki nya juga cacat, bukan hanya tangan saja dan suara nya yang cacat. Saat dia kembalikan uang kembaliannya kepadaku, aku memperhatikan dia begitu cekatan mengeluarkan uang dari saku celanannya, tampa ada jari yang membantunya. Dia gak punya 10 jari lengkap seperti aku. Tangannya memang ada dan 10 jari itu tidak tumbuh. Aku begitu memperhatikannya dengan mata mau nangis. Dia berdiri pas disamping aku, sambil ambil uang dari sakunya dan merapikan lembaran-lembaran uang yang dia terima.  Dan dia bisa melakukan itu dengan sukacita. Kenapa aku bilang dia sukacita? karena dia begitu menikmati pekerjaan yang dia kerjakan. Dia begitu peduli pada penumpang yang ada didalam bus tsb, dia berdiri di pinggiran pintu dengan menanyakan apakah ada yang mau turun di jalan a, jalan b, jalan c dengan suaranya yang gak jelas. Dia begitu semangat bekerja dengan cacat fisik yang dia miliki. 

Saat aku memperhatikan hal itu, Tuhan ingatin aku bahwa di tengah-tengah kekurangan yang dia miliki dia memiliki semagat hidup yang kuat. Saat itu aku pejamkan mataku sebentar dan berdoa didalam bus tsb, berdoa buat keselamatan stokar bus tsb. 

Terimakasih Tuhan buat pembelajaran yang Tuhan kasih. Pembelajaran agar selalu tetap bersukacita dalam pekerjaan yang aku kerjakan. Pembelajaran untuk bisa menerima diri sendiri, menerima kekurangan/ kelebihan orang lain. Satu yang kupinta Tuhan ajari aku selalu untuk tetap mengasihi. Mengasihi Engkau dan mengasihi sesamaku. Jangan ambil kasihMu dari padaku. 
 

Mar 3, 2016

Nyanyian di siang hari


Kemanakah kami mencari kasih sejati...
Kemanakah kami berseru saat badai datang menderu
yang kami tau hanya Kau yang mampu
memulihkan segala sesuatu

Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuh sentuhan tanganMu
Kami tak dapat berjalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan....
Kami perlu Kau Tuhan..........


Tentu tidak asing lagi menyanyikan lirik lagu diatas. Penyanyinya kalau gak salah Nikita. Dan lagu ini aku sangat suka. Terlebih saat ini, dari tadi menyanyikannya dan ini malah menuliskannya. Lirik lagu ini juga hampir mirip dengan nyanyian Mazmur Daud. Daud yang berseru kepada Tuhan ketika dia dikejar-kejar oleh musuhnya. Dan Daud tau kepada siapa dia harus berseru yang dapat memulihkan persoalannya. 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya. ( Mazmur 18 :6)


Kejadian 2 - Penolong

Kejadian 2 Kejadian 2:18 (TB)  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong...