Jun 28, 2013

Padang Gurun di Bulan Juni

Hai :) udah lama sepertinya aku gak nulis lagi. Berbagi cerita di blog ini :(  kesibukan dan rasa capek serta banyak pikiran membuatku malas mau berkotak katik di keyboard komputerku. Hanya otak dan pikiranku saja yang terus ber tak tik tak tik tuk terus didalamnya memikirkan masalah yang rasanya mau ditendang jauh-jauh hahaha

Siapa yang tau bulan Juni ini masa-masa yang sangat sulit aku lewati. Aku suka bertanya pada Tuhan, proses belajar apa lagi sih Bapa bulan ini? Badanku udah kurus kering rasanya gak ada tenaga untuk bertenaga menghadapi masalah yang gak habis-habisnya datang. Aku gak tau kenapa di bulan ulangtahunku justru aku mengalami proses ini. Dan kini aku tau diakhir bulan Juni aku temukan jawabanya, ini adalah proses pendewasaan karakter aku. Jujur mataku berkaca-kaca menuliskan ini dan air mata jatuh membasahi pipiku. Tuhan aku gak pernah bisa menyelami setiap rencana dan jalan yang Engkau buat untuk aku lewati. Yang ada saat ini aku hanya bisa taat dan percaya pada setiap jalan-jalan yang Kau berikan buat aku lewati.

Dimulai dari mamak yang marah besar terhadapku. Disitu aku benar-benar gak kuat liat mamakku nangis didepanku. Hari itu sikapku telah berhasil buat dia nagis dan begitu marahnya sama aku. Mamak gak mau ngomong hanya sama aku. Mengapa hanya satu kesalahanku membuat segala hal baik yang kulakukan itu tercemar? Berawal dari masalah keuangan keluarga. Aku tau kondisi  usaha mamak yang lagi down dan membuat dia kuatir. Saat mamak minta tolong aku dan akupun gak bisa bantu dengan apa yang aku punya. Aku begitu sedih, memang benar percuma aku disekolahkan tinggi-tinggi tetapi aku gak bisa bantu orangtuaku. Aku terasa dicambuk dengan perkataan tsb. Terasa sulit merangkum dalam kata-kata situasi dan perasaanku saat itu. Hanya masalah uang membuat sukacita itu hilang. Aku hanya bisa doa sama Tuhan. "Tuhan maafkan aku, aku telah buat mamak sedih dan gak bisa bantu dia sedikitpun." .

Masalah keuangan yang membuat aku sadar akan kondisi aku seperti apa. Aku mulai intropeksi diriku dan bagaimana aku merpegunakan uang yang ada. Kondisi keuanganku yang juga gak seberapa membuat aku harus menunda salah satu pembayaran kreditku untuk menutupi kebutuhan dapur dirumahku. Nangis dan rasanya pengen teriak sekeras-kerasnya kok bisa aku seperti ini ya Tuhan? Mengapa pundi-pundiku  kosong? mengapa aku begitu miskinnya ?Sampai-sampai aku makan harus irit-irit, gak ambil banyak :( Setiap hari aku masak nasi aku selalu memperhatikan berasku apakah cukup sampai akhir bulan ini? dan dalam hati aku berdoa ama Tuhan semoga persediaan beras ini cukup sampai bulan ini Tuhan.

Setiap hari melewati hari demi hari dibulan ini Tuhan bawa aku dalam proses berjalan di padang gurun. Dibulan ini masalah dapur dan keuangan adalah padang gurun yang aku harus lewati. Setiap padang gurun yang kulewati aku melihat Tuhan ada bersamaku. Hari itu aku lupa tepat tanggalnya kapan, sebelum jam pulang kerja dikantor aku sudah  memikirkan apa yang akan kumasak nanti malam untuk makan malam kami. Yang aku tau dikulkas hanya tinggal satu stok ikan untuk hari besok. Aku berpikir jika aku masak  ikan itu nanti malam, besok dan lusa kami mau makan apa? Aku simpan persoalan ini dalam hati dan tidak memikirkanya lagi sampai jam pulang kantor. Jadi saat tiba dirumah setelah pulang kerja, ada saudara sepupu aku yang datang dan dia mau traktir kami makan malam saat itu sebagai ucapan syukurnya atas berkat Tuhan yang dia terima. Aku dikamar saat  mendengar kabar itu dan aku bilang dan doa ama Tuhan, Trimakasih ya Bapa buat mujizatmu yang aku terima hari ini.   

Lain lagi kisah ditanggal 20 saat aku gak tau gimana mau bayar uang listrik yang udah mau jatuh tempo. Aku berdoa dalam hatiku Bapa uang dari mana lagi untuk hari ini mau bayar listrik? Aku hanya punya uang untuk persediaan makanan sampai akhir bulan ini. Dan aku melihat kemurahan Tuhan menolongku lewat saudaraku yang sudah merid mau memabantu membayarkan tagihan listrik kami. Lain lagi kisah ditanggal 26 saat pihak kredit motorku menelpon dan berkata akan tarik motor yang udah dua bulan kreditnya aku belum bayar. Aku tarik napasku panjang dan hanya bilang masalah apa lagi ini? aku gak nangis saat pertama mendengar kabar ini karena udah pekanya akan masalah ini aku malah tertawa bermain dengan keponakanku yang memang aku setiap sabtu jagain dia. Itulah yang bisa buat aku terhibur ketika masalah datang lagi. Saat malam harinya aku coba kasih tau mamak masalah ini. Sebenarnya aku takut kasih tau mamak, karena aku pikir masalah kemarin udah bikin dia jadi susah dan gak mungkin aku tambahin masalah lagi. Tapi aku gak tau mau minta bantuan siapa lagi. Aku gak mungkin ceritain pada semua oranng termasuk teman-teman hanya untuk dibantuin masalah ini. Aku beranikan diri untuk cerita kemamak dan mamak merespon baik mau membantu aku untuk bayar satu bulan kreditku itu. Hari ini aku berkata "gak habis-habisnya pertolongan Tuhan dalam aku" Ia mengajari dan menopangku berjalan di padang gurun di bulan Juni ini.

Ada sebuah kisah lagi dalam melewati padang gurun ini, kisah yang buat hatiku begitu pedih dan rasanya seperti dibawah sekali kondisiku. Dibulan ini ada banyak pesta undangan orang mau menikah. Jadi saat itu aku ada dapat undanngan untuk pesta pernikahan. Sejujurnya aku agak bimbang  mau pergi atau tidak karena aku memang gak punya cadangan uang untuk kasih amplop pesta pernikahan. Dari rumah aku memang ada niat mau pergi nanti saat istirahat siang bersamaan teman kantor lainnya. Tapi entah kenapa saat dikantor aku berpikir kalau aku pergi pesta dan makan siang disana kayaknya gak adil bagat aku cuma kasih amplop yang isinya hanya sekedarnya.Udah menghabiskan hidangan pesta tapi kasih amlopnya gak sebanding. Dan aku memutuskan untuk gak pergi dan tidak juga titip amplop karena aku berpikir gak layak kasih amplop yang hanya seharga satu bungkus nasi. Entahlah apa pemikiranku salah atau bagaimana yang jelas saat itu aku benar-benar malu kalau pergi hanya kasih segitu. Dan yang membuat aku begitu terluka adalah saat salah seorang teman kantorku begitu menyindir aku karena aku gak pergi dan tidak nitip apa-apa untuk dikasih kepesta itu. Aku hanya bisa diam dan gak melakukan protes apapun terhadap omongan dia. Karena gak perlu aku kasih tau aku gak punya uang buat kasih amplop buat pesta tsb. Aku diam hatiku  nangis dan dalam hati aku berdoa Tuhan, mengapa aku begitu dihina seperti ini. Sepanjang perjalanan pulang kerumah aku nangis disepanjang jalan. Aku gak terima kondisi aku seperti ini dihina orang lain. Mengapa mereka gak bisa menerima orang-orang yang berada dibawah? Sampai dirumah aku berdiam diri dikamar dan aku cerita sama Tuhan kondisi aku seperti apa. Dan Tuhan ingatkan aku akan friman yang berkata jangan iri akan keberhasilan orang fasik karena itu adalah semu.

Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.  (Mazmur 73 :18 )
Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! (Mazmur 73 :19)
Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina  (Mazmur 73 :20)
Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,(mazmur 73 :21)
aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.(mazmur 73 :22)
Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. (Mazmur 73:23)
Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.(Mazmur 73:24)

Firman Tuhan ini lah yang membuat aku terhibur dan semangat melangkah lagi melewati padang gurun ini. Ketika aku begitu lelahnya berjalan melewati hari-hari dibulan Juni ini kini tibalah diakhir bulan ini aku berkata Trimakasih Bapa buat setiap pelajaran kedewasaan yang aku trima. Aku bisa merasakan Tuhan ada beserta denganku berjalan melewati padang gurun ini. Hari ini diujung akhir bulan ini aku menyaksikan perbuatanMu ajaib dan besar Engkau Tuhan. Engkau menyediakan berkat,penghiburan dan pengharapan bagi aku. Engkau ada disetiap musim kehidupanku :) melewati badai-badai yang ada dipadang gurun  menuju tanah perjanjian yang telah Engkau sediakan buat aku. 

Aku menuliskan kisah ini bukan untuk sok pamer akan kehidupanku, aku menuliskan ini karena aku ingin menceritakan Tuhan bekerja luar biasa menolong aku. Postingan ini kutulis untuk mengingatkan aku bahwa Tuhan itu dasyat, Tuhan hidup, Tuhan ada bersama aku saat aku berada dibawah. Supaya aku tetap ingat segala pertolongan Tuhan dalam kehidupanku. Thanks Lord :) 
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,   atau anak cucunya meminta-minta   roti (Mazmur 37 : 25)

Jun 18, 2013

#Doa#

"Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." 
(1 Yohanes 3:21-22)

Jun 16, 2013

# Kasih #

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."

( 1 Korintus 13 : 4-7) 

Jun 13, 2013

# Indah Pada Waktunya #

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
(Pengkhotbah 3 : 11)

Jun 11, 2013

Jangan Biarkan Aku Pergi

Hai, dipostingan ini aku ingin berbagi apa yang udah aku dengar, aku rasakan pada ibadah minggu pada tanggal 09 Juni 2013. Biasa digereja kami saat ibadah  minggu kedua gembala pembina yang memberikan kotbah FA dan sekaligus perjamuan kudus setiap bulannya. 

Yang ingin aku bagikan melalui postingan ini adalah tentang hal mimpi. Setiap kita pasti memiliki mimpi atau bisa dikatakan impian. Apa mimpi kita  nanti 10 tahun atau 5 tahun kedepan. Seperti aku sendiri banyak memiliki impian yaitu salah satunya mimpi jadi seorang penulis yang memiliki banyak buku. mimpi ciptakan cafe dilengkapi taman baca, dirikan panti asuhan buat anak-anak perempuan, mimpi suatu saat injakkan kaki ditanah di Yerusalem dan masih banyak mimpi yang lain :) tapi pernahkan kita meminta mimpiNya Tuhan buat hidup kita?  Aku baru dengar statment ini. MimpiNya Tuhan buat aku? maksudnya apa? Gembala sidang menjelaskan mimpi yang dari Tuhan itu adalah  keinginan Tuhan yang harus kita kerjakan didunia ini. Maksudnya, Tuhan itu mau pakai kita untuk menyatakan mimpinya bagi dunia ini. Aku terdiam merenungkan penjelasan tsb. Ditambah pendeta berkata apa selama ini kita pernah nangis minta mimpiNya Tuhan buat kita? aku semakin diam dan sadar selama ini aku hanya bermimipi untuk diriku sendiri. Tampa aku pernah peduli Tuhan mau apa dari aku. 

Contoh yang nyata mengenai mimpi itu adalah Yusuf. Ketika dia punya mimpi tetapi saudara-saudaranya malah mengejeknya dan dia hanya dikatakan tukang mimpi. Tapi, mimpi Yusuf itu menjadi kenyataan. Coba lihat bagaimana Yusuf menjadi penguasa di Mesir saat itu. Dan banyak bangsa mencarinya karena telah terjadi kekeringan dinegeri lain. Mimpi yang dianggap remeh tetapi menjadi sebuah kenyataan. Tuhan pakai Yusuf menjadi besar dan berkuasa. Itulah kisah orang -orang yang memiliki mimpi yang dari pada Tuhan. 

Kotbah minggu ini benar-benar nusuk dihatiku. Aku sadar aku sekarang sudah suam-suam kuku melayani Tuhan lewat talenta yang aku miliki. Semangatku yang udah mulai down. Hampir udah dua bulan lebih aku diam dan hanya kubur talenta ini. Sebenarnya dihatiku aku rindu sekali balik melayani digereja sewaktu masa pertama kali aku mengenal Dia dan beri diriku melayani Tuhan. Rindu ikut kelompok pemuda, hal yang benar-benar aku rindukan kembali setelah beberapa tahun aku tinggalkan semua pelayaanku digereja. Tuhan kasih aku talent untuk menulis, tapi tetap juga aku gak pernah pakai untuk Dia. Rasanya hatiku benar-benar ditampar. Aku sibuk memikirkan kehidupanku didunia ini dan gak pernah pikir Tuhan mau apa dari hidupku. 

Disesi terakhir ibadah aku dengar pujian ini yang berjudul Jangan Biarkan aku pergi. Pujian yang berhasil buat aku nangis saat ibadah minggu itu. Pujian yang ingatkanku bahwa aku udah berlari jauh dan berjalan jauh gak selurus lagi dengan jalannya Tuhan.



Ampuni semua kesombonganku, ampuni semua kedaginganku

Dan bawa aku mendekat di hadapan tahtaMu

Ampuni aku yang tak peduli akan kerinduan di hatiMu

Tuhanku, bawa aku kembali, tarikku lebih dekat lagi



Jangan biarkan aku pergi, jangan biarkan aku berlari

menjauh dari tahta kasih karunia yang Kau beri

Tanamlah aku di hadiratMu, materaikanku dalam hatiMu

Di hadiratMu, di hadapanMu, di pelukanMu, itulah hidupku



Basuh keletihanku, sentuh kebekuanku

Pulihkan tubuh, jiwa, juga rohku

Habiskan kedaginganku, mimpiMu jadi mimpiku

Di hadapan tahtaMu kuberseru



Jangan biarkan aku pergi, jangan biarkan aku berlari

menjauh dari tahta kasih karunia yang Kau beri

Tanamlah aku di hadiratMu, materaikanku dalam hatiMu

Di hadiratMu, di hadapanMu, di pelukanMu, itulah hidupku
Setiap kata dari pujian ini mempunyai arti yang menyentuh jiwaku. Aku minta ampun Tuhan jika aku udah gak peduli lagi akan tugasku didunia ini. Aku udah gak peka lagi akan kerinduan Tuhan. Aku minta ampun Tuhan. Jangan biarkan aku pergi jauh dari kasihMu itu. Tarik aku kembali Tuhan dan bawa aku kembali masuk dalam hadiratMu. Itu yang menjadi doaku dan kerinduanku saat ini. Bukakan jalanku buat pelayanan yang kurindukan ini Tuhan. Bantu aku biar aku tetap semangat terus melayani melalui menulis. Ini kerinduanku kembali pada kasihku yang mula-mula waktu pertama kali  mengenalMu :) 

Jun 7, 2013

My 27th Bday :)

Last Monday (June 4 ), I celebrated my 27th Bday :) Usia yang mulai beranjak dewasa ya :) dan sudah benar-benar harus mempergunakan waktu dan kesempatan untuk selalu bisa menjadi seorang pelayan Tuhan. Terimakasih Bapa buat 27 tahun kehidupan yang sudah berlalu dihidupku. Engkau ada disetiap musim kehidupanku. Disaat aku merasa aku dibawah sekali seperti sampah diinjak -injak orang, Engkau yang selalu ada menghiburku dan mengangkatku. Ketika orang-orang gak bisa terima kelemahanku Engkau yang hapus airmataku ini. Kegembiraan yang ada juga semua berasal dari padaMu. Terimakasih Bapa buat menjadi Bapa yang selalu bertanggung jawab atas kehidupanku. Aku anak raja karena aku punya Bapa seorang Raja :) 

Diulang tahunku yang ini aku memang sudah berniat untuk tidak merayakan perayaan atas ultahku baik dirumah dan dikantor. Aku berusaha silent untuk ultah tahun ini. Aku hide tanggal lahirku di facebook agar orang-orang tidak perlu tau aku yang sedang berulang tahun. Kebiasaanku dikantor    membawa sedikit makanan saat aku ulangtaunpun  tidak aku buat lagi seperti dua kali ulang tahunku sebelumnya. Aku memang benar-benar tidak ingin ada pesta ulangtahun, tidak ingin orang lain tau aku sedang berulang tahun. Entah kenapa dengan diriku ini, jujur  aku merasa takut melangkah diusiaku yang sudah cukup masuk kategori dewasa. Disaat dikiri dan kanan orang-orang sudah mulai sibuk bertanya kapan aku menikah? Jujur kekuatiran itu ada muncul dihatiku dan aku sudah berusaha untuk tetap santai menghadapinya. Aku pernah berkata dalam doaku kepada Bapa "menikah ataupun tidak menikah aku akan tetap melayani Tuhan" aku hanya ingin agar orang-orang disekitarku dapat menerima itu terutama keluargaku. Bukan aku gak menginginkan sebuah keluarga dan pernikahan. Aku cukup rindu memiliki itu semua. Ya, aku rindu bahkan sampai nangis bilang ama Tuhan aku ingin punya keluarga, aku ingin menikah. Tetapi yang Tuhan ingin aku lakukan saat ini adalah menyiapkan diriku dulu secara pribadi sebagai sosok pengantin  perempuan yang siap menunggu mempelai prianya. Menyiapkan diriku belajar bagaimana menjadi seorang wanita dan perannya  kelak jika sudah  menikah :) itu yang bisa aku dengar dan tangkap dari cara Bapa menjawab doaku. Belajar taat mendengar suara Tuhan :)   seperti Abraham Bapa orang percaya yang berusaha taat dan beriman kepada Tuhan. Itu yang aku lakukan sekarang Taat

Kembali ke cerita ulang tahun. Usahaku untuk sembunyikan  hari ulang tahunku itu tidak berhasil. Karena dikantor aku dapat surprise dari teman-temanku dikantor. Pagi aku cukup diam dan nyantai aja kekantor seperti gak ada hal apa. But, setengah jam berlalu aku dipanggil kebawah dan surprise ada teman-teman yang kasih surprise dan rayakan party ultahku. Thnks buat kalian semua. Aku pikir dengan aku hide dan silent akan hari ultahku, kalian pasti lupa dan gak akan kasih apa-apa. Aku mau nangis rasanya melihat dan merasakan itu semua terjadi. Berasa punya bapak yang suapin aku saat aku ultah. Atasanku itu berperan sebagai bapak yang suapin kue buat aku. Makasih ya pak telah mengisi kerinduanku pada bapakku. Pokoknya aku benar-benar gak kepikiran akan ada party kecil seperti ini, ini benar-benar diluar yang aku pikirkan. Saat aku ingin sendiri dan gak ada yang tau akan hari ulang tahunku tapi Tuhan kasih aku sebuah kejutan yang buat aku benar-benar mengucapsyukur buat ultahku tahun ini. Tuhan terimakasih banyak. Terimakasih buat teman-teman yang Tuhan kasih buat aku :) Tuhan memberkati mereka semua teman-teman dikantorku : ) 

Perayaan ultahku dikantor
Aku begitu happy dan menuliskan inipun aku jadi nangis mengingatnya. Terimakasih buat mereka sahabat dan teman-teman dikantor yang ada yang Tuhan kirim buat bentuk aku dan mengisi sukacitaku. Buat Tika, mbak Eka, Bu Ani, Kak Berta, Bu Nety, Pak Butar Thanks all for the love and friendship.. I love you all..!!!  Tuhan memberkati kalian semuanya :)

Kini saatnya untuk terus melangkah kedepan. Memberi diri untuk melayani dan mempergunakan talent ini untuk menulis dan bekerja diladangNya Tuhan. Pakai aku lebih lagi Tuhan diusiaku ini semakin hari semakin menyala -nyala melayani Tuhan. Taat menantikan  Janji Tuhan buat PH yang akan terus aku doakan dan pergumulkan. Saat-saat menantikan janji Tuhan yang pasti akan digenapi dalam hidupku. Terimakasih kado ulang tahunku tahun ini Bapa. 


"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. " I Korintus 2 : 9 


♥ ♥ ♥

Day 10- Amsal 10

10 April Amsal 10 Membaca Amsal 10 ini banyak sekali ajaran didikan yang diberikan. Bagaimana kita dlam menjalani kehidupan kit...