aku ingin kembali #pujian mazmur

aku  ingin kembali
aku  ingin berbalik
kembali, berbalik pada jalanMU

turunkanlah tanganMU
topangalah langkahku
kubutuh Engkau Yesus disisiku

Setiap nafas ini
Setiap langkah ini
Biarlah membawa kemuliaan bagi nama-Mu

Setiap pandangan ini
Setiap ucapan ini
Biarlah nama-Mu saja yang ditinggikan

aku bersyukur
aku bersyukur
aku bersyukur
Tuhan Engkau baik 

aku bersyukur
aku bersyukur
aku bersyukur
Tuhan Engkau baik


*Sebuah pujian yang kuciptakan bahwa aku ingin kembali dan berbalik pada jalan-jalan Tuhan. Pujian ini kuciptakan untuk Rajaku Tuhan Yesus 

Kembalilah pada Kasih mula-mula

Firman semalam yang disampaikan saat ibadah minggu rasanya seperti negur aku secara pribadi. Yaitu tentang Berbalik kepada kasihmu yang mula-mula waktu pertama kali jatuh cinta sama Tuhan Yesus. Pendeta tsb mengatakan coba pikirkan sebentar apa saja yang kamu lakukan saat pertama kali kamu mengenal pribadi Yesus? apakah baca Alkitab setiap hari? doa setiap hari? nyanyi puji Tuhan setiap hari? dan apakah hasrat itu masih tetap sama sampai sekarang ini?????

Waw.....aku dengarnya langsung tek! kena dihati menusuk tulangku. Yub benar sekali apa yang dikatakan pendeta tsb. Dimana rasa gairahku yang dahulu saat pertama kali kenal Tuhan? aku sudah bolong-bolong baca Alkitab, aku juga sudah jarang sekali menyembah nyanyi setiap pagi. Aku hanya seperti pengemis yang hanya berdoa minta minta saja, tampa aku mau membaca Firmannya dengan khusuk. 

Aku masih ingat saat aku pertama kali kenal pribadi Yesus, saat aku merasakan kasih Tuhan yang mula-mula waktu zaman SMA usia sekitar 16 atau 17 tahun. Aku begitu rindu setiap hari ingin baca Alkitab. Aku suka sekali menuliskan kembali rhema apa yang kubaca saat itu. Aku suka sekali menuliskan ayat-ayat  emas yang membangkitkan pengharapan. Aku suka menuliskan lirik-lirik pujian bahkan puisi untuk Tuhan. Setiap hari aku selalu menuliskan doa aku, perjalanan aku sepanjang hari sampai aku mau tidur malam. Semua masih tersimpan di buku catatanku.Aku suka menanyakan kepada Pendetaku saat itu hal-hal yang tidak aku mengerti. Aku suka tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya jika ibadah aku ketemu pendeta aku tanyakan.Rasanya setiap hari ingin bahas Firman Tuhan, ingin doa penyembahan.

Namun, sekarang hasrat itu sudah memudar,aku gak pernah lagi menuslikan lirik-lirik lagu dicatatanku, gak pernah lagi nuliskan puisi untuk Tuhan. Gak pernah lagi menuliskan setiap hari rhema Firman yang kudapat. Aku hanya doa seperti pengemis yang minta ini dan itu. Maafkan aku Tuhan. 

Aku sangat bersyukur Tuhan mau tegur aku semalam. Aku mau cintaku yang mula-mula kepada Engkau Tuhan tetap menyala selama aku hidup, aku mau cintaku itu tetap penuh gairah, cinta itu gak putus ditengah masalah apapun yang menimpa. Aku mau cinta kepadaMu semakin meningkat dan lebih dari apapun. Aku mau cinta Yesus selamanya sampai Tuhan jemput aku. Karena tidak satu orangpun yang dapat memisahkan aku dari Kasih Bapa.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita  ( Roma 8: 38-39)

Firman Yang Memberi Jawaban

Sebulan lagi gak terasa tahun ini akan segera berakhir, dan bagaimana dengan resolusi tahun ini? Aku malu sekali jika disuruh mereview resolusiku. Rasanya banyak yang diluar dari angan-anganku :) Kegiatan menulispun banyak gak pernah diupdate. Walau tinggal sebulan setengah lagi tahun ini akan segera berakhir aku berharap dapat tetap menulis di blog ini, semoga kerajinanku tidak padaam ya :)

Belakangan ini tepatnya seminggu ini aku sering menghafalkan Firman Tuhan. Gak tau kenapa asal melihat situasi ataupun sedang menghadapi probem Tuhan ingatkan akan FirmanNya yang pernah aku baca. Seperti beberapa hari ini aku melihat dan mengamati temanku si A (sebut saja namanya A), sedang mengalami problem dan saat aku kepikiran temanku itu Tuhan ingatkan aku firmannya yaitu tentang Daud. Bagaimana Daud menjadi pemimpin orang-orang yang bermasalah sekitar empat ratus orang yang ditulis di 1 Samuel 22 :2

Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.

Saat aku merenungkan firman ini Tuhan ngomong "Uli gak semua orang itu perfect" dan untuk jadi seorang pemimpin/atasan itu kita harus siap terima segala kondisi bawahan kita bagaimanapun karakter mereka. Mereka sama seperti kita yang juga punya  masalah. Tuhan bawa aku melihat bagaimana Daud itu punya masalah yang berat. Ia dikejar kejar mau dibunuh, saat ia melarikan diri dari kejaran tsb, eh malah datang kira -kira empat ratus orang yang punya latar belakang masalah yang berbeda beda. Datang mengadu padanya. Dan disebutkan diayat tsb maka Daud menjadi pemimpin mereka. Tuhan juga ngomong "jangan pernah berfokus hanya pada masalahmu saja." Banyak orang lain yang harus juga kamu perhatikan. Belajar untuk peduli, peduli dan peduli pada orang lain. 

Dilanjutkan lagi hari Rabunya, aku membaca sebuah blog temanku yang temanya tentang Pasangan hidup. Dimana karakter idaman PH nya adalah Boas. Saat aku membaca mengapa alasan dia menginginkan karakter seperti Boas aku menemukan Firman Tuhan yang buat aku senyum -senyum sendiri membaca dan aku hafalin dari siang sampe malam itu ayat. Dan siangnya secara tiba-tiba teman blogger yang sudah lama gak nulis, tiba -tiba nulis tema yang hampir mirip dan nemu lagi ayat yang sama :)  dalam hati aku bilang sama Tuhan "apa firman ini untuk aku ya Tuhan? padahal aku sudah pernah baca cerita Rut dan Boas, tetapi aku baru dibukakan rhema yang terdapat dalam cerita tsb. Ini ayatnya Rut 3 :18

"Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

Rasanya damai, rasanya sukacita dikasih jawaban seperti ini. Duduk saja menanti, anakku. Rasanya seperti seorang Bapa yang berbicara pada anaknya dengan mengatakan anakku, duduk sajalah menanti! Aku yang akan menyelesaikan perkara ini. Cakupan ayat ini sangat luas. Thank you Lord Jesus buat firmanMu yang selalu buat aku sukacita, buat aku senyum -senyum sendiri ketika Tuhan kasih tau, yang buat aku rasnya seperti alamin kasih yang mula-mula lagi :) Love You more and more.  


Day 26- Yosua 16 -18

Yosua 16 -18 Hari ini aku belajar bahwa untuk menikmati janji Tuhan dalam kehidupanku aku harus melakukan tindakan. Aku ga boleh ...